
"hei lihat tuh ada keributan"ucap salah seorang yang lewat
"seru tuh kayanya" respon orang lain
"kenapa tuh ribut ribut siang bolong begini, maling kah?"
"hah lagi lagi keributan, kasihan juga anak muda itu pasti akan babak belur dihajar satpamnya"
.
.
.
Melihat keadaan sekitar yang sudah mulai rame penonton, ryu merasa tak nyaman
"duh pak, saya kesini bukan untuk maling atau melamar kerja, dan untuk bapak ketahui saya begini karena habis keluar rumah sakit, saya kesini cuma mau pulang lagi pula ini rumah saya" jelas ryu yang tak ingin berlama lama di tengah keramaian sambil mengeluarkan surat dan kunci kepememilikan rumah tsb.
DEG, jantung satpam berdetak kencang dari biasanya, pasal dia diberitahu oleh atasannya yang mengurus rumah tsb sblm ada yang beli untuk menunggu pemilik yang baru yang terbyata itu anak muda didepannya yang tadi dia cela
Bruk "maaf tuan, saya tidak tau jika anda yang mempunyai rumah ini tuan..." ucap satpam yang memelas dibawah ryu
"yah itu bukan urusanku, aku cuma tak suka kau menghina orang lain tanpa mengetahui latar belakangnya, untuk kali ini aku maaf kan dan juga.."ucapan ryu berhenti melihat keramaian warga disana
satpam yang tau apa maksut ryu lantas berdiri sambil merapikan pakaiannya yang kotor karena memohon pada ryu tadi
"BUBAR, BUBAR INI BUKAN TONTONAN BUBAR!!" tegas si satpam pada para warga
"yah kirain bakal ada perkelahian"
"ga seru gaada adu pukul"
"bener tuh"
....
setelah bubar nya warga tanpa berlama lama satpam membuka kan gerbang, tapi saat hendak menutup terdengar suara wanita memanggil tuannya
"HEI lelaki yang disana, yang lagi berdiri" teriak wanita dari seberang jalan
ryu dan satpamnya menoleh kearah sumber suara "pak apa kita yang dimaksut dia?" tanyx ryu ke satpamnya
"saya juga tidak tau tuan"
"iya kamu yang lagi sama satpam, bentar tunggu bentar aku akan kesitu" ucap wanita itu masih dengan teriak. setelah berlari menyebrang, dia langsung memeluk ryu
"terima kasih, makasih sudah menyelamatkan hidupku, aku tak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada kamu, hiks hiks" ucap sang wanita dalam pelukan ryu, untuk ryu sendiri dia kebingungan siapa wanita itu
"hei kau siapa, apa kita saling kenal dan kenapa malah menangis dipelukanku, nanti dikira apa apa lagi" kata ryu sambil melepaskan pelukan si wanita
"hiks..hiks.. makasih untuk pertolongan tadi malam, aku tak tau apa yang akan terjadi jika kamu tak ada, aku sudah pasrah dibawa oleh lelaki brengsek itu bersama anteknya, tapi hampir saat aku disentuh kamu datang dan melindungi ku-" ucapan wanita itu dipotong langsung oleh ryu
"ahhh iya iya aku ingat, kau wanita yang tadi malam dibawa oleh beberapa orang itu kan dijalanan sepi saat hujan hujan pada malam hari, kenapa kau disini bagaimana jika dia mengikutimu lagi, sudah ikut aku kedalam dulu saja biar lebih enak bicaranya" ajak ryu ke si wanita
__ADS_1
"ah okee"kata wanita itu, dia mengikuti ryu saja dari belakang, dia takjub dengan rumah ryu yang begitu cantik yang di desain dengan warna putih
setelah ryu dan si wanita sampai di ruang tamu, ryu dikagetkan oleh suara lelaki tua
"selamat siang tuan dan nona"ucap lelaki itu
"eh siang, kalian siapa?apa pekerja dirumah ini?" ucap ryu sambil melihat barisan orang yang ada 3 lelaki dan 5 wanita berumur disebelah kanan mereka berdua
