
Tak terasa makanan yang ada di hadapan Kayla sudah habis tak tersisa, Kayla hanya bisa menghela nafasnya.
Setelah selesai makan siang Kayla tidak langsung kembali kekantor melainkan pergi berziarah ke makam sang kakak.
Saat tiba di makam sang kakak Kayla pun langsung membersihkan dedaunan yang jatuh menimpa pusaran sang kakak, setelah membersihkan dedaunan Kayla pun melanjutkan dengan mengirim doa kepada sang kakak meski hanya sebuah surat Al-fatihah.
Setelah membaca kan doa untuk sang kakak Kayla pun mulai bercerita tentang kegundahan yang ia rasakan saat ini.
" Apa kabar Kak, kabar kakak pasti baik ya di sana kak aku kangen sama kakak sudah lama aku tidak mengunjungi kakak maaf ya kak karena aku baru datang sekarang. Kak aku kesini mau minta saran kepada kakak, tadi pagi kak Rizky bilang mau serius dengan ku Kak tapi sayangnya aku tak mempunyai perasaan apapun pada kak Rizky. Kata Kak Rizky cinta itu bisa tumbuh sering berjalannya waktu tapi itu sangat sulit untukku kak, aku masih menyimpan sebuah rasa sakit tersendiri di hati ku Kak, kalau boleh jujur aku sudah tidak mau lagi mengenal yang namanya cinta, kak kenapa kakak harus pergi secepat ini aku disini kesepian kak aku disini berjuang sendirian kak aku ingin sekali pergi menyusul mu kak tapi bagaimana dengan kedua orang tua kita dan adik-adik kalau aku pergi menyusul mu kak"
Kayla pun terdiam sejenak dan menghapus air mata yang terus mengalir deras di pipinya. Kayla tahu ini sangat menyakitkan tapi inilah sebuah takdir meskipun Kayla berusaha untuk menghindarinya namun jika memang ini sudah takdirnya pasti kayla tidak bisa menghindarinya.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat senja sudah menunjukkan sinarnya bergegas Kayla menghapus sisa air matanya dan berpamitan kepada pada sang kakak meski Kayla hanya berbicara seorang diri dengan batu nisan namun Kayla yakin bahwa kakaknya pasti bisa mendengarkan perkataan Kayla tadi.
Malam harinya tepat saat adzan Maghrib berkumandang Kayla sampai di rumahnya.
__ADS_1
Saat melewati ruang tamu Kayla sangat kaget dengan kehadiran Rizky dan kedua orang tuanya.
Kayla tahu Rizky pasti tidak bermain-main dengan ucapannya tadi pagi,Kayla sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
Setelah mandi dan sholat Maghrib Kayla pun turun kebawah untuk menemui Rizky dan kedua orang tuanya, saat berada di tengah anak tangga Kayla hanya bisa berdoa dalam hati semoga Rizky adalah laki-laki yang di kirimkan tuhan untuk nya.
" Kay sini duduk di samping bunda nak" panggil bunda
" Iya Bun" kata Kayla
" Jadi gini om Tante saya datang kesini bersama dengan kedua orang tua saya karena saya ingin melamar putri om dan Tante" kata Rizky
" Kamu serius Ky sama ucapan mu" tanya Ayah Kayla
" Saya serius om" jawab Rizky
__ADS_1
" Kalau om pribadi sih nggak masalah tapi itu semua tergantung Kayla bagaimana kalau dia mau ya om dukung saja karena nantinya yang menjalani hubungan tersebut bukan om ataupun Tante tapi Kayla dan pasangannya" kata Ayah Kayla
Mendengar perkataan dari sang Ayah Kayla merasa sangat lega karena dia bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri.
" Kalau begitu bagaimana keputusan kamu nak" tanya Bunda Maya
" Sebelumnya aku minta maaf om Tante dan kak Rizky, jujur aku masih ragu dengan hubungan ini dan aku pun masih ragu dengan hatiku sendiri apakah aku sudah siap untuk menerima orang baru di kehidupan ku atau belum jadi daripada nantinya kak Rizky terluka karena ulahku lebih baik untuk saat ini kita jalani saja kehidupan kita masing-masing sampai nanti aku akan memberikan jawaban untuk lamaran kak Rizky ini" kata Kayla
" Jadi kamu nolak aku Kay" tanya kak Rizky
" Nggak kak aku nggak nolak kakak aku hanya butuh waktu untuk menjawabnya" kata Kayla
" Baiklah kalau begitu aku akan memberikan mu waktu untuk berfikir terlebih dahulu Kay" kata Rizky
" Baik kak terimakasih atas pengertiannya" kata Kayla
__ADS_1