
mobil kei berhenti di parkiran sebuah resto karena rei merengek untuk mengisi perut yang sedari abis berenang hanya kemasuka snack aja..melihat hana yang tidak menyadari mobilnya sudah parkir kirei pun mencolek lengan hana..hana tersentak kaget ..
"kenapa sih lu..daritadi ngelamun mulu?"tanya kirei kebingungan
"kalian ngerasa gak sih kalo sikap uki tiba-tiba berubah??"tanya hana meminta penilaian
"ah itu cuma perasaanmu aja kali han."jawab kei yang memang tidak merasa apa yang di rasakan oleh hana.
"yaudah ayook turun keburu koid ni."ajak kirei tangan satu disilangkan miring dileher memberi tanda "mati"
"iya..iya..."jawab hana yang mengikuti mereka turun dari mobil..
mereka duduk di meja yang kosong dan segera memesan makanan...karena perut yang begitu lapar mereka memesan banyak macam makanan.setelah berapa lama pesanan diantarkan oleh pelayan resto mereka segera menikmatinya dengan lahap.
"han..udahlah..jangan terlalu dipikirkan."kei membujuk hana yang tidak berselera makan..
"eh i..iya...jawab hana terbata
"lihat tuh sampingmu han...makana udah kayak kerasukan setan"ejek kei kepada kirei
__ADS_1
"iya..setan laperrr..hahahha."kirei mencoba melucu
mereka menyelesaikan makan dan segera pulang mengantar hana terlebih dahulu sebelum jam malam kostnya habis atau hana akan mendapat masalah.
setelah mengistirahatkan tubuhnya,sekarang hana bersiap berangkat kerja karena pagi ini hana mendapat shif pagi..hana akan melihat apa benar hanya perasaan atau memang uki sedang mendiamkannya.
sesampai di cafe hana segera berganti pakaian dan segera melaksanakan tugasnya..
beberapa kali ia mencoba menyapa uki namun uki terlihat terus menghindar..hana semakin yakin jika uki sedang marah terhadapnya meskipun dia sendiri bingung apa alasan dibalik kemarahan uki kepadanya..
waktu terasa lebih lama berjalan tidak seperti biasanya..mungkin karena suasana hatinya yang sedang dalam kebingungan juga atmosfer di tempat bekerja yang mendadak sangat sendu.meskipun karyawan lain masih seperti biasa namun hana merasa ada yang kurang jika uki mengacuhkan keberadaannya..
tak lama hana menunggu.hana juga sudah rapi dengan pakaianya bersiap pulang.uki masuk keruang ganti terlihat kikuk ketika menyadari ada hana duduk dikursi..uki tidak mungkin berbalik tapi juga gak mungkinbpura-pura baik karena hatinya masih belom memaafkan pemandangan yang ia liat sewaktu di villa..
"ki..kenapa kamu ngediemin aku??"tanya hana menghentikan uki yang akan masuk ke kamar mandi
"apa maksud kamu han..aku biasa saja."elak uki dengan nada datar
"ki..jangan bohong ki..mungkin yang lainya gak merasa perubahan sikapmu setelah sarapan terakhir di villa..namum aku sangat menyadari ki..kenapa??"tanya hana sedikit dengan nada keras
__ADS_1
"kenapa??masih tanya kenapa??"jawab uki dengan suara yang tak kalah keras
"coba tanyakan pada dirimu sendiri..selama di villa kamu ngapain aja??"ketus uki
"emang apa yang tlah aku lakuin ki?"hana tak tau kemana arah omongan uki
"kamu bilang kamu gak punya rasa sama kei..bahkan kamu bilang akan mendukungku...tapi apa??..kamu menusukku dari belakang han."teriak uki emosi
"apa maksudmu ki??kami benar-benar tak ada hubungan lebih ki.."hana mencoba menjelaskan..
"jadi kamu bisa ya bermesraan sama laki-laki yang gak punya hubungan spesial sama kamu?sungguh aku tak mengira kamu serendah itu han."ejekan uki membuat hana terluka..
dihatinya dia meras tak terima oleh perkataan uki.
"jaga ucapanmu ki..jangan melebihi batasan ki.!"hana memperingatkan dengan tegas
"harusnya kamu yang jaga harga dirimu han..jangan serendah itu..mau melakukan bahkan bersama orang yang tidak ada hubungan..aku melihatnya han...aku melihatnya..apa yang kalian lakukan di villa sebelum sarapan."uki mendorong tubuh hana dengan keras sehingga hana mundur beberapa langkah karena hentakan uki..
kemudian uki berlari keluar ruang ganti masih mengenakan baju kerjanya..
__ADS_1
hana masih syok dengan kata2 uki yang menyakiti hatinya..sahabatnya itu menilai rendah dirinya untuk sebuah kejadian yang tidak sengaja..tapi sebelum hana bisa menjelaskan apa yang terjadi uki sudah menghakiminya dengan penilaian yang gak pantas.perih...sangat sakit hati hana.