
"arinda ini catat aja, hpku remuk kkarena semalam hehe" kata ryu canggung
"ah maaf ya gara gara aku" kata arinda sambil mengambil kertas dan pulpennya
"gak apa apa resiko" kata ryu
"ini nomerku, yasudah aku pulang dulu ya" kata arinda sambil berjalan keluar
"iya, hati hati nanti kalo ada apa apa kesini aja"
kata ryu
"IYA" kata arinda sambil sedikit teriak karena jarak pintu dan ruang tamu sedikit jauh
.
.
.
Setelah kepergian Arinda kini cuma tinggal ryu di ruang tamu
"hah lebih baik aku lihat lihat dulu rumah ini"
ryu pergi meninggalkan ruang tamu dan pergi melihat lihat isi rumah nya.
setelah puas dengan melihat lihat yang mana ada kolam renang dan beberapa kamar serta halaman bermain dibelakang rumah, kini ryu sedang berada didalam kamarnya berbicara dengan system
"hei wonma"
[iya tuan ada apa?]
"apa tidak ada misi harian atau misi khusus untukku sekarang?"
[untuk misi akan dimulai besok, sekarang nikmati dulu semua yang ada, karena besok mungkin anda akan jadi sibuk oleh misi] jelas system
"ah begitu, benar juga katamu. oiya katamu aku mendapat uang dan tiket peningkatan system ke lvl 2? dimana itu?" tanya ryu
[untuk uang anda ada didalam laci meja samping kasur tidur anda sekarang, dan tiket peningkatan lvl ada di iventory tuan, apa tuan akan meningkatkan system sekarang juga?]
"baik kalau begitu tingkatkan aja sekarang, mungkin aku akan tidur habis ini karena masih jam setengah sepuluh"
[baik tuan silahkan anda tidur, system akan memulai peningkatan]
"oke" jawab singkat ryu
[PENINGKATAN SYSTEM DIMULAI, HARAP TUAN MENUNGGU DENGAN SABAR]
[1 , 2 , 3...]
samar samar suara system terdengar dikepala ryu saat dia sudah mulai tertidur.
12.30 P.M
ryu terbangun dari tidurnya karena mengalami mimpi buruk
"hah hah hah, apa apaan tadi itu, mengapa aku melihat seorang anak kecil yang diculik?dan kenapa aku bisa setegang ini hanya karena mimpi?"
[mungkin itu bunga mimpi tuan tak perlu cemas]
jawab system tiba tiba dengan suara anak kecil laki laki
"heh apa kau system?mengapa suaramu berubah yang tadinya kaku sekarang jadi kaya anak kecil periang?"heran ryu saat mendengar suara system dikepalanya
__ADS_1
[hmm, apa tuan mengejekku?aku bukan anak kecil, ya mungkin ini begini karena levelku masih kecil, tapi aku sebenarnya lebih tua dari tuan] jawab system / wonma dengan sedikit kesal, tapi itu malah membuat ryu merasa lucu
"hahaha kamu kaya anak kecil beneran suka merajuk begitu" goda ryu
[aku bukan anak kecil dan gak lagi merajuk]
"hahahahha iya iya sipaling bukan anak kecil" jawab ryu sambil tertawa
"nah wonma, apa kau sudah menyelesaikan peningkatannya?"jawab ryu
[kalo belum gamungkin saya menjawab tuan dasar bodoh]jawab system dengan sedikit ketus
"ah sudahlah ditanya baik baik juga, mending aku pergi jalan jalan sekarang, oiya katamu uangku ada didalam laci, mari kita lihat ada berapa uang itu" jawab ryu tanpa dijawab lagi oleh system.
saat ryu membuka lacinya dia begitu terkejut dengan tumpukan uang yang tertata rapi didalam laci dengan begitu banyak
"astaga berapa banyak uang ini yang kamu berikan wonma?" tanya ryu dengan kaget
[hitung lah, udah besar masak gabisa ngitung udah ada nominal disetiap buntelan uang hitung sendiri jumlahnya, system mau tidur]
"yaelah gitu aja masih ngambek kau ini, eh kau bisa tidur?" tanya ryu
tapi tak ada jawaban lagi dari wonma, sebenarnya dia tidak tertidur hanya berdiam diri melihat ryu dari dalam tubuh ryu.
"yasudah mending ngitung aja uang ini, 10 juta, 20 juta...10 miliar, buset ini uang apa daun banyaka amat" ryu tercengang dengan jumlah uang yang begitu banyak saat ini yang ia punya, dia heran kenapa begitu banyak uang yang didapat dari system.
