
Jangan lupa LIKE π and COMMENT π.
"Baiklah anak-anak, bapak kecewa dengan hasil nilai tugas kalian yang kemaren. Apa kalian belum memahami materi yang bapak jelaskan" Ucap Pak Yanto guru Fisika dengan kecewa.
"Tapi bapak senang, ada beberapa dari kalian yang mendapat nilai diatas kkm".
"Stev, tolong kamu bagikan hasil tugas teman kamu ini", lalu Stevan membagikan hasil tugas teman-teman nya.
"Tiara yang mana ya?" Tanya Pak Yanto saat Stevan masih membagikan tugas temannya.
"Saya pak" Ucap Tiara mengacungkan tangan.
"Kamu termasuk siswa berprestasi di sekolah ini, selamat nilai tugas kamu yang tertinggi dengan jumlah nilai 95" Jelas Pak Yanto.
"Makasih pak".
"Ya sudah, kalian lanjutin belajar nya, bapak ada urusan sebentar, jadi bapak mohon ke ketua kelas, jaga keamanan kelas ini", lalu Pak Yanto pergi karena ada urusan.
"Yeyyyy, horeee, bahagia nya slurr" begitulah sorakan dari kelas itu.
"Gue mau ke perpus, ada yang ikut ga?" Ucap Tiara kepada Alin dan Serlin.
"Ga deh, gue paling anti ke perpus" Ucap Alin.
"Lo Ser".
"Lo aja lah, gue mager", akhirnya Tiara sendirian ke perpus, lagian dia tidak terlalu mempermasalahkan untuk sendiri ke perpus, toh dia sudah betah menyendiri.
Tiara mengelilingi rak demi rak sambil melihat-lihat sekeliling ruangan. Betapa tersusun rapi perpustakaan ini, sungguh indah dan bersih. Tiara berhenti tepat di rak novel. Dia tertarik dengan novel, yang berjudul "Apa itu Cinta".
Bagaimanapun Tiara tidak pernah tau bahkan tidak pernah mengenal apa itu cinta. Yang dia tau, kalau dia sangat mencintai keluarga nya. Apa mungkin berbeda dengan mencintai lawan jenis? Itulah yang sejak tadi ada difikiran Tiara.
Saat Tiara mengambil buku itu, lewatlah Harun dengan gaya cool nya dan mampu membuat novel yang ingin Tiara ambil terjatuh ke bawah. Lalu Tiara sontak kaget, karena yang mengambil novel itu Harun sedangkan Tiara hanya melongo dari tadi.
"Ini novel nya" sambil menyerahkan novel yang terjatuh tadi ke Tiara.
"Thanks ya".
"Lain kali hati-hati", lalu dia pergi dari hadapan Tiara.
"Issh cuek nya, padahal gue mau temanan dengan dia" Ucap Tiara pelan.
Kini Tiara sedang berada di balkon kamarnya. Dia ingin melihat bintang yang bersinar terang malam ini. Dengan merasa sedikit gugup, besok dia harus menampilkan visi misi nya di depan semua siswa-siswi Permata. Berhubung waktu sudah hampir larut malam, Tiara langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai terlelap di bawa angin malam.
*****
Tiara mengawali pagi ini dengan tenang dan santai, walau jauh di dalam hati nya dia sangat gugup.
"Semua siswa-siswi dipersilahkan menuju ke aula, dan jangan lupa membawa secarik kertas dan sebuah pena" Ucap Pak Yuda dalam mic.
Semuanya sudah berkumpul di aula indoor, tampak ramai di sana. Tiara semakin gugup dibuat nya.
"Lo gugup ya Ra" Ucap Serlin.
__ADS_1
"Kok lo tau".
"Muka lo pucat gitu, terus tangan lo dingin" sambil memegang tangan nya Tiara.
"Hehee, santai aja. Bentar lagi gugup nya hilang".
Lalu terdengar lah suara Pak Yuda dari mic.
"Assalamualaikum, selamat siang semuanya".
"Waalaikumussalam, siang pak" Jawab semua siswa-siswi SMA permata.
"Bapak kumpulkan kalian disini, buat pemilihan Ketua Osis dan Wakil Ketua Osis baru, jadi nanti kita akan mendengarkan visi misi dari masing-masing setiap yang mencalonkan. Tugas kalian hanya memilih dengan menulis nomor undian mereka dari kertas yang kalian bawa, lalu masukkan ke box ini" Ucap Pak Yuda selaku Pembina OSIS.
