
mata ku perlahan menutup , sungguh elah aku butuh istirahat.
ketika ku buka mata ternyata ku berada dalam kamar mewah yang masih asing buat ku,
ku dengar suara air di dalam kamar mandi bisa ku pasti kan pria itu sedang mandi
segera ku bangun dan sedikit merenggangkan tubuh ku,
tak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka.
tak tau harus bilang apa ,
mungkin ini yang di sebut cucimata di pagi hari
pria itu dengan senyum licik nya keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk di pinggulnya yang hanya menutupi bagian terpenting nya,
akhhh sungguh canggung dan malu malu tapi mau , sambil sedikit membuang muka dan sedikit menutup mata ku.
terhalang lengan sesekali aku melirik vitamin pagi itu.
sayang kal g di lihat hehehe, batin ku
akh gila sejak kapan aku memjadi mesum seperti ini ,
aku harus keluar sebelum aku mimisan di buat nya,
bisa malu dan mati di tempat saat ini juga jika ia melihat ku mimisan karna melihat tubuh nya membayangkan hal mesum sungguh gilaa gila.
sejak kapan aku jadi begini, segera ku berlari meninggalkannya secepat mungkin.
tapi sebuah tangan menarik ku
dan
__ADS_1
cupppp ciuman lembut mendarat di bibir ku ini
s
song ji " morning kiss sayang "
momo" (diam membisu masang wajah malu )
song ji" sudah ku bilang kemarin , kau harus membiasakan dengan kebiasaan baru kita jika pagi, ingat aku adalah suami mu sayang )
aku hanya terdiam kaget dan malu , ku lepas pelukannya ku berlari secepat mungkin dari kamar itu , ku takut ia melakukan lebih dari sekedar ciuman.
ku sadaar pasti akan datang saat kami melakukan itu tapi sungguh batin ku belum siap menerima nya, jika bisa aku ingin pergi sebelum ia selesai menjamah ku
segera ku buka pintu kamar ku buka dan ku tutup , sebelum pintu itu tertutup sempurna ku liat ia terkekeh kecil atas sikap ku yang spontan lari karnya nya.
melihat nya tekekeh dan pintu itu tertutup sempurna
ged....
deg.....
deg.....
ku harus mencari kegiatan lain untuk menenagnkan ku saat ini
song ji
sungguh lucu melihat ekpresi dan tingkah nya pagi ini , tak bosan bosannya ku menjahilinya,
segera ku memakai setelah jas untuk ke kantor walau sedikit kecewa karna ku ingin ia memilihkan jas ku dan memakaikan dasi ku.
__ADS_1
hari itu pasti tiba pasti aku menjaminnya ,
segera ku turun memastikan istri ku ada dan sedang apa ketika ku menuruni tangga ku mencium bau masakan.
padahal jelas jelas aku sudah menyuruh pembatu tidak usah masak pagi karna ku terbiasa makan di kantor,
alangkah kaget nya dan senang nya ku melihat istri ku memasak , celemek yang menempel di tubuh nya membuat nya tambah manis ,rambutnnya di ikat .
leher jenjang nya terlihat sangat jelas dan begitu membangkitkan gairah.
godaan pagi yang sayang jiak di lewat kan ,
ku memeluk nya dari belkang ku lingkarkan tangan ku di perut rata nya ku cium aroma tibuh nya , ai memberontak dan berusaha melepaskan pelukan ku.
"diam lah sebentar atau kau akan ku lucuti di dalam kamar"
kata kata ku sukses membuat ia diam,
sedikit tertawa ku melihat diam nya.
ku cium leher jenjang nya itu sekali dua kali tak cukup untuk ku,
ku gigit dan ku hisap bagia pundak leher nya ku beri ia tanda merah beberapa kali.
ia mendesah membuat ku semakin ingin lagi dan lagi,
ku sentuh bibir nya dengan ibu jari ku di saat aku masih mencium dan ******* lehernya
ku rasakan ia ******* ibu jari ku menanda kan ia sedikit menerima ku,
ciuman ku terhenti dan ku memutar nya jadi menghadap ku.
tangan ku di blakangnya dan meraba untuk mematikan kompor yg menyala ku angkat dan pindahkan ia ke meja makan ku dudukan ia di atas meja , ku mencium nya dengan penuh gairah tanpa paksaan harus mengigit bibir nya.
bahagia nya ketika ciuman ku dan ******* ku di balas nya , bibir kami terus mengecap dan basah lidah kami saling bergulat ciuman panas ini membuat tangannku ingin meraba setiap inci tubuh nya ketika tangannku hendak masuk ke dalam baju nya , ia menahan tangan ku dan menghentikan ciuman kami , ku menatap nya lalu ia menjawab
__ADS_1
" maaf belum saat nya aku belum siap beri aku waktu lagi"
aku pun bahagia mendengar nya, menunjukan bahwa ia sudah sedikit menerima keberadaan ku sebagai suami nya