"hei wonma ini uang asli kan? gapalsu kan?masa uang sebanyak ini palsu" tanya ryu bertubi tubu ke system
[kalau menanya itu satu satu jangan langsung banyak begitu, ya itu uang asli lah, tuan meremehkan system apa gimana ceritanya?]
"ngga ngga bukan begitu, tapi ini banyak banget, gimana aku ngehabiskannya"
[ya tuan belanjakan saja, tuan sekarang belum punya alat alat pribadi kaya hp, mobil, motor, pc, laptop dll]
"benar juga mending aku beli barang dan juga pakaian, uhh pakaianku usang sekali sekarang pantas dibilang orang udik" kata ryu sambil garuk garuk kepala belakang yang tidak gatal
" ya semoga aman jika tetap didalam laci"
kini ryu sedang berada didepan rumahnya yang kebetulan dipinggir jalan, dia menunggu ada angkot lewat. setelah beberapa saat ada angkot yang lewat dan ryu memberhentikannya.
setelah perjalanan menuju ketempat yang dituju ryu, kini dia sedang berada didepan sebuah toko handphone. saat ia masuk toko handphone tsb dia mendapati tatapan sinis dari pekerja toko handphone itu
"hei lihat tuh ada orang miskin, paling juga cuma lihat sama nanya nanya harga doang, sana ladenin kamu juga masih baru bekerja kan disini?" kata pekerja wanita yang senior kepada pekerja yang belum lama ini bekerja di toko tersebut
"mbak jangan menghina orang dari penampilan, siapa tau dia low profile, pokoknya gabaik berpandangan begitu" kata pekerja yang belum lama bekerja disitu
"yaaa yaaa, yaudah sana ladenin, aku mau ladenin orang yang disana pake jas saja" kata pekerja senior sambil melenggang pergi
'huh ada ada aja dia, yasudah lah mending aku bantu dia aja' batin pekerja baru itu
"selamat siang tuan selamat datang ditoko kami, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pekerja wanita yang tadi bicara sama seniornya
"ahh akhirnya ada yang membantu ku, siang juga mbak, ini saya mau nyari hp yang keluaran terbaru apa ada mbak?" tanya ryu ke pekerja tsb, pasalnya selama ini dia cuma memegang hp jadulnya yang hanya bisa buat sms dan tlfn itupun sudah remuk dirusak ghifari dan anteknya
"ada tuan, anda mau merk apa biar bantu carikan" jawab pekerja itu dengan tersenyum ramah.
sebelum ryu menjawab sudah ada suara wanita yang terdengar menghina kearah ryu
"heeehhhh orang miskin mau nyari barang terbaru? apa ga ketinggian mimpi mu?memang kamu mampu?" kata pekerja senior tadi dengan meninggikan suaranya yang membuat orang orang disekitar melihat kearahnya
'beginilah kehidupan, selalu saja dipandang sebelah mata hanya karena tampilan' batin ryu dengan sedikit kesal karena ucapan pekerja tsb
"maaf aku bukan tidak mampu, tapi lebih dari mampu hanya dengan membeli barang termahal disini" jawab ryu dengan tenang sambil melihat pekerja yang tadi mengatainya
__ADS_1
"barang paling mahal? hei bangun ini masih siang main mimpi mimpi aja" kata pekerja itu sambil tersenyum sinis kearah ryu
"dilihat dari mana aja dia kelihatan miskin apa mampu dia beli barang termahal disini?"
"entah tuh, padahal barang paling murah saja disini 4 jutaan"
"coba lihat pakaian dia, usang dan juga apa apaan sandal jepit itu, dikira barang disini cuma puluhan ribu kaya pakaian dia kali ya"
suara suara menghardik terdengar dari para pengunjung tsb yang melihat kejadian ryu dihina oleh pekerja senior itu.
pekerja senior yang mendengar perkataan para pengunjung pun tersenyum menang, tapi berbeda dengan ryu, dia sudah menggelap karena emosi tapi masih bisa dia tahan.
"maaf mbak apa bisa ambilkan sekarang juga barang terbaru dan termahal kalian disini? saya bisa membelinya dengan cash tanpa cicilan sekalipun" tegas ryu kepada pekerja yang tadi hendak membantunya
"baik tuan tunggu sebentar" jawab pekerja baru
"alahh soksokan mau beli barang termahal, lliat saja nanti juga kau akan jantungan dengan harga nya" kata pekerja senior dengan tersenyum menghina
"oke tunggu saja siapa yang akan tertawa diakhir"
kata ryu
"oke kita lihat, semuanya menjadi saksi jika orang miskin ini dapat membeli barang termahal aku rela sujut dan mencium kakinya, semuanya dengar kan!!" kata pekerja senior itu, untung manager toko tsb sedang tidak ada, mungkin jika ada dia akan terkena batunya karena dalam prosedur pelayanan harus melayani pengunjung dengan sopan tanpa memandang penampilan.
tak selang beberapa lama pekerja baru datang dengan membawakan satu kotak hp dengan isinya.
