
Jangan lupa LIKE π and COMMENT π.
"Pagi Ra" Sapa Alin.
"Pagi Lin, nampaknya ada yang lagi bahagia nih".
"Lo bisa aja".
"Dia berangkat bareng dengan doi" Ucap Serlin tiba-tiba.
"Hehee" Alin blushing.
"Cieee" Goda Tiara dan Serlin.
Bel masuk pun berbunyi, mereka duduk ditempat nya masing-masing. Pelajaran hari ini adalah Pak Denny, olahraga.
"Semua nya ganti baju, bapak tunggu di lapangan" Ucap Pak Denny lalu dia pergi menuju ke lapangan.
Tiara, Alin, dan Serlin menggambil baju nya di loker, saat mau menuju ke sana, langkah mereka dihadang oleh rombongan Bella.
"Siapa yang namanya Alin" Tanya seorang cewek dengan tatapan tajam ke arah Tiara, Alin, dan Serlin.
"Gu..e.." Ucap Alin sedikit gugup.
"Oh ini dia, perkenalkan gue Bella, pacar nya Dika".
"Maksud lo" Ucap Alin yang tak sanggup lagi membendung air matanya yang sebentar lagi akan turun.
"Jauhi Dika, dia itu masih pacar gue. Kami udah lama pacaran dan seenak jidat lo aja mau ambil dia dari gue" Ucap seorang cewek tadi yang bernama Bella.
"Ga bisa gitu lah, dia kan udah resmi jadi pacar nya Alin" Bela Serlin.
"Pokoknya jauhi Dika".
"Lo itu siapa sih, ngatur-ngatur hidup nya Alin aja" - Tiara.
"Kan udah gue bilang, kalau gue itu masih pacar resmi nya, bukan lo dan siapapun itu".
"Bukannya lo udah putus ya sama Dika" Tanya Alin.
"Dan satu lagi, kalau ga salah yang mutusin itu lo sendiri, karena lo lebih memilih orang lain daripada Dika" Tambah Tiara.
"Dia masih sayang banget sama gue, dan gue curiga deh, kalau lo itu cuma dianggap sebagai pelampiasan" Ucap Bella penuh penekanan lalu berlalu pergi dari sana.
Hiks...hiks...hiks... Alin menangis dipelukan Tiara.
"Jaga mulut lo" Teriak Serlin yang masih bisa didengar oleh rombongan Bella.
"Itu ga benar kan Ra, Ser hiks...hiks...".
"Itu pasti ga benar, dia aja yang mengada-ada" - Tiara.
"Lagian kalau ada orang ngomong kayak gitu, iyain aja. Terserah dia lah mau bilang apa, yang terpenting kita kan udah tau yang sebenarnya kalau Dika itu udah ga ada rasa lagi sama cewek cabe itu" Ucap Serlin menenangkan Alin.
"Ya udah jangan nangis lagi, kita harus ganti baju secepatnya, karena udah terlambat nih", lalu mereka bertiga bergegas mengganti baju dengan pakaian olahraga dan ternyata mereka sudah terlambat, jadinya...
"Alin, Tiara, Serlin, sini kalian" Teriak Pak Denny terlihat sedang marah.
"Baik pak" Jawab mereka bertiga.
"Kenapa terlambat".
"Tadi ada problem sedikit pak" - Tiara.
__ADS_1
"Problem apa, sudah jelas-jelas bapak suruh ganti baju cepat, tapi kalian entah keluyuran kemana pula dulu, itu iya jadi lama. Ya udah, kalian bapak hukum, bersihkan sekitaran kolam renang".
"Baik pak", lalu mereka bergegas ke sana.
Selama pelajaran olahraga berlangsung, Tiara, Alin, dan Serlin dengan semangat membersihkan kolam renang tersebut. Dari mulai menyapu sekitaran, membuang sampah, merapikan barang-barang ke tempat semula, dan lainnya. Hukuman mereka dilakukan sampai istirahat pertama berbunyi.
Bel istirahat pun berbunyi.....
"Akhirnya selesai juga" Lelah Tiara.
"Capek tau" - Serlin.
"Heii, Lin. Lo kenapa" - Tiara.
"Udah lah, jangan terlalu dipikirkan kata-kata dari si cabe itu" - Serlin.
"Hmm".
Datanglah Harun berserta teman-teman nya ke kolam, Dika membawakan sebotol air mineral dan sebungkus nasi goreng buat Alin.
"Nih makan" Ucap Dika sambil menyodorkan makanan yang dia bawa ke Alin.
"Tiara, Serlin, ke kelas yok. Gue bawa bekal".
"Ya udah yok", saat Alin mau pergi, dengan cepat Dika menahan tangan Alin.
"Lepasin" Ucap Alin tajam.
"Kamu kenapa".
"Ga perlu tanya kenapa, tanya aja pada diri kamu sendiri", lalu Tiara dan Serlin mengejar kepergian Alin.
"Dia kenapa?".
"Yang sabar ya bro" - Kevin.
Pulang sekolah.....
