
Keadaan semakin tidak terkendali, semua penduduk desa begitu panik melihat kobaran api besar terus mengarah ke tempatnya saat ini.
"Wan, lakukan sesuatu. Semua desa akan tergelam." ucap salah satu warga desa.
Mereka semua berdiri didepan pintu masuk desa memasang wajah panik. Walau Wan dan Xiao Bao menyuruh mereka untuk pergi mengunsi, mereka tidak menolak dengan keras. Tempatnya ada di desa, tidak ada tempat lain bagi mereka. Itu alasan mereka tidak mau meninggalkan desa.
"Xiao Bao, tolong bantu kami. Buat naga Alpha membawa semua warga desa. Mereka semua akan mati jika tetap berada di sini." kata Wan memohon dengan mata berkaca-kaca.
"Tetapi mereka tidak mau?" ucap Xiao Bao.
"Aku tahu, karena itu mereka dalam masalah. Yang datang bukan hanya kobaran api, tetapi para pemberontak yang berada di belakangnya. Penduduk desa harus segera pergi." jelas Wan.
Xiao Bao lalu kembali ke belakang, memaksa para penduduk desa untuk mengunsi. Tetapi, mereka bersikeras untuk tidak pergi. Naga Alpha juga tidak bisa melakukan apa pun. Tubuhnya masih lemah untuk membawa mereka.
Kobaran api semakin mendekat dan sudah terlihat didepan mata. Wan berada paling depan bersama Xiao Bao, menunggu api itu. Entah bagaimana mereka berdua akan mencegahnya.
"Kau bisa menggunakan sihir airmu untuk memadamkannya." ucap Xiao Bao menoleh ke arah Wan yang tepat berada di sampingnya.
__ADS_1
"Lalu, kau akan menggunakan apa? Kau tidak punya sihir air, hanya api." kata Wan dengan tatapan lurus ke depan.
Xiao Bao tidak menanggapi, dia tetap ingin membantu walau dirinya tidak mempunyai sihir air.
"Semua penduduk desa, kita harus berjuang membantu Wan. Kita harus menghalangi api masuk ke desa dengan sihir kita sendiri walau nanti tetap akan kalah. Yang jelas, kita sudah berusaha semampu kita dan bukan menjadi orang pecundang." teriak penduduk desa memberi semangat.
"Ayo! Ayo!" semua orang semakin panas di depan gerbang pintu masuk desa. Tak kecuali peri Cahaya dan Naga Alpha yang ikut berjajar rapi menanti kedatangan musuh mereka.
Api yang tadinya membesar, tiba-tiba berhenti dan tidak bergerak maju. Xiao Bao bingung melihatnya, tetapi ketika matanya melihat kedatangan rombongan orang-orang yang menggunakan jubah hitam lengkap, berjalan mendahului kobaran api.
"Sudah waktunya, kalian semua mati para penghuni air. Dan dimensi ini harus menjadi milik kami." ucap salah satu orang yang berbaris paling depan.
Dia lalu membuka penutup wajahnya, memperlihatkan siapa dirinya. Betapa terkejut semua penduduk desa dan Xiao Bao. Orang yang memimpin pemberontakan ini adalah orang yang mereka kenal, Lin.
"Bukan kha itu, Lin?" tunjuk penduduk desa saling bertanya-tanya.
"Iti benar, Lin. Apa yang ingin dia lakukan?" tanya Peri Cahaya terbang beberapa langkah ke depan memastikan penglihatannya.
__ADS_1
"Lin? Apa itu kau? Kenapa?" tanya Xiao Bao dengan wajah bingung dan penasaran. Selama ini, dia anggap Lin orang yang baik dan berpihak padanya. Ternyata, Lin bukanlah Lin yang berdiri dihadapannya selama ini.
"Kita selalu bertemu, Bao, Wan, peri Cahaya dan naga Alpha. Terima kasih, sudah memberiku tempat sampai menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam." kata Lin dengan senyum liciknya.
"Balas dendam?" lagi-lagi mereka semua dibuat bingung dengan perkataan Lin. Apa yang membuat Lin ingin balas dendam sampai dirinya tega ingin menghancurkan dimensinya sendiri, yang merupakan tempat tinggalnya.
"Lin, sadarlah. Kau berada dijalan salah." sahut Wan yang sedari tadi diam.
Sejujurnya, Wan sudah tahu siapa pemberontak dibalik semua ini. Ketika Xiao Bao datang menemuinya, Wan terkejut terlebih Xiao Bao mengatakan jika dirinya orang suruhan Lin. Tetapi, Wan tetap membantu. Dia ingin tahu, apa lagi yang ingin diincar Lin. Wan juga berusaha agar Lin memaafkan perbuatan penduduk desa yang mengucilkan dirinya. Wan selama ini berusaha membujuk penduduk desa, tetapi masih banyak yang tidak menerima Lin.
"Aku berada di jalan benar, Wan. Untuk apa aku tetap berada di antara kalian jika keberadaanku saja tidak diinginkan?" tanya Lin dengan senyum semuringai.
"Aku sudah bersabar selama ini dan ini waktu yang tepat untuk membasmi para kuman seperti kalian. Termasuk kamu, Wan." tunjuk Lin dengan tatapan tajam. Lin tidak tahu saja, apa yang selama ini Wan lakukan di tengah desa. Berupaya membujuk penduduk desa agar mau menerimanya kembali. Tetapi, di mata Lin, Wan tidak melakukan apapun dan tetap menikmati hidupnya di desa dengan baik tanpa dirinya. Karena itulah, Lin sangat dendam dengan semua orang dan memilih bergabung dengan para pemberontak.
"Habislah kalian!" kata Lin yang mengukurkan tangannya ke depan membuat kobaran api semakin membesar dan menyerang desa. Tidak lupa pula, semua pasukan para pemberontak maju berhadapan dengan penduduk desa.
Rumah-rumah terbakar dengan cepat. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Semua orang sibuk melawan pasukan pemberontak. Xiao Bao ikut membantu, begitupun dengan naga Alpha dan peri Cahaya. Mereka semua menggunakan sisa kekuatannya untuk menyelamatkan dimensi air.
__ADS_1