Kembalikan Senyumku

Kembalikan Senyumku
Episode 6


__ADS_3

Adit masuk pagi saat ini, jadwal di rubah semua yang biasa bersama dengan Biyan sekarang Adit sudah beda jadwalnya..


Siti chat grup di salah satu aplikasi yang saat ini terkenal berwarna hitam ke biruan.


"Jadwal, gue ganti iya, Biyan lu sama Fani dan Leo."yang jauh di sana.


"Kenapa di ganti?"tanyaku padanya.


"Nanti gue bahas."


Wajah Biyan berubah merah ia marah kenapa harus di ganti jadwalnya, lagi dulu jadwal tidak pernah di rubah sejak ia dekat sama Adit semua berubah. Tanda tanya di benaknya, tidak lama Biyan dapat chat dari Tia.


"Bi, bisa ketemu di luar nggak?"


"Bisa."


"Ada yang mau gue bahas sama lu."


"Oke."


Biyan rapi-rapi untuk bertemu dengan Tia, ponsel berbunyi kembali Tia sudah sampai di tempat makan yang sering mereka kumpul.


Satu jam Biyan sampai tempat makan itu, langkah kaki Biyan bergerak menuju tempat yang ada dua wanita Siti dan Tia yang sudah lebih dulu ada di sana.


"Hai."


"Hai juga, duduk Bi."ucap Siti padaku.


"Ada Lu Ti?"duduk di samping Tia.


"Iya, lu marah sama gue?? Soal gue suruh Lu beda jadwalnya sama Adit?"


"Untuk apa gue marah, itu hak lu koh."


"Chat Lu tadi?"


"Gue nggak suka tiba-tiba jadwal gue Lu ganti."


"Bi, gue siapa lu sih?"


"Lu atasan gue."


"Kenapa Lu bicara seperti tadi, gue tidak suka?"


"Kenapa baru di ganti? Kenapa tidak dari dulu?"


"Iya gue tahu kenapa Lu bisa bicara seperti ini."tertawa sinis


"Tahu apa?"


"Bi, gue tahu Lu sama Adit ada hubungan."


"Tahu dari mana?"


"Sudahlah, tahu dari mana yang penting jauhkan Adit ingat itu!"


"Lu suka sama Adit?"


"Adit tidak cocok untuk Lu Bi."ucap Tia.


"Maksudnya?"


"Bi jauhkan Adit sebelum Lu menyesal."


"Kenapa harus gue jauhkan?"


"Adit sudah mau menikah bulan depan."


Biyan terkejut apa yang dikatakan Siti. Seluruh tubuh Biyan berubah lemas, laki-laki yang ia anggap baik tahunya hanya ingin manfaatkan dirinya, tanpa bicara apa-apa ia berjalan untuk pulang.


*******


Di dalam perjalanan Biyan berhenti di sebuah warung ia membeli minuman badan lemasnya tidak bisa untuk mengendalikan sepeda motor dengan baik, ada panggilan tak terjawab dari ponselnya ia lihat tahunya laki yang saat ini ia benci laki itu Adit, berapa lama Adit menghubungi lagi ia mau tahu penjelasan apa yang ia berikan untuk Biyan.

__ADS_1


"Kamu dimana?'


"Mau aku di mana itu hak aku."


"Bi, ada yang mau aku bicarakan."


"Bicarakan apa lagi? Aku sudah tahu koh! kamu akan menikah dengan wanita lain!"dengan nada tinggi, air matanya terus mengalir.


"Kamu tahu dari mana?"


"Untuk apa, dari mana aku tahu itu bukan urusan kamu!"


"Bi, aku tidak menikah dengan siapa-siapa."


"Kenapa kamu bohong, Dit?"


"Aku sudah jujur sama kamu."


"Jujur?? Apa bisa aku percaya dengan kamu Dit?"


"Bi, aku jemput kamu."


"Untuk apa?"


"Aku akan jelaskan."


"Maaf, aku tidak ada waktu untukmu lagi."


"Oke, ini mau kamu, Assalamualaikum."langsung matikan ponselnya.


Biyan berharap ini hanya mimpi buruk akan terbangun melihat Adit di hidupnya kembali, di dalam perjalan Biyan terus menangis sampai di rumahnya.


Masuk dalam rumah berjalan ke arah kamarnya hatinya terluka dalam saat Siti bicara seperti itu, Biyan membuang barang yang ada sekitarnya sambil berteriak sekencangnya, dengan air matanya terus mengalir lima menit Biyan lelah duduk di lantai.


