Kembalikan Senyumku

Kembalikan Senyumku
Episode 2


__ADS_3

Aku dan Zaki berjalan bersama, sampai mobil aku diam tanpa ada kata hanya melirik arah Zaki yang fokus mengendarai mobil.


"Tadi siapa?"


"Anak baru mas."


"Owh, kita kemana ini?"


"Aku laper, belum makan siang tadi hanya sarapan aja."


"Iya sudah kita cari makan, Bi aku mau kita cepat untuk menikah, tanpa adanya pacaran."


"Aku masih mau cari uang mas, tunggu aku sampai sudah siap."


"Sampai kapan? umur aku sudah tua Bi."


"Aku takut mas."


"Takut kenapa?"


"Kalau kita menikah, tak ada kecocokan antara kita, aku sama kamu baru saling kenal."


"Sampai kapan kaya gini terus?"


"Ada waktunya mas, sabar iya."


"Iya, aku menunggumu."


Sampai di salah satu makanan di pinggir jalan aku pesan mie ayam dan es tea manis, Zaki pesan bakso. Aku dan Zaki tanpa ada suara, iya maklum aku dan dia tidak suka bicara hal yang tidak penting kecuali bicara antara kami berdua.


Pesanan kami telah jadi, aku lahap tanpa ada tersisa, Zaki juga sama, selesai makan Zaki mengantarkan aku pulang, dua puluh menit kami sampai di halaman rumahku suara mobil Zaki terdengar sampai kamar mama. Mama mengintipku di balik tirai jendela kamar yang kebetulan ke arah depan rumah, mau aku buka pintu tiba-tiba mama aku sudah membukakan pintu untuk aku.


"Zaki, Bi?"tanya mama padaku


"Iya."jawabku pada mama


"Koh nggak masuk?"


"Tahu."wajah cutek


Aku berjalan melewati mama, sopan atau nggak aku terus berjalan. Aku paling males di tanya sama mama, paling tanya kapan kamu nikah dengan Zaki, mama sudah siapkan semuanya dari gedung dan bla-bla. Aku selalu yakin ia akan bertanya seperti itu, sudahlah aku hanya bisa diam dan pergi agar pertanyaan itu tidak sampai kepadaku lagi, mama terus mengeluarkan kata-kata aku terus berjalan tanpa pedulinya, sampai kamar aku langsung ke toilet bersihkan diri aku satu jam berlalu, melihat sudah jam tujuh malam sambil dengerin lagu berbaring di atas kasur ukuran kecil bersandar dengan benda yang empuk sambil nikmati kopi.


Tak sadar waktu berlalu, aku tertidur dengan lelap tanpa mendengar suara ayam dan suara indah azan..


Hari ini aku libur, niatnya hanya mau istirahat total tapi kegiatan aku membuat aku tidak boleh istirahat..


Selain aku kerja di restoran aku juga punya bisnis sendiri jualan gorengan keliling sejak papa meninggalkan kami hidup kekurangan dari makan, dan lainnya..


Sejak itu aku bangkit bersama kakakku jadinya sekarang hidup aku lumyan dari kata cukup, sambil aku masak gorengan aku merawat aldi ponakan aku yang usianya masih 3tahun..


******


Terdengar suara dari arah belakang aku.


"Kenapa Zaki mau menikah dengan kamu di tolak??"wajahnya penuh dengan marah.


"Usia aku baru dua puluh tahun, aku masih mau main dengan teman, jalan-jalan sama teman, mau menikmati masa muda aku dengan teman bukan menikah, menjaga anak, badan aku pasti bakal gendut."


"Mama mau kamu menikah dengan Zaki!"


"Aku tidak mencintainya."

__ADS_1


"Sampai kapan?"


"Sampai aku punya cinta sejati."


"Seperti mantan kamu yang dulu? Aziz?"


"Sudah jangan bahas aku dengan dia."


"Kenapa?"


"Dia masa lalu aku, sudahlah jangan bahas pernikahan lagi mengerti!"dengan nada tinggi.


"Sampai kapan Bi? Mama suruh kamu dan Zaki menikah itu untuk kamu bahagia, coba bayangkan Zaki kaya, pengusaha. Apa yang kamu takutkan?"


