
Seandainya bisa memutar waktu kembali mungkin aku bisa merubah pemikiran orang-orang di sekitarku. Tapi apalah dayaku yang hanya manusia biasa.
Hari ujian Nasional Berbasis Komputer tiba.
Hari ini adalah hari pertamaku melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Pagi ini aku berada di sekolah pada pukul 07.15. Benar, pasti sudah terlambat karena seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha pada pukul 06.45.
Aku memarkirkan motor terlebih dahulu, gerbang depan sudah tampak sepi tanpa seorang guru yang berjaga di depan. Guru piket pasti sudah berada di masjid karena maksimal siswa terlambat pada pukul 07.00. Selebihnya tidak ada ijin masuk ke sekolah. Berhubung hari ini pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer dan aku siswa kelas dua belas jadi satpam sekolah memberikan ijin aku masuk ke sekolah dengan konsekuensi poin dua kali lipat.
Tumben seorang Ana terlambat ke sekolah padahal aku merupakan salah satu siswa yang tidak pernah terlambat. Kecuali ada kendala di jalan.
Kali ini bukan kendala motor kempes, kehabisan bahan bakar, atau motor tiba-tiba macet. Namun, sejak beberapa hari yang lalu ayah jatuh sakit, setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah aku membantu ayah untuk mandi dan mencuci pakaian yang dipakai ayah. Beberapa hari ini ayah tidak bisa berdiri sendiri apalagi untuk berjalan ke kamar mandi sudah pasti tidak bisa. Kaki yang sudah mulai bengkak, dan wajah yang keriput membuat ayah kesulitan menopang badannya sendiri.
Setiap pagi aku bertugas membantu ayah bangun dari tempat tidur dan membantu membersihkan badan serta mengganti pakaian ayah. Setelah ayah mandi dan kembali segar aku mencuci pakaian ayah.
Mungkin banyak yang bertanya kemana Ibu, Ibu bertugas untuk memasak karena aku harus sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
Setelah semuanya selesai aku segera mandi dan sarapan serta bersiap untuk berangkat sekolah, tentu pagi hari yang cukup melelahkan. Itulah alasanku terlambat di hari pertama Ujian Nasional Berbasisi Komputer.
"Assalamualaikum," Aku menghampiri guru piket.
"Waalaikumussalam, tumben terlambat? Sudah jam berapa ini?" Tanya guru piket.
"Iya bu, masih ada sedikit kendala tadi pagi." Aku menundukkan kepala sebagai tanda pengakuan bahwa aku memang bersalah.
"Ini kamu tanda tangan dulu daftar poin kamu. Besok jangan terlambat lagi."
Guru piket memberikan buku daftar poin siswa yang sudah terisi dengan alasan terlambat dan poin yang didapatkan. Aku menandatangani buku tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih bu."
"Silahkan ke kelompok masing-masing, jangan lupa sholat dhuha dulu."
"Iya bu." Aku mengeluarkan mukena dari tas sekolah yng aku bawa, dan memakainya untuk melaksanakan sholat dhuha sebelum memulai kegiatan pagi ini.
Baru selesai sholat dhuha bel sekolah berbunyi.
Kring..
Tanda untuk kelas dua belas berkumpul di ruang multimedia. Masih ada waktu lima belas menit untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Namun, untuk persiapan dan uji coba masuk ke akun terlebih dahulu ada cukup waktu agar siswa tidak terlambat masuk ke akun masing-masing dan agar aplikasi tidak eror. Biasanya saat digunakan secara bersaan banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk masuk ke akun Ujian Nasional Berbasis Komputer.
Seluruh siswa kelas dua belas memasuki ruangan dan menempati tempat duduk yang sudah di sediakan. Tepat di depan siswa komputer yang sudah masuk ke aplikasi dan sudah di reset sesuai dengan aturan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Tidak apa aplikasi lain yang dapat di buka selain aplikasi Ujian Nasional.
Sebelum jam dimulai dan siswa memasuki ruangan, salah satu siswa memimpin berdoa.
Bruk.. (suara hentakan kaki)
Secara kompak seluruh siswa menghentakkan kaki dan tangan berada diatas paha sera duduk tegap.
"Berdoa mulai."
Seluruh siswa menundukan kepala dan berdoa bersama. Berhubung semua siswa beragama islam maka doa yang dibaca adalah doa sebelum belajar dan surat al-fatihah secara bersama-sama.
