Kekayaan Instan Dengan SYSTEM

Kekayaan Instan Dengan SYSTEM
Eps. 13 kebetulan


__ADS_3

"hah baiklah, lagi pula aku akan mendapatkan lagi" kata ryu sambil menekan tombol beli


[POINT SYSTEM TERPOTONG 400, PIL PENGHILANG INGATAN SUDAH TERBELI, PIL BERADA DIKANTUNG TUAN]


[STATUS]


-profil-


Nama : Kim Ryu, 18 tahun


Tinggi&Berat Badan : 170cm , 47kg


Level : 2/10


-stat-


Kepintaran : 7(Jenius) (7/100)


Kekuatan : 8(diatas rata rata) (0/100)


Kecepatan : 8(diatas rata rata) (0/100)


Kebugaran : 10(sehat) (10/10)


-iventory-


~


-kekasih-


~


Point System : 102


[SEKIAN TUAN]


.


.


.


[TIT]


[MISI BERHASIL DISELESAIKAN,


HADIAH : - UANG 10 MILYAR


- 100 PASUKAN BAYANGAN


- POINT SYSTEM 1000]


[STATUS]


-profil-


Nama : Kim Ryu, 18 tahun


Tinggi&Berat Badan : 170cm , 47kg


Level : 2/10


-stat-


Kepintaran : 7(Jenius) (7/100)


Kekuatan : 8(diatas rata rata) (0/100)


Kecepatan : 8(diatas rata rata) (0/100)


Kebugaran : 10(sehat) (10/10)


-iventory-

__ADS_1


- UANG 10 MIILYAR


- 100 pasukan bayangan (non aktif)


-kekasih-


~


Point System : 1102


[SEKIAN TUAN]


setelah selesai melepaskan ikatannya, ryu langsung menggendong si perempuan tsb. tapi bodohnya, dia datang ketempat itu malah membawa motor.


"bodohnya diriku malah membawa motor kesini, mana ni bocah pingsang" gerutunya


ryu langsung menelfon roger untuk membawakan mobil, setelah beberapa menit menunggu akhirnya mobilnya datang.


"maaf tuan saya seedikit terlambat" kata roger


"tidak apa-" kata kata ryu terpotong


"silvi, kamu tak apa? hiks hiks" kata laki laki yang tadi minta bantuan kerumah ryu, perempuan atau adik dari laki laki tersebut bernama silvi


"hei dia masih pingsan sabar saja, dia tidak apa hanya pingsan mungkin karena ketakutan" kata ryu sedikit berbohong


"ah maaf maaf, aku takut adikku kenapa napa" kata laki laki itu


"dia baik baik saja, bawa dia ke mobil dan bawa pulang ke rumahku saja untuk berjaga jaga" kata ryu


"eh tunggu" kata ryu sambil merogoh sakunya


"ada apa tuan muda" kata roger, sedangkan laki laki yang memasukan adiknya hanya menoleh setelah menidurkan adiknya dijok belakang kemudi


"ini untuk adikmu, minumkan kalau dia sudah bangun, paman ada minuman kan dimobil?"


"ada tuan"


"baiklah, kalian berdua naik mobil akan aku ikuti dari belakang"


"tuan muda anda tidak apa apa?" kata mbok sarmi dengan raut wajah khawatir sama dengan yang lainnya apalagi vera dan sindi


"kak ryu tak apa apa kan? tak ada yang terluka kan?" kata vera


ryu tersenyum bahagia melihat respon pelayannya, dia senang sebab dikhawatirkan oleh orang lain, karena selama ini ryu hanya hidup sebatang kara.


