Kesatria Naga Alpha

Kesatria Naga Alpha
CH_30 Rumah Pemberontak


__ADS_3

Sarah datang mendekati tiga orang penjaga yang tersisa. Dia lalu di periksa, tetapi sebelum pemeriksaan selesai, Sarah menendang dengan keras penjaga tersebut. Kedua penjaga langsung bangkit ingin membantu temannya, tetapi dirinya sudah terlambat. Xiao Bao menepuk leher mereka berdua dari belakang membuat mereka pingsan dan tidak sadarkan diri.


"ini kesempatan kita, ayo pergi!" teriak Sarah memanggil Xiao Bao.


Di tempat pemberontak, masih terdapat dua orang yang menjaga pintu gerbang. Xiao Bao terkejut, tetapi tidak bagi Sarah. "Jangan takut, mereka tidak mengenali kita selama kau bertingkah sewajarnya. Jangan membuat mereka curiga, tetap santai." bisik Sarah yang berjalan masuk ke dalam gerbang. Xiao Bao membuntuti dari belakang.


"Hei, kau!" teriak salah satu penjaga memanggil Xiao Bao.


Xiao Bao langsung menoleh dengan wajah terkejut dan panik. Sarah menunggu dan mengamati.


"Aku?" tunjuk Xiao Bao pada dirinya sendiri. Dia berharap bukan dirinya yang dipanggil, tetapi salah satu penjaga mengangguk.


"Iya, kau. Ke sini dulu!" perintah sang penjaga.

__ADS_1


Xiao Bao dibuat panik, dia tidak tahu harus bagaimana. Gawat jika dirinya tidak dikenali oleh penjaga, rencananya yang sudah di susun rapi dengan Sarah akan hancur.


"Xiao Bao, kemari cepat!" teriak Sarah memanggil.


"Permisi, aku harus pergi." Ucap Xiao Bao yang bergegas menghampiri Sarah. Kedua penjaga mengeritkan alisnya, tetapi dengan cepat mereka menanggapi.


"Aku sering lihat perempuan itu, bisa saja orang yang dia panggil adalah temannya walau wajahnya tampak asing. Sudahlah, tidak mungkin jika orang asing masing ke sini, sudah banyak penjaga di dekat hutan. Mereka halus melewatinya terlebih dulu." Kata salah satu penjaga menampis kecurigaan temannya.


"Lalu, apa tidak ada cara untuk melihat ke dalam?" ucap Xiao Bao yang memperhatikan sekeliling.


"Tidak ada, kita tidak akan dibiarkan masuk begitu saja. Lihat saja di dekat pintu, semuanya terdapat penjaga yang berdiri." kata Sarah menunjuk ke depan.


Mereka lalu berlatih bersama kelompok lain. Xiao Bao memperhatikan setiap gerakan dasar yang di berikan orang di depannya. Setiap gerakannya, Xiao Bao merasa tidak asing. Dia bahkan memahaminya dengan cepat karena sudah tahu dengan gerakannya.

__ADS_1


Tiga puluh menit, Xiao Bao berlatih tanpa henti, sampai salah satu orang yang berjubah hitam menghampiri orang yang melatihnya. "Ada masalah, orang dari luar berhasil masuk. Penjaga di hutan di serang tiba-tiba." jelasnya.


"Lalu, bagaimana dengan orang yang berada di pintu gerbang, apa dia menemukan orang yang tidak biasa?"


"Tidak, mereka mengatakan tidak ada yang lewat dengan wajah asing."


"Kalau begitu, suruh semua orang kita untuk mencari pemberontak itu. Bisa saja, dia sudah masuk ke dalam. Aku akan suruh murid yang dilatih untuk membantu mencari." ucapnya sambil berbisik pada salah satu teman Sarah.


"Hei, teman-teman. Ada musuh yang menebus tembok kita, ayo kita cari orangnya di dalam." ucap teman Sarah sambil berlari lebih dulu memeriksa tempat pemberontak yang cukup luas.


"Ini kesempatan, jangan sia-siakan. Jika ada yang tidak beres, kita bisa berkumpul disini." kata Sarah yang berjalan menjauh dari Xiao Bao. Mereka mengambil arah jalan yang berbeda agar tidak ada yang mencurigai mereka.


'Ini waktu yang tepat untuk mencari tahu siapa pemimpin pemberontak ini. Mereka bahkan, sudah punya tempat seluas ini. Pasti sudah berdiri sangat lama.' guman Xiao Bao yang melihat sekeliling ketika berhasil masuk ke dalam istana para pemberontak.

__ADS_1


__ADS_2