Kesuksesanku Untuk Ayah Ibu

Kesuksesanku Untuk Ayah Ibu
Meremehkan


__ADS_3

Sesuai dengan rencana aku dan Aida sebelumnya, hari ini kami akan mengurus surat keterangan tidak mampu dari desa. Sebelum meninggalkan sekolah aku dan Aida mengurus surat ijin dan mengisi ijin keluar yang berada di pos satpam. 


Aku meninggalkan sekolah dan bergegas ke desa Aida untuk mengurus surat keterangan tidak mampu milik Aida. Maklum saja desa kami berbeda, artinya harus ke salah satu terlebih dahulu karena aku ingin tetap mengurus semua berdua dengan Aida. 


Setelah melewati beberapa tahap akhirnya surat keterangan tidak mampu dari desa milik Aida sudah selesai dan sudah ditandatangani oleh kepala desa setempat. 


Kami melanjutkan perjalanan ke desa tempat tinggalku berada, ditengah perjalanan kami berhenti di salah satu penjual es degan hijau. Sembari menikmati angin sepoi-sepoi persawahan dan jauh dari keramaian kota segelas es degan rasanya kurang untuk dinikmati ditengah hari yang cukup panas. Akan tetapi jika terus saja menikmati hari surat keterangan dari desa milikku tidak akan selesai hari ini. Padahal waktu ijin kami hanya hari ini saja. 


Segelas es degan sudah habis, kami melanjutkan perjalanan hingga tiba di kantor desa. Aku segera masuk ke ruang pelayanan dan menyerahkan berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan surat keterangan tidak mampu. 


"Assalamualaikum pak, mohon maaf saya mau minta surat keterangan tidak mampu. Ini berkas-berkasnya."


Aku meyerahkan dokumen kepada salah satu petugas yang ada di ruang pelayanan. Hal yang tidak terduga terjadi. 


"Kamu mau mengurus surat keterangan tidak mampu ini untuk apa?" Tanya salah satu petugas. 


"Untuk mengajukan beasiswa kuliah pak." Jawabku dengan sangat semangat. 


"Sebentar saya check dulu!"


"Iya pak," Aku kembali duduk dikursi tunggu yang telah disediakan. 


"Mbak kamu mau melanjutkan pendidikan kemana dengan latar perekonomian yang sekarang?" Tanya salah satu petugas yng sebenarnya sudah mengenal keluargaku. 


"Di Universitas Indonesia,"

__ADS_1


"Hehh, dengan ekonomi kelas bawah saja sok-sokan mau kuliah. Buat makan sehari-hari saja susah." Bisik salah satu petugas ke petugas lain. 


Aku mendengar bisikan itu dengan jelas tapi aku diam saja karena aku sedang butuh surat keterangan itu. Aku hanya berpikir mengapa pelayanan di desaku berbeda dengan pelayanan di desa Ida. 


"Buatkan saja pak surat keterangan tidak mampunya, masalah beasiswanya bisa atau tidak itu urusan belakang yang pasti saya sudah berusaha." Jawabku sembari menenangkan pikiranku. 


"Iya mbak, cuma sekedar saran saja jangan bermimpi terlalu tinggi kalau gagal kecewanya tidak ada obat." Cemooh petugas lain. 


"Saya tahu resikonya seperti apa pak. Memang latar belakang keluarga saya dari kalangan bawah tapi apa saya salah jika saya ingin kuliah." Emosiku memuncak dan mengeluarkan kata-kata dengan nada yang cukup keras. 


"Sudah Ana, jangan diteruskan. Biarkan saja mereka bilang apa, yang penting kamu harus bisa membuktikan kalau kamu bisa lebih dari ini." Aida memegang tanganku dan menenangkan emosiku. 


Benar juga apa kata Aida aku tidak boleh gegabah dan tidak boleh terbawa emosi. Aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya agar pikiranku sedikit berkurang. 


Setelah menunggu kurang lebih sekitar satu jam tiga puluh menit waktu yang cukup lama untuk pelayanan surat keterangan tidak mampu. 


"Iya pak, terima kasih." 


