
Untuk ryu sendiri dia sekarang menuju ke mall yang berada disamping toko handphone tadi.
"semoga saja tidak ada kejadian klise lagi disini nanti" kata ryu sambil memasuki mall itu.
.
.
.
setelah memasuki mall, ryu dapat melihat keramaian orang yang berlalu lalang, ada yang belanja dan ada yang sekedar main atau nonton.
ryu kini berada di lantai satu mall, mall itu sendiri ada 4 lantai yang mana lanta 4 diisi dengan perkantoran dan tempat CEO serta lainnya yang bekerja di Mall tersebut.
saat ini ryu sedang memilih milih baju di toko yang ada di lantai 1, ryu memasuki toko yang khusus untuk barang barang ber Merk. saat ryu sedang melihat lihat baju, ryu dikagetkan dengan suara pelayan toko itu
"selamat siang tuan, apa ada yang perlu saya bantu untuk mencarikan pakaian yang cocok untuk anda?" tanya pelayan itu dengan sopan, berbeda dengan saat ryu ingin membeli handphone nya dia mendapat hinaan.
"ah iya selamat siang mbak, ini saya mau nyari baju yang seukuran badan saya, apa bisa cari bantu?untuk harga tidak masalah" balas ryu dengan tidak kalah sopan
"apa tuan sedang mencari baju santai atau baju formal seperti kemeja jas dan lainnya?" tanya pelayan toko
"bebas mbak, yang penting cocok untuk saya saja" jawab ryu sambil tersenyum kearah pelayan
pelayan itu sedikit tersipu dengan senyuman ryu
'tampan sekali...' batin pelayan itu dengan senyum senyum sendiri melihat ryu
ryu yang bingung dengan sikap pelayan itu melambai didepan mukanya
"mbak, mbak, kok bengong katanya mau bantu saya cari baju?" tanya ryu dengan heran
"a-ah maaf maaf, anda tampan sekal- eh" kata pelayan itu dengan ceroboh, lalu dia menutup mulutnya serta menunduk malu
"ha ha ha, mbak bisa aja makasih ya, jadi mau bantu saya apa nggak nih?kalau nggak saya cari sendiri aja" kata ryu sambil tertawa canggung
"a a baikk saya bantu, mari ikuti saya tuan" ajak pelayan itu kearah tempat baju baju santai dia berjalan agak cepat karena malu dengan ucapannya.
'haish kenapa coba selalu tiap aku senyum gitu responnya, ada apa dengan senyumku ya' heran ryu, lalu dia mengikuti pelayan itu dari belakang sampe ke tempat baju santai
"tuan ini ada baju santai valentino warna hitam sangat cocok dengan selera pria tampan seperti anda, baju ini dibandrol dengan harga 5.100.000" kata pelayan itu dengan malu malu
"haha iya, boleh juga simple ga terlalu norak, oke lah aku pilih baju ini" kata ryu
setelah puas berbelanja baju serta pakaian lainnya kini dia sedang berada di kasir untukk menghitung jumlah belanjaannya.
"untuk semuanya 21.530.000 juta tuan, ingin bayar cash atau debit?" kata pelayan kasir dengan ramah, walau sekarang ryu hanya memakai kaos dan celana oblong pasaran yang harganya gasampe 100 ribu ditambah sandal jepit warna orange yanv selalu ia pakai.
"ini mbak saya bayar cash saja, oiya apa disini ada jasa pengiriman barang?" tanya ryu seraya menyodorkan sejumlah uang untuk membayar belanjaannya ke kasir
__ADS_1
"oh bisa tuan, apa perlu kita antar semua nya? kalau begitu tolong berikan alamat anda untuk kita antar ke tempat tinggal anda" kata kasir kepada ryu
"oh oke" kata ryu lalu memberikan alamat rumahnya
"oiya mbak sebelum itu apa bisa saya pakai langsung ini baju celana dan sepatunya?" tanya ryu sebelum pakaiannya dibungkus semua
"oh bisa tuan silahkan ambil yang mana yang ingin anda pakai" kata pelayan itu.
ryu memilih kaos valentinonya lalu celana pendek sepatu serta hoodie nike putihnya
saat ini ryu sedang berjalan didalam mall mencari cari keperluan lainnya.