"permisi tuan maaf membuat anda menunggu, ini handphone keluaran terbaru yang toko kami miliki, merknya Iphone 15 ProMax, handphone ini sangat mumpuni unt-" ucapan pekerja tsb terpotong saat sedang menjelaskan spesifikasi hp yang dia bawa oleh ryu
"berapa harganya?" tanya ryu tanpa bertele tele, karena dia yakin barang itu tak sampai 50 juta, bahkan jika ratusan juta dia masih sanggup membayar karena dia membawa uang 1 Milyar
"untuk harga handphone ini dipatok dengan 49.999.999 juta tua"kata pekerja baru itu dengan sedikit ragu dan sedikit membenarkan perkataan pekerja seniornya 'ahhh apa dia beneran mampu ya?jika tidak kasihan dia akan menerima hinaan yang lebih parah llagi nantinya' batin pekerja itu dengan melas kepada ryu.
tapi kejadian berikutnya membuat seisi toko senyap, sebab mereka semua melihat ryu mengeluarkan segepok uang merah dari dalam tas slimpbag nya yang sedari tadi dia bawa
"ini hitung saja, jika ada kelebihan itu bonus untukmu"
kata ryu sambil menaroh uang diatas meja disamping handphone yang akan dia beli.
pekerja baru itu kaget tapi tidak lama lama dia mulai menghitung uang ryu
"uangnya 60 juta tuan, ini kelebihannya saya kembalikan" kata pekerja itu sambil menyodorkan uang sejumlah 10 juta ke ryu
"sudah aku bilang, itu bonus untukmu karena sudah membantuku mencari hp" kata ryu sambil tersenyum, pekerja yang melihat senyum ryu terpesona
"a-ah iya, te-terima kasih tuan, sebentar saya urus dulu pembayarannya" kata pekerja itu sambil menyiapkan beberapa hal yang perlu dia siapkan
"nah sekarang apa kamu akan sujud dan menjilat kakiku?kebetulan aku belum cuci kaki dari tadi pagi haha" kata ryu kearah pekerja senior.
pekerja senior itu kelabakan dia mulai panik pasal dia sudah berjanji didepan banyak orang akan bersujud dan menjilat kaki ryu jika dia mampu membeli, bahkan memberi bonus 10 juta ke pekerja baru tadi. pekeja senior bingung harus apa, tapi keadaan memaksa dia melakukan apa yang dia bicarakan sebelumnya
"tunggu apa lagi, sini sujud dan jilati kakiku, kenapa?kamu panik?kenapa panik, kan kamu sendiri yang bilang tadi?didepan banyak orang pula" kata ryu sambil tersenyum menang
"ah sudah lah lagi pula hp nya sudah diurus, cuma satu yang perlu kamu ingat, JANGAN PERNAH MENILAI SESUATU DARI SAMPULNYA. ingat itu baik baik" kata ryu penuh penekanan.
selepas dia berbicara begitu dia mengambil tas tempat hp nya disimpan lalu pergi keluar tanpa menghiraukan bisikan bisikan dari para pengunjung lainnya.
sedangkan didalam toko.
brugg. ya benar itu suara pekerja yang terduduk dengan kasar dilantai, dia begitu lemas, bukan hanya karena malu tapi dia begitu menyesal telah berbicara dengan arogan ditambah dia melihat uang 10 juta melayang begitu saja diterima pekerja baru yang tadi dia suruh untuk melayani ryu, yah menyesal itu ada diakhir.
"nah mbak apa yang aku bilang benarkan? siapa tau dia low profile, dibanding kita dia berada jauh diatas mbak gak llihat bagaiamana dia dengan gampangnya memberi 60 juta tanpa menawar?sedangkan uang segitu banyaknya bisa kkita dapatkan dengan gaji belasan bulan kita, dan kemana perginya orang berjas yang tadi mbak layani?oiya pergi ya karena uang nya gacukup untuk beli barang disini?makanya mbak jangan melihat orang hanya karena penampilan, sekarang kamu menyesalinya kan?jangan diulangi lagi" kata pekerja baru tadi dengan panjang kali lebar kali tinggi.
untuk ryu sendiri dia sekarang menuju ke mall yang berada disamping toko handphone tadi.
__ADS_1
"semoga saja tidak ada kejadian klise lagi disini nanti" kata ryu sambil memasuki mall itu.
Maaf jika ada salah kata atau kata yang tidak pantas, mohon bantuan like, comment dan vote nya. Terima Kasih.