"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Rodhitu billahirobba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula. Robbi zidnii 'ilmaa warzuqnii fahmaa, waj'alnii minash-shoolihiin. Amiin ya robbal aalamiin."
Dilanjutkan dengan membaca surah al-fatihah.
__ADS_1
"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin, Ar-Rahmaanir-Rahiim, Maaliki Yawmid-Diin, Iyyaaka na'budu wa lyyaaka nasta'iin, Ihdinas-Siraatal-Mustaqiim, Siraatal-laziina an'amta 'alaihim ghayril-maghduubi 'alaihim wa lad-daaalliin, Aamiin"
Setelah selesai membaca doa ketua kelas kembali memberikan perintah agar kelas lebih kondusif dan santai.
"Ditempat duduk istirahat grak."
Bruk.. (suara hentakan kaki)
Secara kompak seluruh siswa menghentakkan kaki dan tangan serta posisi duduk siswa kembali santai.
Doa yang dipanjatkan setiap sebelum mengawali pelajaran bertujuan untuk di tambahkanlah ilmu dan di berikanlah rezeki akan kepahaman saat belajar, dan jadikanlah siswa termasuk golongan orang-orang yang saleh. Tujuan lainnya adalah dimudahkan dalam proses pembelajaran, diberikan ketajaman daya berpikir, lebih percaya diri dan ikhlas selama menjalani proses pembelajaran, dilindungi dari setiap hambatan, mendapat ilmu yang bermanfaat dan bisa dipelajari serta tujuan lainnya.
Waktu menunjukkan pukul 08.45 siswa dipersilahkan untuk masuk ke akun terlebih dahulu dan memilih paket soal. Setelah soal bisa dibuka maka siswa bisa menjawab soal tersebut.
Soal yang terdiri dari lima puluh pilihan ganda, cukup menyulitkan siswa untuk bertanya atau menyontek jawaban teman lainnya. Soal dengan urutan acak bahkan soal yang sangat berbeda menjadi kendala siswa. Namun, kembali lagi ini Ujian Nasional Berbasis Komputer artinya seluruh soal dikerjakan sendiri dan nilai sesuai dengan kemampuan siswa tersebut.
Keuntungan miliki nilai UN yang bagus juga akan dirasakan oleh siswa kelas XII. Nilai UN masih menjadi penilaian saat ingin ajukan beasiswa atau kuliah di perguruan tinggi bahkan kuliah di luar negeri.
Jadi para orang tua yang sangat bersemangat mem-push anaknya mendapatkan nilai baik dan prestasi baik, maka inilah kesempatan bagi mereka buat mendapatkan sekolah yang baik. Yang diinginkan oleh seluruh siswa.
Namun, bagi siswa yang ingin berkarir hasil UN sebenarnya lebih diperuntukkan untuk diri sendiri memetakan dan mengenal potensi diri. Pada hasil nilai UN pastinya terdapat beberapa pelajaran yang di kuasai. Pelajaran-pelajaran itu sebenarnya bisa menjadi patokan untuk memilih jalur profesi yang ingin di coba di dunia pekerjaan.
Bila memiliki kelebihan pada bidang pelajaran bahasa Inggris, maka bisa mencoba ranah pekerjaan sebagai penerjemah ataupun translator untuk perusahaan-perusahaan asing. Karena, pada perusahaan-perusahaan itu kelebihan berbahasa Inggris akan lebih dapat diaplikasikan dibandingkan dengan bidang pekerjaan lainnya.
Usahakan jangan memilih bidang pekerjaan yang pada UN nilainya tak terlalu tinggi. Sebab, bisa jadi mata pelajaran itu merupakan salah satu bidang kelemahan. Dengan penguasaan yang tak cukup baik di bidang itu, kemungkinan besar diterima bekerja akan lebih sedikit.
Acuan nilai UN itu bisa membantu untuk menentukan pilihan bidang pekerjaan yang akan dituju. Meskipun demikian, acuan itu bersifat sebagai refleksi diri dan bahan pertimbangan kamu berkarir setelah lulus SMA/K.
__ADS_1
Semuanya tergantung pada diri sendiri setelah lulus sekolah apakah akan melanjutkan pendidikan atau terjun ke dunia kerja.