
Tepat saat kepergian Kayla hujan pun turun dengan begitu derasnya. Kayla pulang dengan berjalan kaki dibawah derasnya hujan yang turun meski jarak rumahnya dan taman lumayan jauh tapi Kayla tetap nekad untuk berjalan kaki.
Malam itu hujan seakan menjadi saksi kisah cinta kayla dan Sandy yang menyakitkan, dan dibawah derasnya hujan Kayla dan Sandy sama-sama menangisi keadaan mereka satu sama lain hanya saja mereka menangis di tempat yang berbeda.
30 menit kemudian Kayla pun sampai di rumahnya dengan keadaan basah kuyup.
" Pak tolong bukain" kata Kayla
" Ya ampun non Kayla,kenapa hujan-hujanan" kata pak Angga
" Saya masuk dulu ya pak" pamit kayla
" Iya non" kata pak Angga
Setelah bersih-bersih Kayla pergi ke ruang kerjanya untuk mengecek email yang masuk, saat kayla sedang mengecek emailnya tiba-tiba handphone Kayla berdering.
'dreeetz dreeetz'
" Halo Nai ada apa" kata Kayla
" Kay gue ada di depan rumah lu sekarang" kata Naira
" Oke sebentar gue akan turun" kata Kayla
Setelah mendapatkan telepon dari Naira Kayla pun langsung turun membukakan pintu untuk Naira.
"Kayla" kata Naira menangis
" Lu kenapa" tanya Kayla
" Gue gue huaaa" kata Naira semakin menangis
__ADS_1
" Udah udah ayo masuk" ajak Kayla
Kayla pun mengajak Naira untuk masuk kedalam rumahnya, setelah itu Kayla pun mengambil minuman untuk Naira.
"Nih lu minum dulu biar tenang" kata Kayla
" Iya" kata Naira
Setelah Naira agak tenang Kayla pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Naira.
" Nai lu kenapa sih kok tumben" kata Kayla
" Jadi tadi pas gue anterin mama gue arisan gue lihat Rehan sama wanita lain di cafe Kay, trus pas gue labrak mereka berdua Rehan bilang kalau dia Sama tuh perempuan udah pacaran selama 3 bulan di belakang gue dan lu tahu siapa perempuan itu" kata Naira
" Gue nggak tahu" kata Kayla
" Dia Rika, Rika putri Amelia teman kita" kata Naira
" Gue benci sama mereka Kay kenapa mereka tega ngehianati gue, gue punya salah apa sih sama mereka" kata Naira kemudian menangis
"Lu nggak punya salah kok Nai sama mereka, merekanya saja yang nggak bersyukur udah kenal sama lu" kata Kayla
" Tapi kenapa harus Rika, Kay apa nggak ada wanita lain selain dia" kata Naira
" Udah nggak usah di tangisi lagi cowok kayak gitu biarin aja lepasin aja diluar sana masih banyak cowok yang mau sama lu, lu itu cantik lu pinter mana ada cowok yang nggak mau sama lu" kata Kayla
"Tapi Kay" kata Naira
" Apa lu mau ngomong kalau lu itu cinta sama dia gue nggak perduli itu Nai yang gue tahu sekarang mereka udah ngehianati lu dan mereka harus merasakan akibatnya" kata Kayla
" Kay lu jangan macem-macem" kata Naira
__ADS_1
" Gue nggak bakal macem macem kok tenang aja" kata Kayla
" Awas lu ya kalau lu nekat" kata Naira
" Udah mending sekarang lu tidur sama gue" kata Kayla
" Iya, nangis juga butuh tenaga" kata Naira
" Ya udah yuk ke kamar gue"ajak Kayla
Kayla pun mengajak Naira pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena sekarang sudah lewat tengah malam.
" Kay ini kamar lu" tanya Naira
" Iya ini kamar gue,trus yang di sebelah itu punya almarhum kakak gue sebelahnya lagi itu ruang kerja" kata Kayla
" Kalau gini mah gue nggak bakal nangis lagi Kay" kata Naira
" Lah kenapa" tanya Kayla
" Karena rasa sakit gue udah ilang pas lihat kamar lu yang lebarnya 2kali lipat kamar gue" kata Naira
" Lu tuh ada-ada saja, lu ganti baju dulu gih terserah lu mau pake yang mana" kata Kayla
" Gue ambil di mana bajunya" tanya Naira
" Ya di lemari lah Nai" kata Kayla
" Lemari yang mana Kayla, lemari lu tuh banyak" kata Naira
" Tuh di lemari yang warna putih nanti lu cari aja baju tidurnya disana" kata Kayla
__ADS_1
" Oke" kata Naira