Kelopak Terakhir

Kelopak Terakhir
kunjungan yang mengejutkan


__ADS_3

hari-hari hana dilewati lebih banyak diatas ranjang rumah sakit..keadaan hana yang semakin lemah membuatnya harus mengenakan kursi roda jika ingin meninggalkan ruanganya untuk sekedar terapi ataupun berjalan-jalan..


ceklek... pintu kamar hana terbuka dan seorang laki-laki keren dengan potongan rambutnya yang agak gondrong dipadu dengan tubuh atletiknya membuat semua yang melihat mengaguminya..


"takaya??"hana terkejut sampai melongo


"awas nanti lalatnya masuk gua semua."candanya sambil berjalan menghampiri ranjang hana


"bagaimana keadaanmu han?"tanya taka sembari memberikan buket besar bunga mawar putih lalu duduk di kursi samping ranjang hana.


hana yang masih tak percaya itu takaya asli masih terdiam..hana mengerjap-ngerjapkan matanya memastiakan taka yang berada disampingnya bukanlah halusinasi saja..karena hana bahkan tak mengirabsama sekali salah satu sahabatnya akan mengetahui keberadaanya.


"hanabira...kenapa diam saja??apa lu gak rindu gue?"goda taka membuyarkan kesadaran hana.


"benarkah ini taka??bukan ilusi atau mimpi?"tanya hana pada dirinya sendiri masih terlalu sulit untuk percaya pada kenyataan.


taka meraih tangan hana dan menempelkanya diwajahnya..lalu menepuk-nepukanya pelan..


"ini nyata...bukan ilusi atau juga mimpi hana..lu bisa menyentuh gue..berarti gue nyata."terang taka lembut dan sabar


"kenapa kamu bisa ada disini?"tanya hana tanpa terasa air matanya menetes antara bahagia namun juga sedih.


"hei...kenapa menangis?ini bukan hana yang ku kenal."hibur taka sambil menghapus airmata dipipi hana dengan lembut.


"apa lu gak rindu?"tanya taka lagi

__ADS_1


"aku rindu..sangat rindu pada semua..tapi aku tak bisa..."hana terisak sebelum menyelesaikan perkataanya


"jangan menangis..disini ada gue yang mewakili semuanya."kata taka bangkit dari duduknya dan segera memeluk hana dengan lembut.dengan penuh kasih sayank.


ceklek.. pintu kembali terbuka..jadwal pemeriksaan rutin untuk hana..dokter daniel memasuki kamar hana diikuti beberapa perawat..takaya memberikan tempat untuk mereka segera melaksanakan tugasnya.selesai memeriksa hana dokter daniel memberi kode kepada para perwat untuk keluar lebih dulu..


"taka. syukurlah kau sudah datang.."kata daniel memberi sambutan hangat berupa pelukan.hana hanya terbengong melihat pemandangan di depannya


"apakah dokter kenal taka?"tanya hana yang penasaran


"bukan kenal lagi han..dia adalah sahabat lama gue."jawab taka mewakili daniel


"apakah dokter yang menghubungi taka dan menyuruh dia kesini?"tanya hana tak bisa menahan rasa penasarannya.


"tidak hana..taka sudah mengetahui semuanya tentang apa yang coba kamu rahasiakan dari semua orang."jelas daniel.daniel melihat jam ditangannya dan segera pamit kepada hana juga taka untuk melanjutkan tugasnya dan berjanji kembali mengunjungi setelah jam kerjanya selesai.


"saat kamu chek up sebelum ulang tahun mirai."jawab taka lembut


"kenapa bisa tau?"tanya hana heran


"sudah takdirnya han..Tuhan memberi tau jalanku untuk mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari kami."jawaban taka membuat hana semakin sedih.


"kamu akan merahasiakannya dari semuakan?"tanya hana lebih tepatnya memohon.


"kenapa han..kenapa kamu ingin merahasiakannya??"tanya balik taka

__ADS_1


"taka...jawab pertanyaanku dengan jujur."pinta hana memelas


"apa?"tanya takaya


"apa yang kamu rasakan ketika kamu mengetahui penyakitku?"tanya hana lirih


"tentu saja aku shock dan hancur han."jawab taka pelan


"nah aku gak mau yang lain uga aka merasakan keseihan hanya karena aku."kata hana


"jika mereka tau nanti ntah kapan atau darimana tapi bukan dari dirimu sendiri tentu mereka akan kecewa han."taka mencoba meyakinkan


"biarlah mereka kecewa. aku yakin kekecewaan mereka tidak akan lama..aku lebih takut mereka mengetahui dan menjadi kesedihan kesedihan yang tak berujung..jadi berjanjilah ka..untuk merahasiakan apapun yang terjadi..."pinta hana memohon


"baiklah han aku turuti keinginanmu tapi dengan satu syarat."kata taka memberikan pilihan


"apa itu?"tanya hana penasaran


"ijinkan aku disini menemani dan menjagamu han.."jawab takaya lembut dengan sorot mata penuh kasih


"bagaimana bisa kamu disini terus menjagaku ka..semua akan mencarimu.semua akan merindukanmu.."


"sama..mereka juga akan mencari dan merindukanmu han..pptong taka sebelum hana menyelesaikan kata-katanya..


"baiklah.terserah kamu saja."hana akhirnya menyerah dengan keinginan taka

__ADS_1


setelah cukup lama mereka mengobrol.hana mulai kehilangan kesadarannya mungkin pengaruh obat yang diberikan daniel padanya..hana tertidur lelap dengan wajah yang damai.


__ADS_2