setelah puas berbelanja kini dia keluar mall dengan gaya barunya yang tidak lagi mengenakan pakaian usangnya, ditambah kaca mata indoor berwarna putih menambah ketampanan ryu. ya ryu memang sudah tampan jauh sebelum adanya system di kehidupannya dia terkenal tampan, juga jago berkelahi dengan tehnik taekwondo nya.
saat ryu keluar mall mendapati banyak tatapan terutama dari para wanita
"hei lihat tuh ganteng banget yang pake jaket putih" kata salah satu wanita yang sedang bersama teman temannya
"ganteng banget, aktris kah? atau bulle?rambutnya silver kulitnya putih, keren banget" kata salah satu temannya. yang lain hanya melihat dengan terpesona oleh ryu, apalagi saat ryu memandangi mereka dan ditambah dengan senyumnya
"aaaaakkkhhh" kata mereka serempak yang salah tingkah oleh senyyum ryu
'kayanya memang ada yang aneh dengan senyumku ini' batin ryu malu lalu pergi dengan cepat dari pintu mall, lebih tepatnya menghindari para perempuan.
[tuan, bukan senyum tuan yang aneh, hanya saja tuan yang kurang peka dengan wanita, tuan tampan ditambah senyum manis tuan, mana ada wanita yang tak terpesona dengan tuan] kata system tiba tiba
"eh kamu sudah bangun?" jawab ryu. saat ini ia sedang duduk dibawah pohon taman samping mall
"ah baguslah, aku kesepian tak ada yang bisa aku ajak bicara selain para pelayan tadi, oiya apa kau tau? tadi aku sempat di remehkan ditoko handphone, yah aku balas saja dengan beli barang termahal mereka" curhat ryu
[iya tuan saya tau, saya sudah bangun saat anda memasuki toko handphone tadi] jawab system
"ya begitulah, namanya kehidupan selalu dipandang remeh jika kita tidak tampil mewah, apalagi oleh orang orang yang gila harta, tolak ukur mereka dari penampilan bukan dari kepribadian" jelas ryu
[sabar saja tuan, kedepannya anda tak akan mendapat hinaan seperti itu lagi, ya jika tuan sanggup menyelesaikan tiap misi yang saya berikan]
"aku selalu siap kapan saja, oiya apa ada rekomendasi untukku beli apa setelah ini?"
[motor atau mobil saja tuan, biar anda tidak repot repot menaiki angkot atau taksi lagi] saran wonma
"benar juga, kebetulan disana ada dealer motor yang bersebelahan dengan dealer mobil" kata ryu sambil melihat kedua toko
"yasudah aku akan beli keduanya dulu, sebelum itu berapa ya sisa uangku" kataryu sambil mengecek sakunya untuk menghitung uang uangnya.
uang ryu tersisa 850.000.000 juta
'semoga saja cukup untuk beli keduanya' batin ryu sambil berjalan kearah dealer motor terlebih dahulu.
saat ryu memasuki langsung disambut dengan ramah oleh pelayan muda, tapi tidak dengan para pelayan senior. lagi lagi ryu mendapat hinaann disana, padahal dia sudah memakai barang bermerk, ya mungkin mereka yang tidak mengenal merk mahal, jika mengerti pun mungkin akan menganggap palsu.
__ADS_1
"selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan muda
"siang, apa bisa carikan motor sport untuk saya? warna bebas dan tak perlu pedulikan soal harga" kata ryu kepada pelayan yang menyambut nya
"cowo miskin sok iya beli motor sport dan gak memandang harga, paling juga cuma bawa uang ga sampe 20 juta" kata salah satu pelayan senior yang memandangi sinis, ucapannya disetujui oleh para senior lainnya.
"apa yang kalian pedulikan?bahkan untuk membeli harga diri kalian aku masih mampu" kata ryu yang gamau bersabar kepada pelayan senior yang rata rata wanita, ya dia ga pandang bulu jika ada orang yang menghina dirinya bahkan jika untuk main tangan dia masih berani walau kepada wanita.