"Jalan-jalan yok, bosan nih di rumah" Ajak Serlin.
"Yok".
"Kayaknya gue ga bisa deh, lain kali ya".
"Sekali ini aja nyo Ra, bisa ya bisa ya" Mohon Serlin.
"Gue takut kena marah sama bokap".
"Sekali-kali gapapa tuh do, kalau perlu kami aja yang langsung minta izin sama bokap lo" - Alin.
"Dia sibuk kerja ges".
"Pulang nya?" Tanya Serlin.
"Jam 8-an malam".
"Bisa tuh Ra, sekarang masih jam 16.00. Masih ada waktu banyak, cuma 2 jam aja kita jalan-jalan, boleh yayayaya" - Serlin.
"Ya udah deh, tapi aku antarkan adik aku pulang dulu ya".
"Oke" Teriak Serlin.
Lalu mereka menemani Tiara terlebih dahulu untuk menjemput lalu mengantarkan Echa pulang.
__ADS_1
Setelah sampai di pekarangan rumah Lukman, "kakak habis ini mau kemana" Tanya Echa.
"Kakak mau jalan-jalan sama teman, tapi kamu janji ya jangan bilang sama siapa-siapa, apalagi papa kamu, ya dek".
"Oke kak, hati-hati ya".
Lalu Tiara pergi dari pekarangan rumahnya dan cap cus langsung ke Mall bersama teman-teman nya.
Mereka bertiga bersenang-senang, membeli ini lah itu lah, bermain ke sana, ke sini, lari-larian, drama di tengah perjalanan, dan akhirnya mereka berhenti dulu di restoran Mall itu.
"Capek ya, berkeliling Mall sebesar ini selama hampir 2 jam lebih" Keluh Serlin.
"Pulang lagi yok".
"Lo takut banget sih Ra, kita makan dulu ya" - Alin.
"Ya udah deh, tapi cepetan ya. Soalnya sekarang udah jam 19.00".
Akhirnya mereka buru-buru makan, dan langsung pulang ke rumah nya masing-masing. Tidak lupa pula, sebelum pulang mereka berfoto-foto di restoran tersebut.
Tiara pulang dengan mengendap-endap, takut anggota keluarga nya tau kalau dia pulang kemalaman.
Sretttt.... (Anggap aja itu bunyi buka pintu dengan perlahan).
Lampu di ruangan tamu sudah dimatikan, berarti tandanya semua keluarga nya sudah tidur atau berada di kamar.
Sebelum ke kamar, Tiara ke dapur untuk minum lalu segera menuju ke atas. Saat dia ingin menaiki anak tangga pertama, terdengarlah suara yang begitu menyeramkan bagi Tiara dan begitu tegas.
"Dari mana kamu" Ucap papa Tiara, Lukman. Semua lampu di lantai satu hidup, lampu ruang tengah, ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, semuanya menyala begitu saja.
"Dari itu pa.. anu ya.... Itu" Jawab Tiara gelagapan.
"JAWAB" Bentak Lukman.
Mata Tiara sudah berkaca-kaca, baru saja di bentak sekali, langsung berair matanya. Dan sekarang tidak ada satu pun keluarga nya yang menolong, di ruang keluarga itu hanya ada Papa nya dan dia.
"Maaf pa", kini sudah jatuh satu bulir air mata Tiara.
"PAPA GA PERLU MINTA MAAF DARI KAMU, PAPA HANYA PERLU KAMU JAWAB, KEMANA KAMU TADI, KOK PULANG LAMA".
"Ara tadi jalan-jalan dulu sama teman".
"Kemana" kini suara papa nya sudah melembut.
"Ke Mall".
"Bagus, besok ulangi lagi".
"Maksudnya" Tanya Tiara dalam hati.
"Mau jadi apa kamu, main aja kerjaannya. Ga perlu masa depan ya".
"Perlu pa" Jawab Tiara menunduk.
"Besok jangan diulangi lagi, kalau sempat terulang lagi, papa ga akan segan-segan menarik semua fasilitas yang papa berikan dan mengirim kamu keluar negeri, biar kamu sekolah di sana dan tinggal sama Om Brian di London".
"Ara ga mau pa".
"Papa ga mau tau, intinya kamu harus belajar lebih giat, ingat perjuangan papa sama mama untuk menyekolahkan kamu dari kecil".
"Iya, pa".
"Balik ke kamar kamu sana, besok kalau udah jadwal nya pulang, langsung pulang".
__ADS_1
"Ya pa, Ara tidur dulu ya pa. Selamat malam". Tak ada jawaban dari Lukman, Tiara langsung saja ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Tiara langsung menangis sejadi-jadinya, pas pula malam ini hujan, Tiara duduk di balkon masih dengan keadaan nangis dan dengan berpakaian baju sekolah. Dia ingin menyampaikan kepada hujan, bahwa hari ini dia begitu sedih. Mungkin hujan juga mengerti kalau hari ini dia begitu sedih, hujan aja mengerti keadaan nya masa orang tua nya sendiri ga tau-_