Kesatria Naga Alpha

Kesatria Naga Alpha
CH_32 Di Bawa Ke Ruang Penyiksaan


__ADS_3

Xiao Bao berlari keluar dari tempat itu bersama Sarah, tetapi mereka tidak bisa lolos dengan mudah. Mereka dihadang di tengah jalan dengan pemberontak yang mengepungnya.


"Sarah! Tidak ada pilihan selain menyerang!" kata Xiao Bao menoleh ke samping melihat Sarah yang bersiap sambil mengeluarkan pahanya.


"Ayo mulai!" teriak Sarah berlari lebih dulu.


Para pemberontak tidak kalah bersemangat melawan Xiao Bao dan Sarah. Mereka terus menerus mengeluarkan kekuatan api yang menjadi ciri khas para pemberontak. Sarah ikut menyerang dengan sihir apinya yang diajarkan dan dilatih ketika berada di tempat para pemberontak.


Ketika mereka hampir berhasil mengalahkannya, pemimpin pemberontak datang, mengikat mereka dengan tali api. Tubuh Sarah dan Xiao Bao tidak bisa bergerak. Mereka berdua tertangkap.


"Tidak, ini tali api. Jika memberontak sekali saja, habis kita." ucap Sarah yang menyadarinya.


"Tali apa?" Xiao Bao tidak mengerti, dirinya baru mengenal sihir api, belum mengetahui sepnuhnya mengenai kekuatan api.


"Bawa mereka, jangan sampai lepas!" perintah Pimpinan yang berjalan lebih dulu. Para penjaga menyeret Xiao Bao dan Sarah kembapi ke rumah pemberontak. Mereka dibawah ke penjara untuk diintrogasi.


"Apa ini? Kita di tempatkan di penjara," kata Sarah yang tidak menyangka.


"Kita harus segera pergi dari sini, Xiao Bao." kata Sarah yang mondar mandir di dekat besi.


"Aku akan meminta bantuan," ucap Xiao Bao mengambil tongkat dari saku celananya. Ini adalah tongkat penyihir satu-satunya yang dia miliki.

__ADS_1


"Peri Cahaya! Naga Alpha! Aku butuh bantuan!" ucap Xiao Bao berusaha berkomunikasi dengan teman-temannya, tetapi tidak ada jawaban dari sana.


"Naga Alpha, peri Cahaya, tolong jawab aku!" lanjut Xiao Bao yang tidak mendapat respon.


"Kenapa? Tongkatmu mungkin rusak," kata Sarah memperingatkan.


"Tidak, tongkatku baik-baik saja sebelumnya. Mungkin ada kendala yang membuat kami tidak bisa berkomunikasi dengan mereka." jelas Xiao Bao yang memasukkan kembali tongkatnya.


Dari balik jendela, pimpinan mendengar semua pembicaraan Xiao Bao. Terlihat senyum kecut dibibirnya. 'Kita lihat, seberapa besar kemampuanmu, nak?' guman pimpinan sambil pergi diam-diam.


Tengah malam, Xiao Bao masih berada di penjara bawah tanah. Dia tidak bisa tidur merasakan tubuhnya mengigil. Sarah yang melihat tubuh Xiao Bao bergetar, berteriak menghampirinya. "Xiao Bao, kau tidak apa-apa?" tanya Sarah yang memegang tubuh Xiao Bao.


Sarah bahkan memeriksa panas tubuh Xiao Bao, mengira jika diri Xiao Bao sedang sakit. Tetapi, tubuhnya tidak panas sama sekali seperti dugaannya.


"Apa maksudmu?" tanya Sarah yang kebingungan.


Dia penjaga masuk, membuka pintu penjara Xiao Bao. Mereka menarik Xiao Bao keluar dari penjara dalam keadaan lemah. Sementara Sarah berusaha ingin keluar tetapi dihalangi. "Kau tunggu di sini, pimpinan ingin bertemu dengan penyihir ini." ucap salah satu penjaga yang membawa obor api.


"Apa? Pimpinan?" tanya Sarah yang kebingungan, tetapi Xiao Bao sudah keluar dan tidak terlihat lagi bersama dua orang penjaga yang membopohnya.


Perasaan Sarah semakin ridak enak, dia yakin sekali jika Xiao Bao akan dilukai. Sarah mondar mandir di dalam penjara seorang diri, berusaha mencari ide untuk keluar. Tiba-tiba dirinya menemukan tongkat sihir Xiao Bao yang terjatuh ketika tubuhnya bergetar tadi.

__ADS_1


"Oh, iya. Aku lupa, aku harus minta bantuan kepada Wan dan Dion." ucap Sarah yang meraih tongkat sihir Xiao Bao. Dia bingung bagaimana cara menggunakannya, terdapar banyak tombol yang tidak satu pun Sarah mengerti.


Sementara itu, Xiao Bao di bawah ke tempat penyiksaan. Seseorang menggunakan jubah hitam menunggu mereka di sana dengan membelakangi Xiao Bao.


"Pimpinan, orangnya sudah kami bawa." lapor penjaga sambil menunduk memberi hormat.


"Lepaskan dia di situ!" perintah pimpinan.


"Tetapi, pimpinan. Kami takut dia akan melukai pimpinan nanti?" ucap Penjaga yang keberatan.


Pimpinan menoleh menatap mereka berdua dengan tatapan tajam, seperti menyembur api ke arah dua penjaga yang membawa Xiao Bao.


"Baik, Pimpinan. Kami akan pergi, jika orang ini menyerang, berteriak lah biar kami bisa datang membantu." kata para penjaga sebelum undur diri.


"Mereka pikir aku tidak bisa mengatasi penyihir lemah ini?" kata pimpinan dengan suara perlahan setelah dua penjaga pergi dari tempat penyiksaan. Para penjaga menunggu di luar.


"Xiao Bao, apa kau baik-baik saja?" tanyanya yang memegang dagu Xiao Bao, mendongak melihat wajah pimpinan.


"Kau mengenalku bukan?" kata Pimpinan kembali.


Tubuh Xiao Bao semakin bergetar, dirinya tidak bisa menopang tubuh kecilnya. Jangankan berdiri, berbicara saja tidak mampu.

__ADS_1


"Aku serius, tatapanmu seperti menjelaskan sesuatu yang tidak aku mengerti." kata pimpinan dengan tangan yang di sembunyukan dibelakang punggungnya sambil mengeluarkan sihir api.


__ADS_2