"hei hei kalem bro, jangan kasar kepada wanita, kau pria atau banci?" kata pelayan laki yang menyetujui ucapan rekan kerjanya
"gak kebalik yang bertanya?kau laki laki berkumpul dengan perempuan jika tidak kaum berak lancar lalu apa lagi? curi curi kesempatan? ga punya uang kah buat BO?" kata ryu yang ga kalah menusuk hati sambil tersenyum menghina
"kau.. jaga ucapanmu b*ngs*t!" kata pelayan laki itu dengan menerjang ryu dengan pukulan, rekan kerja lainnya yang laki laki hanya melihat dia, karena dia adalah pekerja paling senior dan paling dekat dengan manager dealer, makanya tidak ada yang berani melerai.
ryu dengan mudah menghindari pukulan amatir itu, dia bergeser kesamping kiri lalu menendang kepala pelayan itu dengan sediikit tenaga, karena ryu tak mau terlalu repot jika ada apa apa.
BRAK
pelayan itu tersungkur kebelakang sebab ryu menendang tepat dimukanya, tampak darah keluar dari hidung pelayan laki itu
"hei apa yang kau lakukan?kalau miskin ya miskin saja gaperlu sampe kasar ke orang lain" kata pelayan wanita yang tadi menghinanya, sedangkan pelayan wanita lainnya ada yang melapor kepada manager ada juga yang membantu pelayan laki laki untuk berdiri juga dibantu oleh pelayan laki laki lainnya.
"kau gila apa gimana? kau lihat dia hendak memukulku, lalu aku aka berdiam diri dan menerima pukulannya?jangan melucu" kata ryu membela diri tanpa ada kepanikan seendiri walau rame yang melihatnya
"bre-brengsek, pengecut sekali kau menyerung daari samping" kata pelayan yang ditendang ryu dengan sedikit gemetar pasal dia menerima tendangan yang keras dimuka nya sampai memerah serta mimisan
"huh? oh kalian sepasang kekasih kah? haha pantas cocok seekali tak tahu malunya, aku pengecut?atau kamu yang tidak bisa berkelahi?jangan sok jika gabisa apa apa jadi laki laki, kau juga ****** apa apaan mukamu itu, tebal sekali bedaknya ditambah itu gigi offside apa gimana maju jauh sekali sampai nutupin jalan hahaha" ejek ryu tak ada habisnya sambil tertawa melihat keduanya. keduanya hanya bisa menggertakan gigi pasalnya yang diucapkan ryu itu benar adanya, tidak bisa bertarung dan gigi yang offside.
"hahaha kejam juga dia"
"hahhaha sial seru juga"
"gila dia ga mikirin perasaan orang lain hahaha"
kata kata para penonton yang melihatnya sambil tertawa kecil.
"aku bukan lelaki naif yang akan menerima segala hinaan apalagi yang menyangkut pautkan harga diriku, mau kau lakii laki atau perempuan, jika menghinaku aku takkan segan menyakiti kalian, bahkan kefisik sekalipun. oiya yang aku ucapkan itu benar adanya coba beerkaca tu dispion motor hahaha" jelas ryu yang ditambah hinaan.
tak berselang lama, datang dua orang yang berpakaian rapi keduanya berjalan dengan tergesa gesa.
"hei hei ada apa ini, bubar bubar ini bukan tontonan" kata orang yang berjas crem, yang dibelakangnya ada orang berjas biru
'hah sial ada apa lagi ini, kenapa ada hal beginian saat CEO berkunjung' batin orang ber jas biru. ya orang yang berjas biru itu manager di dealer tersebut, dan orang yang berjas crem adalah CEO nya
"bapak untung anda datang sekarang jika tidak mungkin orang miskin ini akan mengamuk lagi" kata pelayan lelaki yang mimisan hidungnya karena di tendang ryu
"apa yang kamu maksud?" tanya ceo
"dia pak, dia tidak mampu membeli motor lalu malah mengamuk dan menghajar saya" fitnah pelayan laki sambil menunjuk kearah ryu
ceo mengikuti arah yang ditunjuk karyawannya, dia begitu kaget oleh apa yang dia lihat pasalnya dia familiar dengan ryu
__ADS_1
"kamu..."
makasih telah membaca novel saya, maaf kalau ada kata yang salah dan tak mengenakkan, mohon bantuannya like, comment, dan voted ya. makasih...