Kesatria Naga Alpha

Kesatria Naga Alpha
CH_24 Pembelok


__ADS_3

Xiao Bao berlari menyusuri tiap hutan ditemani Peri Cahaya dan Naga Alpha. Wan dan Lin memberitahu Xiao Bao mencari orang yang ditemuinya tadi.


"Jika aku tidak salah, dia salah pembelok yang mengincar dimensi air. Xiao Bao, pergi dan tangkap dia. Bawa dia kepuncak gunung." ucap Lin ketika selesai menceritakan pembelok tersebut.


Nafas Xiao Bao terus memburu, tetapi dirinya tidak berhenti berlari dan terus berlari sampai mereka berhasil berada diujung hutan yang terdapat jurang.


"Kita harus melewati jurang ini, ayo naik kepunggungku." perintah Naga Alpha ketika melihat sebuah jurang didepannya.


"Xiao Bao, ayo naik." pintah Peri Cahaya yang lebih dulu terbang dengan sayap mungilnya.


Xiao Bao tidak punya pilihan, dia menurut dan menaiki pundak naga Alpha. Mereka lalu terbang melalui jurang pemisah. Setelah berkeliling sangat lama, mereka akhirnya menemukan tempat tinggal pembelok tersebut. Sebuah rumah kayu berdiri kokoh ditengah hutan.


"Bagaimana dia bisa melalui jurang itu sementara rumahnya berada diseberang jurang?" tanya Xiao Bao dengan wajah bingung.


Tetapi sebelum naga Alpha menjawab, sebuah Naga yang berbadan agak besar dari naga Alpha terbang membawa seseorang yang berjubah hitam. Dia lalu turun dan masuk kedalam rumahnya. Sementara naganya terbaring diluar rumah.

__ADS_1


"Dia seorang kesatria?" tunjuk Xiao Bao dengan mata membulat.


"Tidak mungkin. Seorang kesatria, tidak akan menjadi pembelok." jawab Naga Alpha dengan cepat.


"Lalu dari mana dia dapat naga?" tanya Peri Cahaya dengan tongkat yang menunjuk-nunjuk.


Hanya seorang kesatria yang mempunyai naga. Dari sekian banyaknya orang, mereka hanya bisa mendapat naga setelah mengikuti tes dan tantangan khusus orang yang mendaftar menjadi seorang kesatria. Hanya Xiao Bao yang beruntung, karena dia mendapatkan naga Alpha secara percuma.


"Xiao Bao, temui dia dan tanyakan semua pertanyaanmu. Aku menjadi bingung disini," titah Peri Cahaya yang terbang lebih dulu mendekati rumah pembelok itu.


"Menyingkir cepat!" teriak Xiao Bao yang melompat. Peri Cahaya ikut bersembunyi. Hanya naga Alpha yang berdiri, karena tubuhnya begitu besar untuk bersembunyi dibalik pohon.


Duar.. Duar..


Naga Alpha terbanting kebelakang. Orang berjubah hitam lalu keluar setelah mendengar keributan. Dengan tangan terangkat dia mencegah naganya untuk menyerang.

__ADS_1


"Maaf, Tuan Dion. Mereka lancang datang ketempat kita." adu Naga Beta kepada tuannya.


"Xiao Bao, Naga Beta tidak menyerang lagi." lapor Peri Cahaya.


Xiao bao keluar dari persembunyiannya, menolong Naga Alpha untuk bangkit. Kemudian menghadap naga Beta dan orang yang dia cari. "Apa kalian gila! Menyerang kami tiba-tiba?" teriak Xiao Bao yang tidak terima. Naga Alpha belum pulih sepenuhnya, kini kembali terluka.


"Bukan salah nagaku jika dia menyerang kalian. Justru, kalian memang pantas mendapatkannya." jawab Dion dengan mengangkat kedua tangannya memberi kode.


Seketika, Naga Beta kembali mengeluarkan air dan api berkali-kali dari dalam mulutnya. Xiao Bao tidak bisa menghindar, kekuatan dari naga Beta membuat tubuhnya terluka. Peri Cahaya menjadi panik. Dia menyerang balik Naga Beta dengan sihir biru yang membuat Naga Beta mematung beberapa saat.


"Ayo kita pergi dari sini!" teriak Peri Cahaya.


"Lari! Lari!" lanjut Xiao Bao membantu Naga Alpha segera pergi.


Dion hanya memperhatikan, tidak mencegah sama sekali. Lima menit kemudian, Naga Beta sudah kembali normal. Dia menggerakkan tubuhnya dengan perlahan. "Tuan Dion, kemana mereka? Aku harus menghabisianya." ucap Naga Beta melihat incarannya sudah tidak ada didepan matanya.

__ADS_1


"Lupakan saja, mereka akan kembali nanti. Kamu tetap fokus menjaga tempat ini, jangan sampai membiarkan seorang pun masuk. Dia akan tahu rahasia yang aku jaga dengan baik selama ini." ucap Dion yang kembali masuk kedalam rumah kayu misterius itu.


__ADS_2