
"dia pak, dia tidak mampu membeli motor lalu malah mengamuk dan menghajar saya" fitnah pelayan laki sambil menunjuk kearah ryu
ceo mengikuti arah yang ditunjuk karyawannya, dia begitu kaget oleh apa yang dia lihat pasalnya dia familiar dengan ryu
"kamu..."
.
.
.
"kamu.." kata ceo dealer dengan sedikit menggantung, dia begitu karena memandang pakaian ryu dari atas sampai bawah
"kenapa?kau mau membela karyawan mu yang selalu memandang rendah orang lain?dan ga sopan saat bekerja?" kata ryu ke ceo
"hah apa maksutmu? " jawab ceo
" gausa berfikir lagi urus aja karyawan yang kalian ga becus didiknya, aku udah muak gaada niat untuk belanja disini" kata ryu sambil berbalik hendak melangkah.
"hei nak tunggu dulu tunggu, coba kamu ceritain apa yang sebenarnya terjadi" kata ceo dengan memegang pundak ryu untuk berhenti
ryu berbalik dan saat hendak bicara sudah disela langsung oleh pelayan laki laki yang tadi dia tendang
"udah pak biarin aja dia pergi, kalau ditahan yang ada nanti bapak kena pukul juga"
"kau diam dulu!" kata ceo dengan tegas, dia orangnya tegas dan berwibawa jadi apapun masalahnya akan diusut sampai tuntas
"maaf pak" kata pelayan laki dengan menunduk
"nah nak coba kau ceritakan versi mu" kata ceo kehadapan ryu
"begini, awalnya aku ingin membeli motor disini terutama motor sport, karena aku memang belum memiliki kendaraan. aku sudah bicara dengan pekerja perempuan yang itu, tapi saat hendak ia tunjukan motornya langsung disela oleh pekerja wanita ****** yang satu ini, ditambah dengan hinaannya, aku balas saja ucapannya tapi si cowo pengecut ini malah ikut ikutan dan hendak memukulku, sebagai seorang laki laki apa mungkin aku akan berdiam diri dan menerima pukulannya?aku menghindar dan menendang tepat diwajahnya walau tidak terlalu memakai tenaga, selanjutnya ini lah yang terjadi" jelas ryu sambil melihat ke3 pelayan yang tadi
"apa itu benar?" tanya ceo
"untuk apa aku berbohong tentang hal yang tidak perlu? apa bapak lupa ada cctv dipojok atas situ? bapak bisa mengeceknya sendiri" kata ryu sambil menunjuk letak cctv dipojok atas ruangan, dia tahu adanya cctv karena diberitahu oleh system
"kalau begitu akan ku cek cctvnya, kebetulan terhubung langsung dengan perangkatku" kata ceo sambil mengeluarkan hpnya.
setelah melihat rekaman cctv nya wajah ceo tampak marah, dia mengepalkan tangan nya lalu berjalan kearah karyawan laki laki yang tadi ditendang ryu
"kauu...brengsek apa yang kau lakukan hah? apa kau sudah tidak butuh lagi pekerjaan disini? apa yang manager ajarkan pada dirimu sialan"
PLAK
marah ceo sambil menampar wajah karyawannya. karyawan yang barusan ia tampar wajahnya tampak memelas sambil memegang pipi yang kena tampar oleh ceo
"dan kau juga, apa kau kekasihnya?kenapa kau menghina pelanggan yang hendak belanja ditoko kita?biar dia mampu atau tidaknya itu bukan urusan kamu, kamu cuma pekerja disini aku bisa saja memecat kalian berdua sekarang juga, tapi itu semua tergantung oleh tuan ini bagaimana baiknya nasib kalian!!" marah ceo ke karyawan wanita yang menjadi kekasih karyawan lfki yang barusan ia tampar
"nak bagaiamana bagusnya nasib mereka berdua?" tanya ceo ke ryu
"pecat saja mereka berdua, yang ada anda akan merugi dengan sifat mereka yang seenaknya bekerja disini" kata ryu tanpa melihat keadaan dua karyawan yang sudah tampak panik
"pak tolong maafkan saya pak saya berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi, mohon maaf kan saya pak"
"benar pak saya juga tak akan mengulangi hal yang sama, saya akan merubah sikap saya pak mohon maafkan kami pak jangan pecat kami dari sini"
kata keduanya dengan memohon ke ceo
"sudah tak ada lagi pemaafan untuk kalian berdua, sudaah cukup kalian selama ini membuat tokoku sepi pelanggan, ternyata itu semua ulah kalian, mulai hari ini kalian saya pecat tanpa pesangon, keluar sekarang juga!!"