"benar tuan, kami pekerja disini yang diundang oleh bapak Liam selaku pengurus rumah ini sebelumnya, beliau memperkerja kan kami disini untuk mengurus segala kebutuhan pemilik rumah ini yang baru yang dikatakan akan datang hari ini, dan ternyata benar anda datang saat ini" jelas lelaki yang paling tua
"oh okee" ssingkat ryu
"perkenalkan tuan nona, saya roger selaku kepala pelayan disini" ucap lelaki yang tadi menyapa ryu
"saya didik tuan, saya mengurus bagian perkebunan" ucap llelaki yang disamping kanan roger
"saya yanto tuan, saya supir pribadi anda" ucap lelaki yang disamping kiri roger
"perkenalkan tuan nama saya sarmi yang mengurus bagian dapur dan juga wakil kepala pelayan dan ini anak saya vera dan yang disampingnya sindi anak kedua saya" ucap wanita yang sedikit tua dengan sedikit membungkuk diikuti dua anaknya
"perkenalkan nama saya siti yang mengurus kebersihan bagian kebersihan rumah tuan dan ini nur yang juga membantu saya dalam hal bersih bersih" ucap wanita yang kkelihatannya seumuran dengan mbok sarmi.
"ohh oke paman dan juga lainnya saya mengerti nama saya ryu selaku pemilik rumah ini yah mungkin kalian juga sudah tau, apa ada hal lain lagi yang akan dijelaskan?" tanya ryu dengan sopan
"mungkin tidak ada lagi tuan, kita akan kembali bekerja"jawab roger
"oke" jawab ryu dengan anggukan "mbok sarmi apa bisa siapkan minuman dan makanan ringan diruang tamu?kebetulan teman saya sednag ikut" kata ryu
"oh bisa tuan silahkan tunggu sebentar"
" kenalin namaku ryu, bisa ceritain lagi soal semalam bagaiman bisa kamu bersama ghifari?oh iya siapa namamu?" tanya ryu
"ehmaaf lupa memperkenalkan diri, namaku arinda"ucap arinda dengan cengengesan
ryu sedikit terpuukau dengan senyumannya tapi dia langsung tersadar lalu lanjut bertanya
"nah arinda, bisa ceritain bagaimana semalam kamu bisa ketemu sama dia dan berakhir di jalanan sepi itu?" tanya ryu
"awalnya aku sedang cari angin malam dengan jalan jalan, dan saat hendak pulang aku ditemui oleh pacarku yang sebenarnya sudah putus dari beberapa hari lalu, saat aku ketemu aku mencoba untuk tidak mengenal tapi dia langsung mendekapku dan menyeretku kearah jalanan sepi, aku takut saat lihat keadaan jalanan yang begitu sepi ditambah adanya dia dan juga beberapa lelaki menyeramkan, saat hendak dia menyentuhku kamu datang dan yah tak perlu aku jelaskan lebih lanjut bukan?oiya bagaimana kamu bisa mengenalnya?"jelas arinda panjang lebar
"ahhh begitu ternyata dia mantanmu ngeri juga ya, untuk gimana aku bisa mengenalnya sebenarnya aku sudah tau dia sejak lama kita berteman di sosmed" jawab ryu
"oh begitu, juga bagaimana kamu bisa tau dia ada dijalanan sepi? sebenarnya saat aku meneduh aku satu tempat dengan dia, aku mendengar dia bicara sama anteknya sambil melihatmu, dia bicara merencanakan pelecehan kepadamu dijalanan sepi itu, aku membuntutinya dari belakang tanpa sepengetahuan dia dan apa yang dia bicarakan benar dia lakukan lalu aku tanpa menunggu nunggu lagii langsung saja menerjang mereka yang hendak melecehkanmu, tapi yahh begitu aku berkelahi dengan mereka setelah aku menyuruhmu lari dari situ, aku terkena pukulan bagian belakang kepala dan berakhir pingsan aku tak tahu setelahnya tapi saat aku sadar aku berada dirumah sakit, dan beginilah akhirnya" jelas ryu
