
"Aku tidak punya dendam sama sekali, kau sepertinya salah paham." ucap Sarah dengan tersenyum.
"Maaf, aku harus pergi. Masih banyak pekerjaan menungguku." lanjut Sarah yang bergegas pergi. Dia berlari menjauh dengan cepat seolah kakinya sudah tidak tahan berada didekat Xiao Bao.
Setelah hampir dua jam berkeliling, Xiao Bao tidak menemukan orang yang mencurigakan. Dia bermaksud ingin kembali menemui Wan, tetapi seorang pemuda yang menggunakan jubah hitam langsung menghampiri Xiao Bao.
"Ikuti aku!" perintahnya yang berjalan lebih dulu.
Xiao Bao tidak mengenalnya, tetapi karena dirinya penasaran, dia pun mengikut dibelakang orang tak dikenal tersebut sampai orang tersebut membawa Xiao Bao ke tempat yang sepi.
"Hei! Bicara padaku, kenapa kau memanggilku?" tanya Xiao Bao yang mengekor dibelakang orang tak dikenal itu.
Orang tersebut lalu berhenti dengan tiba-tiba. Dia membalikkan badannya menghadap Xiao Bao. Tanpa memberi kode, tangan orang tersebut bergerak dan menyerang Xiao Bao dengan kekuatan api.
Xiao Bao yang tidak bisa menghindar, tubuhnya terbakar. Bajunya gosong seketika. "Apa yang kau lakukan! Kau membuat bajuku hitam semua!" teriak Xiao Bao yang bangkit dengan cepat mengkhawatirkan bajunya yang berubah warna menjadi hitam.
"Itu akibat jika kamu terus ikut campur dengan urusanku. Ingat satu hal, kau bukan penghuni dimensi ini, jadi jangan pernah masuk kedalam masalah karena aku tidak akan segan-segan membunuh dirimu." Ucapnya dengan penuh penekanan.
Xiao Bao tersenyum sinis. Ini pertama kalinya, dia mendapat ancaman dari mulut seseorang. Selama ini, Xiao Bao selalu diejek, tidak pernah sekali terlontar dari mulut orang yang ditemuinya mengancamnya.
__ADS_1
"Apa kau bercanda? Aku dari dulu selalu diharapkan untuk tidak hidup. Jika pun kamu ingin membunuhku, silakan. Tidak ada yang melarangmu, asalkan kalau dirimu bisa membunuhku." jawab Xiao Bao dengan senyum miring.
Orang yang berdiri dihadapannya, mengepal kedua tangannya. Dia merasa ditantang oleh Xiao Bao. Dengan tangan yang terputar, dia membuat semprotan dari api yang terus keluar menyerang Xiao Bao.
Kali ini, Xiao Bao sudah bersiap menghadapinya. Dia menghindar dengan mudah. Setelah api kiriman orang tak dikenal hilang, giliran Xiao Bao yang mengeluarkan kekuatan apinya yang dia dapat dari dimensi api.
"Rasakan ini!" teriak Xiao Bao dengan suara lantang.
Orang berjubah hitam mulai waspada ketika melihat kegigihan Xiao Bao yang seperti ingin mengeluarkan semua sisa kekuatannya. Tetapi, apa yang terjadi tidak sesuai yang diharapkan. Hanya api kecil seperti api yang dikeluarkan naga alpha dari mulutnya. Jaraknya sekiat 30 cm saja.
Orang berjubah hitam sampai tertawa terbahak-bahak didepan Xiao Bao. Dia tidak habis pikir, Xiao Bao ingin membuat dirinya takut melihat semangatnya.
"Tidak bisa. Tanganku saja kalau terkena, tidak akan merasa sakit." lanjutnya diakhir dengan tawa.
Xiao Bao bingung dengan kekuatannya sendiri. kemarin ketika menggunakannya dimensi api, semuanya baik-baik saja. Kekuatannya jauh lebih besar. Lalu, kenapa sekarang tidak bisa?
Sebuah lonceng berbunyi, seketika tubuh orang berjubah hitam itu bergetar. Tidak lama, matanya berubah menjadi merah. Dia langsung pergi dari sana dengan cepat kilat. Xiao Bao berusaha mengejar, tetapi dirinya kehilangan jejak. "Ah, sial. Aku hanya mempermalukan diriku sendiri." kata Xiao Bao dengan wajah masam.
Dipuncak gunung, semua teman-temannya mondar mandir menunggu kedatangan Xiao Bao. Termasuk Lin dan Wan yang tidak sabar ingin tahu apa yang tejadi. Wan dari tadi sibuk mencari Xiao Bao dipasar, ketika tidak berhasil menemukannya, Wan kembali kepuncak gunung mengira Xiao Bao pulang lebih cepat tanpa memberitahu dirinya.
__ADS_1
"Dia tidak mungkin tersesat dipasar kan?" tanya Wan, khawatir.
"Xiao Bao bukan orang lemah. Dia bisa mencari jalan keluar dengan mudah." sahut peri Cahaya dengan wajah serius. Naga Alpha mengangguk membenarkan.
"Lalu, kenapa dia lama sekali? Apa tertangkap oleh pemberontak?" ucap Wan yang bertambah panik.
Tidak berselang lama, Xiao Bao muncul dengan nafas ngos-ngosan. Dia berlari sampai dipuncak gunung.
"Xiao Bao, akhirnya kau datang." kata Peri Cahaya merasa senang. Dia terbang kehadapan Xiao Bao.
"A-aku le-lah." ucap Xiao Bao dengan suara terputus-putus.
Peri Cahaya mengarahkan tongkatnya ketubuh Xiao Bao, memberikan sedikit energi tambahan. Tubuh Xiao Bao yang tadinya tidak dapat berdiri, kini bangkit perlahan.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Lin yang penasaran.
"Biarkan dia duduk dulu, jangan menyerang lewat pertanyaan." bela Wan yang menarik kursi bambu, membiarkan Xiao Bao duduk terlebih dulu.
Setelah istirahat beberapa menit, Xiao Bao mulai menjelaskan pada teman-temannya apa yang terjadi padanya. Mulai ketika dirinya bertemu orang berjubah hitam yang menyerangnya tiba-tiba dengan kekuatan api. Tidak lupa, Xiao Bao memberitahu ancaman yang dilontarkan padanya.
__ADS_1
"Aku tahu siapa dia sebenarnya." jawab Lin seketika. Semua orang menoleh kearahnya dengan wajah terkejut.