"Dia kaya, pasti akan ada wanita yang mencintainya selain aku."berjalan meninggalkan mama.


"Bi, Bi, Bi. Mama belum selesai bicara."mengikuti Biyan.


"Bicara apa lagi, sudahlah Bi capek ma, Zaki baik, kaya tapi dia bukan tipe aku."


"Seperti apa tipe kamu? Kaya Aziz? Iya."


"Sudah jangan bahas Aziz lagi, dia hanya teman aku bukan siapa-siapa lagi."


"Tolong menikahlah dengan Zaki nak!"nada tinggi sambil mata melotot.


"Sampai kapan mama terus memaksa aku dengan Zaki?"


"Sampai kamu mau dengan dia."


"Aku lelah."


"Bi, Biyan."


Jam berganti tanpa sadar sudah pukul satu siang, tanpa sarapan, tanpa makan aku terus di kamar. Tak lama terdengar suara dari depan kamarku, aku buka pintu kamar tahunya Aldi ponakan aku. Ia tersenyum manis padaku.


"Bi."


"Kenapa?"


"Kata nenek, Bi, makan."


"Bi, nggak laper."


"Nanti sakit loh?"


"Tidak, Bi mau tidur iya."sambil tutup kamar aku.


"Bi, Bi, Bi."


Aku ganti baju, sudah rapi membawa tas, sambil jalan keluar kamar menuju mall. Berjalan melewati mama dan Aldi yang sedang makan siang di meja makan.


"Bi, mau kemana?"ucap Aldi kepada aku.


"Mau ke mall."sambil pamitan sama mama.


"Mau kemana?"tanya mama padaku.


"Mau ke mall."


"Sama siapa? Zaki?"

__ADS_1


"Sama teman aku."


"Minta antar sama Zaki."


"Tidak usah, sudah iya aku mau jalan."sambil berjalan.


"Biyan."


Berjalan terus tanpa peduli mama, sesampainya mall ternama aku langsung menuju bioskop, memesan tiket bioskop aku melihat seseorang dengan wanita cantik bersama laki-laki seperti aku kenal. Tahunya dia Zaki dengan wanita cantik aku memanggilnya.


"Hai mas Zaki."


Wanita itu melihat aku dengan senyuman bingung, wajah cemburu.


"Siapa dia mas?"tanyaku ke pada zaki.


"Aku pacar dari mas Zaki mba."


"Pacar?"


"Iya mba."


"Selamat iya." ucap aku sambil salaman tangan aku ke arah zaki.


Aku berjalan tanpa peduli Zaki hati ini hancur, gimana tidak dia mencintaiku dan mau melamarku tapi apa nyatanya semua itu hanya omong kosong saja dari bibirnya.


"Bi, Biyan."ucapnya sambil mengejarku.


"Apa?"


"Aku jelasin Bi, dia hanya adik aku."


"Adik ketemu gede?"


"Bukan dek, dia hanya adik sepupu aku."


"Oh, sudah pembicaraan kamu?"sambil berjalan.


"Bi, aku serius mau nikah dengan kamu."


"Menikah saja sama dia, untuk apa kamu masih berharap padaku!"nada tinggi dan mata melotot.


"Bi, aku sayang sama kamu."


"Kamu, sayang sama aku?"


"Bi, tolong jangan kaya anak kecil."


"Siapa kaya anak kecil, Zaki?"


"Kamu."


"Aku, tidak salah kamu menilai aku Zaki?"


"Aku sudah bilang sama kamu Bi, aku hanya adik saja sama dia tidak lebih."


"Oh, kamu hanya adik? Yakin, dia yang bilang kamu pacar dia, telinga aku tidak salah Zaki."


"Iya, dia pacar aku Bi, kamu yang tidak mau menikah bersama aku, aku lelah bersama kamu yang tak mau denganku. dekat kamu selama ini tapi apa semua itu nihil tanpa ada kata iya ingin menikah dengan aku!"dengan nada tinggi.


"Sudahlah jangan banyak bicara, kemarin kamu bilang ingin menikah dengan aku tiba-tiba kamu dekat dengan dia. Kamu itu munafik sana sini mau, dulu kamu bilang tidak mau sama wanita lain selain aku itu hanya omong kosong aja dari bibir kamu... Misi."

__ADS_1


__ADS_2