
Xiao Bao kembali masuk kehutan seorang diri. Dia mengikuti bayangan hitam dari mata perempuan tadi. Dan bayangan itu menuju kearah hutan dimana Xiao Bao terjebak sebelumnya. "Apa maksudnya?" tanya Xiao Bao yang berdiri ditengah hutan memeriksa sekeliling.
Disaat Xiao Bao berada disana, sebuah cahaya datang entah dari mana. Cahaya tersebut bersinar membuat mata Xiao Bao silau. Perlahan demi perlahan, sinar cahaya tersebut redup. Sebuah buku kuno terjatuh didepan Xiao Bao.
"Buku?" ucap Xiao Bao bingung. Tanpa menunggu lama, Xiao Bao mengambil buku tersebut dan pergi dari sana. Sialnya, seseorang berjubah hitam rupanya sedari tadi bersembunyi dari balik pohon. Dia yang sedang berlatih seorang diri, terkejut ketika melihat orang tak dikenalnya berada ditempatnya. Dia pun semakin terkejut lantaran melihat Xiao Bao mendapat buku kuno yang sudah dia cari selama ini.
"Bagaimana bisa dia mengambilnya dengan mudah? Siapa dia sebenarnya?" ucapnya yang penuh rasa heran.
Xiao Bao kembali ke puncak gunung, dimana Lin dan Wan berada. Mereka memang sengaja memilih puncak gunung agar tidak dilihat warga dan Lin pun bisa aman.
"Naga Alpha, aku menemukan sesuatu!" teriak Xiao Bao menghampiri Naga Alpha dan peri Cahaya yang berada didekat api.
Lin dan Wan pun menoleh, penasaran apa yang dibawah Xiao Bao. Mereka bangkit dan berjalan menghampiri Xiao Bao.
"Aku menemukan buku kuno ditengah hutan. Sepertinya, buku ini sangat penting sampai mengeluarkan cahaya ketika datang." jelas Xiao Bao yang menunjukkan bukunya.
Lin dan Wan langsung terkejut, berbeda dengan naga Alpha dan Peri Cahaya yang tampak bingung. "Xiao Bao, kau dapat buku kuno itu dari mana?" tanya Lin dengan suara keras.
"Kau tidak mendengarnya, dia mengatakan dari hutan tadi." ucap Wan mengingatkan.
__ADS_1
"Tetapi, itu sungguh aneh. Kenapa bukunya berada di tanganmu?" tanya Lin kembali dengan wajah bingung.
"Apa ada sesuatu dari buku ini?" tanya Xiao Bao seketika.
Wan membuka mulut, menceritakan kejadian dimasa lalu sebelum dimensi air ada. Buku kuno yang disembunyikan salah satu kesatria menjadi incaran banyak orang. Buku kuno itu, diyakini mempunyai kekuatan spesial dan bisa membuat seseorang dengan cepat meningkatkan kekuatannya. Tetapi selama ini, tidak ada yang tahu dimana buku itu disembunyikan. Karena sudah lama hilang, semua orang mengira itu hanya sebuah dongeng saja.
Xiao Bao mengangguk, mengerti dengan perkataan Wan. Walau dirinya bingung, tetapi hatinya sangat senang bisa mendapatkan buku kuno. "Aku akan membacanya, apa saja isinya didalam." ucap Xiao Bao yang duduk dikursi bambu, membuka buku kuno dengan perlahan. Tetapi, setiap lembaran tidak terdapat tulisan apapun. Lembarannya kosong.
"Apa ini? Semua kosong!" ucap Xiao Bao dengan wajah kesal.
Lin dan Wan merebut buku kuno itu dari tangan Xiao Bao. Kedua alis mereka mengerit melihat tidak ada tulisan apapun didalam buku tersebut. "Aneh, apa ini bukan buku kuno yang asli?" tanya Lin yang membolak-balikkan sampul bukunya.
Lin mengembalikan buku kuno ke tangan Xiao Bao. Dia ikut kesal, mengira jika itu benar buku kuno asli. Xiao Bao pun membuang buku kuno itu, merasa tidak berguna.
Keesokan Harinya...
Xiao Bao bergegas turun dari gunung bersama Wan. Mereka memulai misi untuk mencari tahu salah satu pemberontak yang akan merusak kehidupan dimensi air. Sementara dipuncak gunung, Naga Alpha dan peri Cahaya ditemani Lin. Mereka hanya bisa menunggu, tidak bisa berbuat apa-apa.
"Xiao Bao, jika nanti kamu butuh sesuatu atau dalam masalah, temui aku. Aku akan menunggu didepan penjual buah-buahan. Kita tidak bisa terus bersama, semua orang bisa curiga. Mata sang pemberontak sangat tajam." jelas Wan berbisik pada Xiao Bao.
__ADS_1
"Di mengerti." Jawab Xiao Bao yang memutar arah dan memilih berlawanan arah dengan Wan.
Lagi-lagi, Xiao Bao melihat perempuan kemarin. Dia menghampirinya sambil menepuk pundak orang tersebut.
"Hei, kau lagi?" tunjuk perempuan tersebut ketika berbalik dan melihat Xiao Bao.
"Ah, aku ingin bicara denganmu." ucap Xiao Bao.
"Apa? Apa kau masih ingin mengatakan aku pencuri?" tanyanya dengan wajah santai.
"Tidak. Aku hanya ingin bertanya, siapa namamu?" ucap Xiao Bao yang duduk dikursi depan penjual kelapa.
"Aku Sarah yang hidup seorang diri seperti gelandangan. Lalu, kau siapa? Kenapa waktu pertama kali kita bertemu, rambutmu terlihat berbeda dari kami?" tanya Sarah sambil memegang rambut Xiao Bao.
"Aku, Xiao Bao."
"Asalmu dari mana? Dimensi apa?"
"Aku berasal dari sini, hanya saja rambutku sudah aku warnai kemarin. Tetapi, sudah kembali normal. Maaf, yah, aku kancang bertanya. Apa kau punya dendam terhadap seseorang?" tanya Xiao Bao dengan suara perlahan. Mengingat bayangan kemarin, Xiao Bao sangat tahu apa yang menyelimuti diri Sarah adalah dendamnya.
__ADS_1
'Jika itu benar, maka Sarah mempunyai misi datang kesini. Lalu, apa Sarah terlibat dalam pemberontak nanti?' guman Xiao Bao mematap wajah Sarah yang terdiam. Xiao Bao tidak sabar menunggu jawaban dari Sarah.