"Jahat Lu Dit, bahagaikan tak ada hati lakukan ini sama gue!"dalam hatinya, dan air mata Biyan terus mengalir.


Rasa lelahnya membuat ia ketiduran dengan lelap, hari berganti matahari terbit memancarkan cahaya hingga ke semua permukaan bumi ini.


Biyan duduk dekat Andre, Andre melihat ada yang aneh dari adiknya.


"Mata kamu kenapa?"


"Hanya sakit mata."


"Kamu habis menangis?"ucap Andre.


"Tidak."


"Jujur kamu?"


"Kalau iya kenapa? Bukan ini yang kalian mau, hidup aku hancur kalian jodohkan aku dengan laki yang tidak aku mau, aku mancari yang saling cinta bukan satu orang yang mencintai, sudah puas kalian!"nada tinggi air matanya mengalir.


"Apa maksud kamu Bi?"


"Kalian jodohkan aku dengan Zaki yang tidak aku cintai, lalu aku mencari yang terbaik untukku tapi apa semua hanya mainkan aku!"


"Sudah aku bilang Bi, kamu sama Zaki ia laki baik-baik."


"Laki baik-baik, ia selingkuh kamu bilang baik? apa yang baik dari dia! Jawab, aku bertanya ke kalian!"


"Bi, wanita itu hanya sebatas sahabat dia."


"Sahabat? aku buta iya!"


"Zaki sudah cerita semua kepada Abang kamu."ucap mamanya.


"Cerita apa, cerita dia tidak ada hubungan sama sekali dengannya?"


"Iya."


"Kalian keluarga aku apa keluarga Zaki?"


"Apa maksud kamu?"

__ADS_1


"Kenapa kalian selalu percaya dengan dia, bukan aku!"


"Percaya sama dia, dia tidak pernah bohong sama sekali dengan gue!"wajah berubah marah.


"Sudahlah, aku punya keluarga tapi kaya tidak punya keluarga."berjalan menuju kamar.


"Bi, apa maksud kamu!"menarik tangan Biyan.


"Aku punya keluarga tapi kalian lebih percaya Zaki dari pada aku, untuk apa?"


Tanpa kata-kata jemari-jemari tangannya menuju wajah Biyan, semakin marah Biyan kepada keluarganya.


"Sudah puas Lu kak, Lu lebih pilih dia di bandingkan adik Lu sendiri!"nada tinggi.


Biyan meninggalkan mamanya dan Andre, sampai di dalam kamar Biyan berbaring di kasur.


"Kak, apa kita berlebihan seperti ini kepada Biyan?"


"Tidak ma, aku hanya mau Biyan bersama dengan Zaki, Zaki anak baik-baik ma sepantasnya ia dapat juga lebih baik lagi."


"Gimana dengan Biyan kak?"


"Biyan akan terima koh."


"Sampai kapan?"


"Mama percaya dengan aku ok."


Biyan hanya diam di kamar sambil berbaring di ranjangnya suhu tubuhnya mulai panas, wajah Biyan berubah putih pucat, waktunya ia bersihkan dirinya.


*****


Badanya lemas, membuat Biyan jatuh pingsan di depan toilet, jam menujukan pukul dua belas. Mamanya Biyan takut kejadian apa-apa dengan anaknya ia masuk ke dalam kamar melihat Biyan sudah terbaring di lantai.


"Andre, Andre, Andre."


Andre masuk dalam kamar panik melihat Biyan sudah ada di lantai.


"Kenapa Biyan ma?"wajah panik


"Mama tidak tahu kak, tiba-tiba ia ada di lantai."sambil menangis.


"Aku menghubungi dokter dulu ma."


"Cepat kak."


Satu jam kemudian datanglah dokter, Biyan di periksa oleh dokter tak lama Biyan terbangun melihat sudah ada di ranjang, melihat kanan kiri sudah ada Zaki, Andre, dokter, dan mamanya.


"Bi, kamu sudah sadar sayang?"ucap mamaku.


"Ada apa sama aku?"


"Tadi kamu pingsan sayang."


Biyan melihat jam sudah pukul satu siang.


"Ma, sudah jam 1 aku telat deh."bangun dari tempat tidur tapi Biyan tidak kuat untuk bangun.


"Bi."


"Kepala aku sakit ma."


"Jangan di paksa bangun nak."


"Aku mau jalan kerja."


"Sudah jangan kerja dulu iya nak."


"Tapi ma."


"Tidak ada kata tapi sayang."


Biyan berbaring kembali ke ranjang, Biyan menghubungi Siti bilang kalau dirinya tidak masuk kerja..

__ADS_1


__ADS_2