"saya baik baik saja mbok, vera, lihatkan tak ada bekas luka ditubuh kak ryu" kata ryu sambil memutarkan badannya


"fyuh untunglah, anda baik baik saja. saya takut mereka beramai ramai tuan" kata mbok sarmi


"untunglah kakak tak apa apa" kata vera sambil memeluk ryu


"ahahaha lepasin dulu ver, ini ada orang pingsan gaenak lama lama, ayo bawa masuk dulu"


setelah menidurkan silvi dikamar tamu, kini ryu sedang berbicara dengan laki laki tak dikenal yang meminta bantuan kepada ryu


"bagaimana adikmu bisa diculik?oiya siapa namamu" tanya ryu


"maaf tuan saya belum memperkenalkan diri, nama saya kim saka, awal kejadian saat saya sedang berjalan saya tak sengaja melihat anda bertarung dengan mereka dijalanan sepi, saya tak berani keluar atau pun melerai, saat anda melepaskan mereka sialnya mereka menemukanku, mereka menodong saya untuk memberikan bantuan ke mereka jika tidak saya akan dihajar, saya tak bisa apa apa saya hanya menurut dan mengantar mereka kerumah sebab diajak ke rumah sakit mereka tak mau. nah saat sudah sampai dirumah saya, mereka langsung meletakkan teman mereka yang tertidur ke kursi, sedangakan yang lain hanya duduk duduk saja, saat saya didapur bbersama adik saya, tak tahunya mereka tiba tiba memukul leher belakang saya dengan keras hingga berakhir pingsan"


"saat saya sadar, saya tak menemukan adik saya, hanya menemukan secarik kertas yang berisi nomor telefon, langsung saja saya telefon-" penjelasannya ryu potong begitu saja


"baik baik, kurang lebih aku paham selanjutnya bagaimana, oiya kau umur berapa?" tanya ryu


"17 tahun tuan, saya besar di panti asuhan bersama silvi, saya diberi rumah kontrakan sederhana oleh pihak panti tapi tidak dengan uang pesangon, silvi sendiri dia ngeyel ingin ikut bersama saya, jadi mau tak mau pihak panti melepaskan dia" jawab ryu


"hanya selisih 1 tahun, tak perlu formal panggil saja ryu"


"baik tu- ryu"


"kau mulai sekarang tinggal saja dirumahku, kebetulan masih banyak kamar kosong, tinggalkan rumah lamamu, untuk pakaian dan keperluan lainnya biar aku yang urus" kata ryu


"terima kasih tuan eh ryu, tapi aku tak enak, sudah meminta bantuan seenakanya malah sekarang mau numpang juga" kata saka tak enak

__ADS_1


"ini bayaran untukmu telah minta bantuan seenaknya, juga sebagai teman dirumahku. kau tau sendiri disini hanya ada aku dan pelayan pelayanku tadi"


"baiklah jika kamu memaksa, terima kasih banyak ryu"


"tak perlu sungkan, anggap saja rumah sendiri, oiya saka kau belum makan kan? bangunkan saja adikmu ajak dia makan malam bersama, jangan lupa suruh dia langsung minum pil yang aku beri tadi"


"pil apa itu sebenarnya" jawab saka sudah agak merasa akrab dengan ryu


"itu bukan aneh aneh, cuma obat penenang takutnya dia mengalami trauma mendalam atau ketakutan berlebih" jawab ryu ber alasan


"baiklah"


setelah beberapa saat, mereka semua berkumpul diruang makan


"paman roger dan lainnya, bisa bantuin geser meja dan kursinya gak?" tanya ryu


"bisa tuan"


"baiklah, geser kesebalah kanan aja, oiya mbak nur gausa ikut ikut, ambilin ksrpet atau lainnya saja buat alas disini, kita makan lesehan saja ramai ramai"


"siap tuan" kat mbak nur semangat


"haha ada ada saja"


tak berselang lama saka,silvi dan mbak nur datang berbarengan


"kita beri alas dulu baru tata kembali makanannya" kata ryu


"nah sudah selesai, mari makan, saka silvi makan aja gausah sungkan, semuanya sudah kenalkan?" tanya ryu sambil mengambil makanan kesukaannya yaitu nasi goreng ditambah telur dadar


"terima kasih kak ryu" kata silvi sambil menunduk, dia begitu karena perintah saka untuk beersikap sopan ke ryu


