
hana pulang dari kerjaan dengan perasaan yang bercampur aduk..dia tidak tau harus bagaimana menjelaskan kejadian itu kepada uki..hana merebahkan tubuhnya diranjang dengan mata terpejam tapi air mata terus mengaliri pipinya..
(nada dering ponsel hana terdengar)hana berharap itu dari uki..namun ternyata kireilah yang menelpon..
"halo...lama banget sih han angkatnya?"protes kirei sebelum hana mengucapkan salam.
"maaf aku tertidur tadi."jawab hana bohong
"apa?kamu tertidur??kamu melupakan sesuatu ya??"tanya kirei menggantung
"tidak..sepertinya aku tidak melupakan apapun rei.."hana masih belum menyadarinya
"kamu seharusnya sudah dirumahku saat ini..kamu gak mau anter aku kebandara??"kesal kirei karena han melupakan jadwal keberangkatannya
"astaga..ya ampuun...aku bener-bener lupa."jawab hana sambil menepuk keningnya sendiri..tapi tersadar jika dengan kejadian ini hana mempunyai alasan untuk menghindari kei agar uki tidak semakin salah paham
"tu kan kamu gak sayang ma aku lagi.."ucap kirei merajuk
"bukan gitu rei..aku sedikit gak enak badan tadi jadi aku ketiduran setelah minum obat..maaf ya aku gak bisa antar kamu ke bandara."kata hana selembut mungkin
"baiklah kalo memang kamu sedang gak fit..gak papalah..yaudah aku pamit ya..sampai ketemu lain waktu."pamit kirei meskipun ada rasa kecewa karena hana tidak bisa mengantarkan ke bandara.
hari ini hana sengaja bertukar shif dengan karyawan yang lain karena tak ingin satu shif dengan kei..dia benar-benar gak ingin menimbulkan kecurigaan lagi..
disisi lain kei mulai merasa ada yang aneh dengan hana..dia selalu menghindarinya..bahkan tak mau mengangkat telpon atau sekedar membalas chatnya.
hana segera berangkat kerja sore itu..dia tidak satu shif dengan uki ataupun kei..itu membuat hana sedikit lebih tenang daripada dia harus bekerja dengan atmosfer yang membuatnya gak nyaman.hana melakukan pekerjaannya dengan sangat enjoy ketika beberapa pengunjung yang sangat ia kenali menghampirinya..ya mereka adalah boyband cantik termasuk kei yang sengaja mengundang sahabat-sahabatnya itu untuk makan malam di cafe tempatnya bekerja.karena hanya dengan alasan itu mungkin hana bisa diajak sedikit mengobrol dan syukur -syukur bisa mendapat alasan atas kecurigaannya.
__ADS_1
"hanabira..kami akan memesan."takaya memberikan kode
"baiklah..apa pesanan kalian?"tanya hana formal
"hana..kenapa kamu jadi seformal itu??hahah"seloroh aoki diikuti tawa yang lain
setelah memberikan catatan pesanan hana kembali melayani customer yang lain dan kembali lagi ke dapur untuk mengantarkan pesanan boyband cantik dengan bantuan dari salah satu temen karyawan juga.
"han..duduklah sebentar.."pinta mirai bangkit dari duduknya dan menyediakan kursi untyk hana disebelahnya
"tapi aku sedang bekerja."hana berusaa menolak halus.
"cafe sedang tidak ramai han..kami minta waktumu sebentar aja ya."bujuk niji kalem
"iya han..kamu tuh gak usah terlalu bersemangat kerjanya..gak bakal diangkat jadi direktur juga kan"goda aoki memecah kecanggungan hana
"han kenapa kamu menghindari aku?"tanya kei yang diikuti tatapan penasaran dari yang lain.
"aku sedang tidak menghindarimu kei..buat apa aku melakukan itu??"elak hana tertunduk
"jangan bohong han..lu itu orangnya tidak bisa berbohong..lalu kenapa lu memaksakan untuk bohong?"tanya taka lembut
"aku tidak.."ucapanya dipotong oleh mirai
"han..jujur saja jika kamu sedang ada masalah..kami akan bantu menyelesaikannya..kamu sahabat kami..kenapa harus merahasiakan sesuatu dari kami??"kata mirai sambil mengelus-elus bahu hana
"aku hanya gak ingin uki semakin membenciku".hana mulai terisak..
__ADS_1
semua saling berpandangan tidak mengerti apa hubunganya dengan ini semua
"maksud kamu apa?"kei meminta penjelasan
"uki menyukaimu kei..dia sangat mengagumimu dan dia salah paham terhadapku."ucap hana lirih
"kenapa bisa begitu??bukanka kalian juga dekat dan selalu bersama saat bekerja juga."tanya niji juga penasaran.
"uki melihat kita saat sedang terjatuh kei..dan dia pikir aku trlah menusuknya dari belakang."hana semakin terisak
"kenapa lu gak jelasin kejadian yang sebenarnya."kata kei namun yang lain saling berpandangan masih belum paham kecuali aoki.
"aku sudah mencoba menjelaskan namun kemarahannya terhadapku begitu besar..aku harud bagaimana??aku gak ingin kehilangan sahabatku.."isak tangis hana semakin menjadi -jadi
"tenang hana..aku akan membantumu menjelaskannya."kata aoki menenangkan hana
"lu tau kejadianya aoki?"tanya kei sedikit kaget
"sebenarnya apa yang terjadi?"tanya mirai dan yang lain hampir bersamaan
"ini...kalian lihatlah sendiri.."aoki menyerahkan hpnya menunjukakan rekaman video detik2 sebelum hana dan kei terjatuh.
"jadi ini..kenapa kamu diam saja ada berita seperti ini?"kata taka menempeleng kepala aoki.
"ya gue mana tau kalo ukirania sempat melihat posisi terjatuhnya mereka."jawab aoki santai..
hana merasa lega karena aoki ada bukti yang menujukan jika kejadian itu hanya sekedar ketidak sengajaan.dan hana sangat berharal aoki bisa meyakin kan uki.
__ADS_1