"tapi pak-" kata kata mereka berdua dipotong oleh ceo
"kalian semua seret mereka berdua keluar aku sudah muak dengan wajahnya"
"baik pak" kata karyawan lainnya serempak
setelah mengelkuarkan ke 2 biang masalah ditokonya kini sekarang dia sedang menawarkan motor sport kepada ryu
"maaf tuan atas ketidak nyamanannya, sekarang akan saya bantu untuk mencari langsung motor yang anda minat, mari tuan" kata ceo
__ADS_1
"baik" kata ryu sambil mengikuti ceo kearah motor sport yang dipanang ditengah tengah toko itu
"tuan ini ada motor sport keluaran ducati, ducati panigale v4, Ducati Panigale V4 adalah motor sport dengan mesin 90° V4 desmodromic 1.103 cc yang diperkenalkan oleh Ducati pada tahun 2018 sebagai penerus mesin V-twin 1299. untuk harga ini sendiri ada di 800jt tapi sebagai kompensasi dari kita, tuan dapat potongan 10 juta, menjadi 790jt saja tuan" jelas ceo sambil menawarkan harga ke ryu
"aku ambil ini dan aku bayar 800jt, 10 jutanya kasih saja kedia, dia sudah mau melayaniku dengan baik" kata ryu sambil menunjuk karyawan wanita yang sedang duduk minum air putih
"baik tuan, akan saya urus sebentar surat suratnya, tuan bisa tunggu dikursi yang sebelah sana" kata ceo
"baik saya tunggu" kata ryu sambil berjalan kearah kursi untuk duduk menunggu surat suratnya selesai diurus
"wonma apa kamu bisa membuatkan sim untukku? selama ini aku tak pernah punya motor sendiri hanya selalu dipinjami oleh tempat kerja ku dulu untukk delivery makanan" kata ryu ke system
[bisa tuan, tunggu sebentar]
"oke"
[untuk ijin mengemudi sudah saya urus semuanya dari sim motor, mobil, bahkan sampai pesawat dan lainnya]
"hah untukk apa, aku cuma butuh sim motor sekarang" kata ryu dengan heran
[itu akan terjawab dimasa depan tuan]
"ohh oke lah, dimana simnya? yakali aku harus pulang dulu ambil sim lalu kembali kesini buat ambil mootor" tanya ryu
[sim nya ada dikantong belakang celana anda tuan]
"ohh ini, makasih wonma" ucap ryu ke system
[sudah kewajiban saya]
tak berselang lama datang ceo tadi dengan membawa surat surat yang tadi dia urus
"maaf tuan sudah membuat anda menunggu, ini surat suratnya dan ini anda tolong tanda tangan disini untuk bukti pembayarannya" kata ceo
"ah tak apa" kata ryu sambil menanda tangani suratnya
"ah baik pak.. handoko, motornya bisa langsung saya bawa?" kata ryu
"oh bisa tuan, itu sudah disiapkan segala halnya lengkap dengan bensin dan helmnya, dan ini kunci motornya anda bisa langsung membawa motor ini kemana saja yang anda mau" jawab ceo dengan ramah ke ryu
"baik makasih pak, kalau begitu sampai jumpa" kata ryu
"baik tuan hati hati dijalan"
.
.