Aku masih kesal dengan pembicaraan di ruang pelayanan tadi. Padahal hanya mengurus surat keterangan tidak mampu saja akan tetapi pembahasannya justru ke perihal ekonomi keluargaku. Memang benar ekonomi keluargaku rendah, akan tetapi aku tidak senang jika diremehkan begitu saja. 


Aku dan Aida kembali menuju sekolah, benar saja setibanya di sekolah sudah mulai sepi karena tidak aja jam pelajaran dan siswa sudah banyak yang pulang terlebih dahulu. Hanya tinggal guru dan karyawan yang menunggu jam absen pulang. 


Setelah dari tempat parkir aku dan Aida menuju ruang bimbingan konseling. Beruntungnya Ibu Nia masih berada di ruangan. 


"Assalamualaikum bu," Kataku. Aida mengikuti ku masuk ke ruangan. 

__ADS_1


"Waalaikumussalam ada apa Ana, Aida?" Jawab Ibu Nia. 


"Ini surat keterangan tidak mampu punya saya dan Aida." Aku menyerahkan surat itu kepada Ibu Nia. 


"Berarti sudah lengkap ya, nanti kalian revisi lagi formulir pendaftaran onlinenya kalau sudah selesai semua bisa kirim submit dan data kalian secara otomatis akan tersimpan." Lanjut Ibu Nia. 


"Baik bu, terima kasih arahannya. Kami ijin pulang dulu bu." Kata Aida. 


"Iya silahkan, hati-hati di jalan."


"Assalamualaikum." Aku mengucapkan salam sebelum meninggalkan ruang bimbingan konseling. 


"Waalaikumussalam." 


Aku dan Aida berpisah untuk pulang kerumah masing-masing. Aida yang sudah dijemput oleh orang tuanya segera keluar sekolah. Sedangkan aku menuju masjid karena aku belum melaksanakan sholat dhuhur dan belum laporan kepada yang kuasa untuk siang hari ini. Maklum saja laporannya orang islam sehari lima kali untuk menghadap sang pencipta Allah SWT.


Bnyak cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT salah satunya dengan melaksanakan perintah sholat yang hanya dilakukan lima kali dalam sehari. 


Shalat adalah salah satu jenis ibadah di dalam agama Islam yang dilakukan oleh Muslim. Kegiatan salat meliputi perkataan dan perbuatan yang diawali dengan gerakan takbir dan diakhiri dengan gerakan salam. Kedudukan salat di dalam Islam ialah sebagai rukun Islam yang kedua. Salat merupakan suatu ibadah yang istimewa di dalam Islam karena perintah pelaksanaannya diterima oleh Nabi Muhammad dari Allah secara langsung. Salat dijadikan sebagai penanda utama dalam status keimanan seorang muslim. Mengerjakan salat merupakan tanda awal keislaman sedangkan meninggalkan salat merupakan tanda awal kekafiran.


Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantahan perintah Allah. Dalil mengenai kewajiban pelaksanaan salat terdapat di dalam Al-Qur'an, hadis, maupun ijmak para ulama. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam melaksanakan salat ada sembilan, yaitu Islam, berakal, mumayyiz, bersuci, menutup aurat, bersih dari najis, mengetahui waktu pelaksanaan salat, menghadap ke kiblat, dan memiliki niat. Selain itu terdapat rukun salat yang jumlahnya sebanyak empat belas macam gerakan dan ucapan, serta delapan hal yang membatalkan salat. 


Dan kewajiban umat islam yang paling mudah dilakukan adalah menegakkan sholat karena sholat adalah tiang agama. Begitulah yang aku dapatkan saat pembelajaran agama dari Ustadz Hasan


Sedangkan SKTM atau singkatan dari Surat Keterangan Tidak Mampu. SKTM merupakan surat yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat sebagai keterangan bagi penduduk atau keluarga yang kurang mampu.

__ADS_1


Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) adalah surat yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat di tingkat kecamatan atau desa.  Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sering kali dibutuhkan penduduk untuk mengurus berbagai kepentingan terutama berhubungan dengan biaya. Seperti biaya pendidikan, biaya berobat rumah sakit, hingga jaminan persalinan.


Tidak salah lagi jika surat keterangan tidak mampu sangat dibutuhkan sebagai persyarakat pengajuan beasiswa bagi seluruh siswa atau mahasiswa yang berada di Indonesia ini. 


__ADS_2