
Xiao Bao melihat sekeliling, terdapat banyak pengawal yang berlari ke sana sini. Tidak berselang lama, langkah kaki Xiao Bao terhenti ketika melihat seseorang yang dirinya kenal. "Tidak mungkin," kata Xiao Bao dengan mata membulat.
Xiao Bao ingin berlari menghampiri orang itu, tetapi tangan pengawal berhasil menghalanginya. "Siapa kau? Kenapa ingin masuk ke tempat pimpinan?" tanya pengawal yang memperhatikan wajah Xiao Bao.
"Pimpinan?" tanya Xiao Bao yang bingung.
"Iya, benar. Tidak boleh orang sembarang masuk di tempat pemimpin kecuali dia memberimu izin masuk." kata penjaga menjelaskan.
"Tidak, aku ingin bertemu dengannya. Aku kenal dia dan dia mengenalku. Aku mohon!" kata Xiao Bao yang bersikeras ingin menghampiri.
"Tunggu sebentar, aku akan menghampiri dan bertanya padanya terlebih dulu. Kau siapa?" kata pengawal yang berniat membantu.
"Xiao Bao, beritahu padanya jika aku Xiao Bao. Dia pasti akan langsung mengenalku." kata Xiao Bao dengan wajah antusias.
Salah satu pengawal berlari menghampirinya pimpinan. Dia kemudian berbisik sambil menunjuk ke arah Xiao Bao yang tidak jauh darinya. Tampak wajah pimpinan bingung, kedua alisnya sampai mengerit sebentar.
__ADS_1
Tidak berselang lama, pengawal yang bertanya kepada pimpinan kembali menghadap Xiao Bao. Dengan tangan kekarnya, dirinya menarik Xiao Bao menjauh dari sana.
"Apa-apaan ini? Aku ingin bertemu dengannya!" teriak Xiao Bao yang berusaha memberontak.
Xiao Bao di tarik paksa dan di bawa ke tempat yang penuh kayu-kayu dan duri. Mungkin inilah yang dibilang semua orang sebagai tempat hukuman.
"Apa yang kalian lakukan padaku?" teriak Xiao Bao tidak terima dirinya malah dibawa ke tempat yang mengerikan.
Tiga orang penjaga melancarkan aksinya dengan mengambil sikap ingin menusuk tubuh Xiao Bao. Senjata di arahkan. "Katakan sejujurnya, siapa kau sebenarnya?" tanya salah satu penjaga dengan suara tegas.
"Pimpinan mengatakan jika dirinya tidak mengenalmu. Kau bertingkah aneh ketika melihatnya dan mengira jika pimpinan mengenalmu. Kau pasti orang baru yang bergabung, benarkan?" tanya mereka dengan tatapan tajam.
Sarah diam-diam mendengarkan, dia menepuk kepalanya melihat Xiao Bao tertangkap. "Akan aku biarkan dia mati saja di sana. Aku bahkan sudah memperingatinya untuk tidak membuat masalah, tetapi dia tetap nekad. Sekarang dia pasti baru tersadar bagaimana rasanya," ucap Sarah yang berjalan pergi dari sana.
"Katakan cepat atau kau akan menyesal!" teriak penjaga memaksa.
__ADS_1
Xiao Bao tertunduk lemas, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dirinya sudah tertangkap basah hanya karena melihat seseorang yang mirip dengan orang yang dia kenal. 'Sial, aku harus lepas dari sini dan segera keluar.' guman Xiao Bao yang memutar matanya mencari jalan keluar.
"Hei! Cepat bicara, kau punya mulut, kan? Apa kau mau aku menyuruh pengendali api untuk menyerangmu?" teriak penjaga mengancam.
"Tidak perlu, aku akan beritahu siapa diriku sebenarnya. Tetapi sebelum itu, menolehlah ke belakang terlebih dulu!" perintah Xiao Bao memberi kode.
Semua penjaga menoleh dan melihat Sarah menendang anak buahnya. Penjaga berusaha menghindar, tetapi sia-sia. Al-hasil, mereka semua terluka dan tak mampu berdiri. Sarah lalu melepas ikatan yang melilit di badan Xiao Bao.
"Dasar kamu! Tidak bisa di andalkan." ucap Sarah dengan suara perlahan.
"Maaf, nanti aku ganti kebaikanmu." kata Xiao Bao yang merasa senang berhasil selamat.
"Ayo pergi sebelum mereka semua datang." ucap Sarah yang berlari keluar di ikuti Xiao Bao.
Di tempat lain, seseorang mengepal keras kedua tangannya membayangkan penjaga yang memberitahu, jika ada orang yang bertemu dengannya yang bernama Xiao Bao. Pikiran dan hatinya membara seketika, tetapi dia berusaha mengendalikan emosinya. "Setelah sekian lama, kenapa kita harus bertemu?" ucapnya dengan senyum yang sulit di artikan.
__ADS_1