"ini sudah sore hari, mungkin aku pulang saja lagian uang ssudah habis buat aku beli motor ini"
gumam ryu
saat perjalanan kerumah ryu melihat seseorang yang ia kenal, ya itu arinda. ryu menepikan motornya lalu menyapa arinda sambil meembuka helmnya
"hai rin, mau pulang? atau kemana?" sapa ryu ke arinda
"eh ooh ryu, ini aku sedang mau pulang tapi dari tadi tak ada angkot apa taksi yang lewat, hpku juga lowbat jadi tak bisa pesan taksi" jawab arinda dengan lesu
"mau aku anter?sekalian aku juga mau pulang, toh rumah kita sejalan bahkan depan belakang saja" tawar ryu
"bener nih?ga ngrepotin kan?" tanya arinda
"nggak lah, lagian aku dari tadi cuma boncengin angin, sekarang ada kesempatan boncengin bidadari kenapa harus aku lewatkan?" kata ryu sambil menggoda arinda dengan tersenyum
"a a hahahaha kamu bisa aja, yauda aku bonceng yah?" kata arinda gugup
"hahaha tak perlu gugup gitu, yauda naik aja, nih pakai helmnya, apa perlu akau pakein?" kata ryu sambil menyodorkan helm ke arinda
"siapa juga yang gugup gausa ke pd an" jawab arinda dengan mengembungkan pipinya, sebenarnya dia sedang malu ditatap ryu terus terusan dari awal
__ADS_1
"hahaha yasudah, ini helmnya mau dianggurin?sini aku pakein" kata ryu
tanpa sadar arinda mendekat lalu dipakein helmnya oleh ryu, saat ryu ingin mengancing helmnya, tak sengaja ryu bertatap mata dengan arinda. keeduanya sama sama terdiam saling pandang hingga akhirnya keduanya saling memalingkan wajahnya
"udah ayo naik, keburu malem nanti" kata dengan sedikit memerah mukanya.
arinda tak menjawab pertanyaan ryu tpi langsung naik saja dan masih diam karena malu
"ga pegangan nanti jatoh bukan salahku ya" kata ryu sambil menghidupkan motornya lalu memakai helmnya sendiri
"alah modus jadi cowo" jawab arinda tapi tangannya memegang pundak ryu
"hahaha nggak lah, yauda pegangan yang kenceng ya, nanti jatoh bangun sendiri aku cuma ketawa nanti" canda ryu
"jahat banget jadi cowo, udah ah ayo pulang katanya mau nganterin pulang" kata arinda
"iya iya nona bidadari" goda ryu
arinda cuma bisa mencengkram lebih kencang pundak ryu, ryu bisa merasakannya. sebenarnya itu semua disuruh oleh system untuk menggoda arinda, jika tidak mungkin cumma basa basi lalu nganter pulang.
[kerja bagus tuan hehehe]
'kerja bagus apanya, malu setengah mati aku gegara kamu' jawab ryu dengan kesal di kepalanya
[tak usah gitu tuan juga suka kan sama arinda sejak pertama ketemu?] goda wonma
'hah kok kamu bisa tahu? eh nggak lah' jawab ryu keceplosan
[jawabannya yang pertama menandakan benar tuan, ya saya sebenarnya sudah ada dengan tuan sejak saat itu tapi belum saja menampakan diri, saya menunggu waktu yang pas]
'hah kau ini, udah lah'
[gitu aja ngambek]
'siapa juga yang ngambek dasar anak kecil' jawab ryu dengan ketus
[tuan mengejeku? aku hilangin semua harta tuan mau?]
'eh eh ngga jangan gitu donggg massak iya baru aja enak langsung hilang' mohon ryu
[hm]
tak terasa perjalanannya sudah sampai, mereka berdua tak bicara sepanjang jalan karena sama sama bingung mau bicara apa.
"ryu kita udah sampai, berhenti" kata arinda
"oh iya, yaudah kalau begitu aku pulang dulu ya. inget kalau ada apa apa cari aku, masuuk aja aku selalu dirumah nanti" kata ryu
"yaa, makasih ya udah nganterin pulang, oiya ini helm mu" kata arinda sambil berusaha melepas helmnya tpi tak bisa
"hah kau ini, niat ngembaliin ngga? sini aku llepasin gitu aja gabisa" kata ryu
"ya habis susah" jawab arinda
mereka kembali bertatap mata saat ryu melepaskan kancing helmnya, sama halnya saat hendak pulang mereka sama sama buang muka
"udah helmnya kamu bawa, lagi pula aku dirumah sendiri jadi buat apa aku punya helm dua"
"makasih ya ryu udh nganter aku pulang"
"iya sama sama, yauda aku duluan ya, nanti aku kabarin"
"oke, hati hati"
"iya bidadari" goda ryu dengan langsung tancap gas
'hih apa apaan sih dia ngegombal trus, tapi kok kayanya aku juga suka' batin arinda sambil ngelihat kepergian ryu
"hah apasih yang aku pikirin, mmnding masuk aja" kata arinda sammbil berjalan masuk ke kost an nya.
haloo, makasih ya udah mau baca, jangan lupa like,comment, dan voted yaa, dukung trus karyaku.
__ADS_1
makasih