
tamparan keras hingga terdengar di setiap pojok ruangan,
tamparan keras tanpa perasaan yang ku rasakan saat itu tak memecah air mata ku,
tapi mendengar suara pria yang ku benci itu hati ku lagsung tenang dan tanpa sadar ku tak bisa menahan tangisan ku.
APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA ISTRI KU
Suara latang dari sesosok pria yang menghampiri ku sukses menjadi perhatian ,
tatapn tajam dari pria itu membuat siapapun merinding dan takut,
tatapan yang menunjukan ini adalah akhir hidup mu.
song ji
ku dengar sebuah keributan ku matikan tlp yang terhubung dengan pekerjaan , hati tak tenang hawatir akan keramaian itu
plakkkkkk
terdengar sura tamparan keras dari kerumunan itu, ku menghampiri nya dan
jegerrrr betapa marah nya ku melihat wanita ku di permalukan dan di sakiti oleh orang lain,
ku berteriak dan menekankan akan keberadaan ku saat itu , membuat seluruh mata tertuju pada ku , ku hampiri istri ku dan ku lihat ia mengis setelah kedatangan ku.
tangisannya terisak menahan sesak , emosi ku bergejolak melihat dengan mudah dan rendah nya orang orang ini menyakiti istri ku,
__ADS_1
( dengan tatapan elang yang tajam)
"kalian telah menggali kuburan kalian sendri"
tak pandang dulu ku mendekati wanita yang telah menamar istri ku,
ku menatap nya ku tahan emosi ku dan ku tanya nama nya , dengan malu malu ia memberi tau nama nya
" nama saya melinda tuan tampan(sambil menunjuk genit ke dada bidang pria itu) apa kau perlu tau no hp ku sekalian"
sungguh menjijikan ingin sekali ku mencekik wanita jalang ini.
song ji" melinda melinda oh kau melinda anak si tua abil ..."
melinda" si tua yang anda maksud adalah ayah saya tuan , apa kau mengenal nya ia adalah pemilik 20% saham di mall ini dn di beberapa tempat lain , aku adalah anak nya( dengan bangga nya memperkenalkan diri dan kekuasaan ayahnya)
song ji" oh ya
plakkkk
plakkkk
plakkk
"kurang ngajar apa kau kurang jelas ku beri tau siapa aku , berani sekali kau (menunjuk dan kesal menuju momo) kau gara gara sampah ini ...."
belum sempat melangkah song ji menarik rambut jalang itu dan melempar nya tanpa rasa iba karna ia wanita,
semakin wanita itu melawan semakin kejam prilaku song ji ke wanita itu.
song ji mengeluarkan hp dan ia menelpon asisten nya.
" batalkan investasi dan jatuh kan harga saham si tua abil hancurkan mereka sampai ke dasar neraka oh ya tentu saja ke lokasi ku sekarang buat toko baju ini bangkrut"
__ADS_1
(menutup telpon)
menuju wanita itu mencengkram dagu menjijikan itu.
" baik lah jalangkau yang memulai dan kau telah salah mencari lawan , perkenal kan nama ku adalah SONG JI HYO dan dia( menunjuk momo yang menangis ) adalah istri ku , seperti nya kau tidak merasa asing kan dengan nama ku"(menghempaskan cengkraman )
aku berjalan menuju istri ku yang masih menangis sungguh rasanya kurang puas menyiksa nya jika saja ia bukan wanita tak segan segan ku buat ia menderita lebih dari itu.
langkah ku tertahan ternyata wanita jalang itu berani menyentuh kaki ku dan menahan langkah ku,
melinda" tuan mohon maaf jangan lakukan itu kepada keluarga ku tuan , seperti nya ini sebuah kesalapahaman yang masih bisa di bicarakan "
ku tendang tangannya " lepas kan tangan menjijikan mu itu "
momo
ku lihat suami ku menghampiri ku setelah beberapa kali menapar nya dn menendang nya entah apa yang ia bicarakan tadi .
karna terlalu sedih dan takut ku tak bisa mendengarkan keseluruhan kejadian itu, ku lihat tata kaget dan kagum kepada suami ku itu.
kini ia memagang wajah ku,
mendekat dan menyekat air mata ku lalu menggendeong ku dengan cara yang manis , sesekali ia mengecup kening dan mata ku, yang membuat siapapun melihat ku dengan tatapan iri,
tata yang tau akan kondisi ku meminta maaf dan ingin pulang naik taxi saja , aku pun meng iyakan nya
lalu suami ku ini memabwa ku menuju mobil yang terparkir di parkiran mall , sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian.
akh masa bodo aku lelah aku ingin istirahat, berada di lingkungan pria ini sungguh membuat ku lelah , bisakah aku menyerah (gumamku)
__ADS_1
sesampai nya di mobil ia memurun kan ku di kursi samping dengan lembut ia memakaikan ku silt bel, sepanjang perjalanan pulang kami hanya diam dan aku sungguh merasa lelah dan mengantuk