"adikku nambah satu nih hahaha, sudah sudah ayo makan, silvi kamu makan yang banyak" ryu begitu bukan karena hanya pilih pilih, sebab dia merasa kasihan melihat fisik silvi yang kurus rambut panjang seperti tak terawat, untuk saka sendiri perawakannya sama persis dengan ryu tinggi putih berisi.


seetelah selesai makan, ryu, saka, dan silvi sekarang berada di halaman belakang rumah ryu kebetulan disana ada meja dan kursi juga


"sak kau ngrokok? nih surya rokok aja" kata ryu sambil menghidupkan rokokknya


"ah aku gak ngrokok" sebenarnya dia merokok hanya saja selalu dimarahin silvi jika dia tahu, sekarang saja silvi langsung mmencubit pinggang saka, hanya dia tahan saja. biasalah gengsi


"baiklah, padahal habis makan enaknya ngrokok, apalagi ada kopi hangat gini malem malem beuh" kata ryu menggoda saka


"ah iya" kata saka sambil menyingkirkan tangan silvi, ryu sebenarnya tahu dia hanya tersenyum geli melihatnya


"oiya saka tadi kau bilang namamu kim saka? itu nama marga atau diberi panti?" tanya ryu penasaran, dia kepikiran kembali ttg keluargnya yang masih menjadi misterius saat ini


"iiya kim saka kenapa? itu katanya saat aku masih bayi aku dititipkan ke panti asuhan oleh seseorang yang berpakaian tertutup kata pemilik panti, dan nama ku sudah ada sebelum aku dititipkan katanya, nama mu sendiri hanya ryu atau ada yang lain?"


"aku kim ryu, aku tak ingat apa yang terjadi saat masih kecil, ingatanku hanya sebatas kelas 6 sd, saat itu aku hidup bersama orang tua ku di desa, tapi tiba tiba mereka berdua dibunuh oleh orang tak dikenal, aku lari dari rumah kearah persawahan yang kebetulan dekat dengan rumah, aku berdiam diri disana sekitar setengah jam, saat aku kembali kerumah aku mendapati kedua orrang tuaku meninggal dengan mengenaskan, aku menangis sejadi jadinya, aku mengingat apa yang sering diucapkan oleh orang tuaku. jika saat mereka sudah tidak ada, aku disuruh mengambil uang didalam lemari dan pergi ke kota M" jelas ryu sambil menghirup rokoknya sebentar, silvi dan saka yang mendengarkan merasa kasihan, walau nasib mereka sedikit berbeda tapi entah kenapa mereka bertiga merasakan sakit yang sama


"akhirnya aku pergi ke kota ini saat masih sd, aku hidup dengan uang yang ada, membeli makan, minum dan mencari tempat untuk tidur dan berteduh, serta bekerja sebagai pembawa barang dipasar, hingga ssekarang inilah hasilnya aku hidup disini, oiya nama kita sama sama memakai kim kebetulan sekali ya" kata ryu


"maaf aku malah tak sengaja menggali kenangan burukmu" kata saka tak enak


"eh tak apa justru aku yang minta maaf malah curhat tiba tiba, oiya silvi nama lengkapmu juga memakai kim kah?"


"aku silvi cannavaro kak" jawab silvi


"ohh beegitu, sudah begitu malam, masuk yok. kalian sekolah?" tanya ryu sambil berjalan masuk bersama mereka bertiga


"ngga, aku bekerja sebagai pelayan cafe silvi sendiri mengurus rumah sebelumnya, aku tak punya biaya untuk sekolah" kata saka bersedih


"kau keluar saja dari pekerjaanmu besok, dan ikut aku. apa kau punya keahlian bisnis?" tanya ryu


"keluar? kalau keluar aku dan silvi makan apa?" tanya saka heran dengan ucapan ryu


"ada aku, sudahlah turuti saja kataku, akuu mau tidur dulu capek" kata ryu tnpa menghiraukan jawaban saka


.


.


.

__ADS_1


TERIMA KASIHH SUDAH MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE ,COMMENT, DAN VOTEDNYA. TERIMA KASIHHHH


__ADS_2