Kembalikan Senyumku

Kembalikan Senyumku
Episode 5


__ADS_3

Biyan dapat kabar kalau Mus sudah punya anak dan istri, ke bohongan itu membuat Biyan makin benci kepada Mus. Setelah mengenal Mus Biyan kenal pria bernama Yogi tahunya Yogi hanya ingin tubuhnya, Biyan kenal pria lain lagi bernama Santo semua hanya ingin tubuhnya. Biyan pasrah mencari pria dia terima nasib akan di jodohkan dengan Zaki.


Biyan tak tahu kenapa dia melihat Adit jantungnya seperti orang yang sedang jatuh cinta, getaran anak muda sepasang kekasih tapi sayangnya di tempat Biyan kerja tak boleh ada yang saling mencintai.


Hari ini Biyan masuk pagi bersama Siti, dan Tia, jam demi jam di lalui ada getaran di salah satu bajunya tahunya di lihat ada chat dari Adit, kebetulan saat ini Adit lagi libur.


"Bi, pulang kerja jalan yuk?"


"Kemana Dit?"


"Kita ke rumah aku, kakak ipar aku jualan."


"Jualan apa?"


"Sop buah mau nggak?"


"Mau apa."


"Sop buah?"


"Mau, aku, tapi ada kak ipar dan kak kamu?"


"Iya, mau nggak? aku jemput kamu nanti Bi.."


"Mau."wajahnya merah seperti tomat.


Siti melihat Biyan main ponsel dengan wajah penuh emosi, sambil mendekati Biyan.


"Bagus iya main ponsel!"dengan nada tinggi.


"Iya maaf."


Jam terus berjalan waktunya Siti, Biyan, dan Tia pulang kerja, Biyan dapat chat dari Adit kalau Adit sudah menunggu Biyan di parkiran motor. Siti melihat Biyan bahagia mencoba cari tahu apa yang membuatnya bahagia, melihat dari jauh terdapat pria muda tampan, tinggi, putih.


Pria yang ia kenal Adit, wajah bingung kenapa Biyan bisa di jemput oleh Adit, Siti melangka ke arah Biyan dan Adit tiba-tiba ada yang memanggilnya. Di lihat Biyan dan Adit sudah tidak ada di sana, dalam perjalanan raut wajah bahagia terpancar oleh wanita dan pria ini seakan Daun, angin, tahu mereka sepasang kekasih yang sedang bahagia tanpa peduli orang mereka saling berpelukan. Tiba di kediaman Adit wanita muda, cantik ini tersenyum bahagia keluarga Adit menyambutnya dengan sopan dan ramah.


Biyan masuk ke rumah Adit sudah ada wanita lanjut usia duduk sambil tersenyum padanya, Biyan mendekati berjabat tangan sambil perkenalkan namanya.


Duduk bersama keluarga Adit satu kehormatan wanita muda dan cantik ini, gimana tidak selama ia kenal dengan banyak pria baru kali ini ia dapat kesempatan untuk berjumpa dengan keluarga besar pria itu.


Satu jam berlalu bercakap-cakap dengan keluarga Adit, yang di tunggu tiba wanita muda membawa es buah dia kakak ipar dari Adit.


Memakan es buah sambil sekali Biyan menatap wajah dari pria yang ada di sampingnya, tiba-tiba Biyan terkejut sendok yang di tangan Adit mendekati bibir manis Biyan Adit memberikan es buah ke mulutnya Biyan sambil tersenyum bahagia melihat Adit memberikan es ke mulutnya.


Selesai makan es buah Biyan mengajak Adit untuk antarkan pulang, Biyan pamitan sama keluarga besarnya Adit, dua puluh menit sampai rumah Biyan. Wajah sepasang kekasih sedang bahagia.


"Mampir Dit?"


"Lain hari, aku mampir."


"Kenapa?"


"Biar kamu istirahat, besok kerja lagi?"


"Iya, besok aku siang."


"Sama, aku juga siang, aku jemput kamu mau?"


"Serius?"


"Iya, aku masuk iya?"


"Iya."

__ADS_1


Biyan berjalan sambil membuka pintu tahunya ada Zaki bersama keluarganya, Biyan terkejut dalam benaknya tanda tanya bukankah Zaki akan kembali empat bulan baru dua bulan Zaki sudah kembali.


Biyan mendekati sambil tersenyum terpaksa, Zaki bahagia melihat Biyan sangat rindu sekali dengan wanita yang ia cintai di depan mata. Mendekati Biyan memegang rambut Biyan sambil tersenyum manis.


"Baru pulang?"


"Iya, katanya pulang empat bulan lagi? Kenapa sudah pulang?"


"Iya, aku rindu sama kamu, aku tidak mau lama-lama sendiri jadi aku ingin melamar kamu dua bulan lagi kita menikah."


"Usia aku masih muda kenapa harus cepat menikah dengan kamu?"