"hah apa kamu terluka parah?bagian mana yang sakit?apa sudah tak perlu lagi kerumah sakit?" tanya arinda dengan cemas
"haha santai santai, kamu bisa melihat sendiri bukan keadaanku sekarang?sehat wal afiat hahaha" ucap ryu dengan berbohong,
'sebenarnya sih berkat system jika tidak ada dia mungkin aku masih terkapar dirumah sakit entah sampai kapan' batin ryu
"huh aku kira kamu kenapa napa, tapi apa tak apa apa itu kepalamu?ga mengalami luka dalam kan? maaf karenaku kau terseret kemasalahku" ucap arinda lesu
"maaf tuan nona ini minumannya" sela mbok sarmi dan juga ada vera disana yang membawakan makanan ringan
__ADS_1
"ah iya mbok taroh saja di meja, makasih ya mbok, ver" kata ryu dengan ramah senyum
"iya tuan sama sama, sudah kewajiban saya, kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit mbok sarmi
"iya mbok silahkan"
"minum aja dulu dan makan itu seadanya ya"kata ryu ke arinda
"maaf sudah merepotkan, makasih" kata arinda sambil mengambil minuman yang sudah disuguhi
"arinda, dimana rumahmu?"
"rumahku ada di kost an belakang rumahmu, tadi kebetulan lagi nyari makan terus liat ada ribut ribut pas aku liat aku kaget liat kamu yang semalam udh nylamatin aku"
"oh begitu, kamu sekolah apa kuliah disini?"
"aku kuliah disini tujuan awal aku cuma ingin kuliah disini supaya lebih dekat dengan mantanku, tapi dia ternyata brengsek, suka main wanita sana sini, entah sudah berapa wanita yang dia rusak, untung aku sudah putus dengan dia"
"haha ya begitulah laki laki, tapi jangan sama ratakan semua laki laki dengan mantanmu, nanti sulit dapet jodoh hahahah" canda ryu sambil ngemil makanan yang disajikan oleh vera
"nggak, aku bukan perempuan alay" jawab arinda sedikit ketus
"yaudah ryu, aku mau pulang dulu gaenak disinii lama lama takut dikira apa apa sama orang lain"
"untuk apa tak enak? toh rumahku pinggir jalan dan juga gapunya tetangga, bebas bos" ucap ryu sedikit membusungkan dadanya
"yah benar juga tapi tetap tidak enak, sudahlah aku mau pulang dulu ya, juga makasih untuk minumannya dan juga terima kasih banyak untuk semalam mungkin aku gabisa ngasih apa apa untukmu, tapi jika kamu butuh aku. aku siap kapan aja, cari aja dibelakang kost an putri cuma ada satu pasti langsung ketemu, udah ya aku pulang dulu" ucap arinda sambil berdiri
"tunggu rin, minta nomormu boleh?ah tapi catat aja, tunggu bentar" kata ryu sambil berlari kearah dapur
"misi mbok mau minta kertas sama pulpen ada gak ya?" tanya ryu ke mbok sarmi yang kebetulan ada disana
"oh ada tuan ini silahkan"
"makasih mbok"
"sama sama tuan"
setelah dapat bendanya ryu kembali ke ruang tamu
"arinda ini catat aja, hpku remuk kkarena semalam hehe" kata ryu canggung
"ah maaf ya gara gara aku" kata arinda sambil mengambil kertas dan pulpennya
"gak apa apa resiko" kata ryu
"ini nomerku, yasudah aku pulang dulu ya" kata arinda sambil berjalan keluar
"iya, hati hati nanti kalo ada apa apa kesini aja"
kata ryu
"IYA" kata arinda sambil sedikit teriak karena jarak pintu dan ruang tamu sedikit jauh
__ADS_1
MAKASIH YANG TELAH MEMBACA KARYAKU YANG MASIH AMATIR INI, BANTU LIKE, COMMENT, DAN DUKUNGANNYA YA. TERIMA KASIH