"Sayang, aku sama kamu sudah tua."


"Bukan aku, tapi kamu."


"Usia dua puluh tahun sudah tua Bi."


"Maaf, kata siapa? umur aku masih muda mau main sana dan sini."


"Kamu boleh main sana dan sini tapi menikah dengan aku iya."


"Tolong jangan paksa aku menikah secepat ini, kalau kamu sayang kasih waktu aku."


"Berapa lama?"


"Satu tahun lagi, aku ingin kenal jauh siapa kamu."


"Setengah tahun?"


"Oke!"


Biyan dan Zaki saling bersalaman, Biyan berjalan menuju kamar untuk bersihkan dirinya setengah jam berlalu di toilet melihat ada chat dari seseorang yang jauh di sana.


"Duduk Dit."


"Owh."


"Iya."


Adit tidak membalas chat dari Biyan lagi, merasakan chat tidak di balas Biyan berbaring di tempat tidur matanya sudah sayup tak lama ia tertidur lelap hingga tak sadar waktu telah pagi kembali. Matahari terpancar sinarnya hingga menembus dinding lapisan jendela terkena lapisan tipis kulit wanita yang sedang tertidur lelap, Biyan terbangun melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Biyan masuk ke dalam toilet untuk bersihkan dirinya selesai ia keluar kamar melihat mamanya sedang bersama Andre kakak dari Biyan.


"Pagi."


"Bi, kapan kamu nikah dengan Zaki?"tanya Andre padaku.


"Aku akan menikah nanti kak, setelah aku puas bermain sama teman aku."dengan embusan nafas panjang.


"Bi, usia kamu sudah dua puluh tahun, dulu aku menikah usia aku dua puluh tahun!"


"Itu zaman kamu, bukan zaman aku."


"Sampai kapan kamu menolak?"


"Sampai kalian berhenti jodohkan aku sama Zaki!"


"Bi, Zaki sahabat aku dari zaman kuliah, dia sahabat paling baik, aku yakin kamu bisa menjadi terbaik untuk dia."


"Terbaik untuk dia? Untuk aku tidaklah baik."sambil berjalan.


"Bi, ingat kamu akan hidup bahagia selamanya bersama dia."memegang tangan Biyan.

__ADS_1


"Bukan aku tapi kalian."


"Kamu, mau cari seperti apa?"


"Aku akan menikah di usia aku dua puluh enam tahun, punya anak saat aku usia dua puluh tujuh tahun, mencintai aku apa adanya. Sudah paham kamu mas?"


"Bi ingat kata mas, Zaki anak baik, rajin ibadahnya, ia seorang pengusaha sukses, dia seorang artis juga, model, dan satu lagi wajah dia tidak jelek."


"Masalahnya apa?"


"Masalahnya kamu akan menyesal kemudian hari."


"Jodoh, maut, rezeki sudah ada yang tentukan jadi aku tidak akan takut hal kata menyesal."


"Sombong sekali kamu Dek."


"Aku tidak sombong, aku akan menyesal ketika masa muda aku bersama laki yang tidak aku cintai."


"Apa mau kamu?"


"Mau aku kalian berhenti menjodohkan aku denganya."


Biyan duduk di sebelah Andre sambil mengambil sepotong roti, terdengar suara bel berbunyi Andre berjalan melihat siapa yang datang.


Biyan menyusul Andre siapa yang datang takutnya Adit sudah janji mau jalan kerja bersama, tahunya pria tampan yang tidak asing lagi dia Zaki.


Zaki tersenyum melihat Biyan, tanpa pedulikan Zaki Biyan masuk kembali, Biyan buka ada chat dari Siti.


"Bi kamu libur iya, aku ada acara besok tukeran sama aku liburnya."


"Oke."


Zaki terus melihat wajah Biyan sambil tersenyum manis, Biyan meninggalkan meja makan menuju kamarnya, takut Adit datang Biyan menghubungi Adit, tahunya Adit yang menghubungi Biyan duluan.


"Assalamualaikum."terdengar suara yang jauh di sana.


"Waalaikum salam, Dit aku libur hari ini."


"Iya aku tahu."


"Kenapa kamu bisa tahu? Aku belum kasih tahu kamu."


"Tadi Siti menghubungi aku, katanya kamu libur, Bi aku mau tanya sama kamu."


"Tanya apa?"


"Siti tahu aku jalan sama kamu?"


"Aku tidak kasih tahu dia Dit."


"Sudah jangan berbohong, aku tidak suka kalau ada yang berbohong sama aku."


"Tanya sama Siti kenapa ia tahu."


"Dari kamu katanya."


"Itu fitnah Dit, aku tidak kasih tahu siapa-siapa."


"Kenapa Siti tahu?"


"Aku tidak tahu."


Adit matikan ponselnya, Biyan bingung siapa yang kasih tahu kalau dia jalan sama Adit.

__ADS_1


__ADS_2