"Itu Harun kan?" Ucap Tiara.
"Iya, dia juga ikut mencalonkan diri menjadi Ketos" Jawab Serlin.
"Wakil nya siapa".
"Vina, teman sekelas nya".
Cukup bagus visi dan misi yang ditampilkan oleh Harun, Vina. Sekarang giliran Tiara dan Serlin. Sungguh Tiara sangat gugup dibuatnya. Tiara mengambil nafas terlebih dahulu, lalu memantapkan kata-kata nya di depan semua siswa-siswi Permata.
Alhasil, tampilan mereka mendapat tepukan gemuruh dari semua siswa dan hanya beberapa dari siswi yang ikut bertempuk tangan, akhirnya Tiara lega.
Sudah hampir 30 menit...
"Semua nya sudah menampilkan visi misi nya di depan sini, mari beri tepukan sekali lagi buat mereka yang mencalonkan diri sebagai bagian dari OSIS" Ucap Pak Yuda.
"Oke, sudah semuanya?".
"Sudah Pak" Jawab merek semua dengan serentak.
"Hasil nya akan bapak umumkan di hari Senin setelah upacara".
Lalu semua siswa-siswi kembali ke kelas nya masing-masing, sedangkan Tiara lebih memilih untuk ke perpustakaan.
Dia berniat untuk membaca novel kemarin yang sempat tertunda, akhirnya Tiara menemukan nya dan membacanya di tempat biasa, meja pojokan sana.
"Apa Itu Cinta".
*Cinta adalah suatu perasaan yang berawal dari mengagumi lalu timbullah rasa sayang dan perduli. Dimana rasa peduli nya berbeda dengan peduli kepada orang yang membutuhkan.
Cinta itu tidak pernah salah, tidak beralasan, tidak mengenal tempat dan waktu. Cinta datang secara tiba-tiba dan juga pergi secara tiba-tiba.
Sejuah apapun jarak memisahkan kalian, itu tergantung kalian berdua betah dengan jarak itu. Jangan pernah berfikir untuk memutuskan hubungan, karena jarak bukan penghalang untuk kalian bahagia.
Ada yang sakit, tapi bukan luka.
Ada yang rindu, tapi bukan dia.
Ada yang cinta, tapi itu halu.
__ADS_1
Aku sayang dia, tapi cuma dianggap teman. Sad*-_
Saat Tiara ingin membuka halaman berikutnya, datanglah Serlin yang langsung merebut buku yang Tiara baca tadi.
"Wah-wah, lo niat banget baca buku ginian".
"Ishh, balikin Ser. Gue cuma pengen tau aja".
"Ni buku lo" mengembalikan buku yang Tiara baca tadi dan langsung beralih duduk di samping Tiara.
"Oh iya, lo kok tumbenan baca buku tentang cinta-cintaan, apa jangan-jangan ada yang lo taksir ya" Tebak Serlin.
"Gue hanya tertarik aja baca buku ini, lagian udah gue bilang kalau gue ga mau pacaran dulu".
"Kalau misalkan ada yang suka sama lo, terus mau lo apakan?".
"Maksudnya".
"Lo terima ga tuh cinta nya, atau cinta dia bertepuk sebelah tangan?".
"Jangan sampai deh, bisa berabe kalau ketahuan pacaran dengan bokap gue" Ucap Tiara dan Serlin sebelumnya sudah diceritakan Alin tentang seluk beluk keluarga nya Tiara. Toh Serlin juga udah dianggap sahabat dengan Tiara dan Alin.
"Sabar ya zeyenk".
"Selalu malah".
"Btw, siapa yang naksir sama gue" Tanya Tiara kepo.
"Tadi katanya jangan sampai deh, tapi sekarang malah nanya-nanya".
"Au ahh, gue balik kelas dulu".
"Eh tunggu, sebenarnya sih ga ada yang suka sama lo, kan gue cuma bilang misalkan. Berharap ya kalau ada yang naksir", lalu Serlin tertawa sendiri.
"Ga lucu tau", lalu Tiara pergi meninggalkan Serlin sendirian di perpustakaan.
Haii gess, gimana dengan kekepoan Tiara terhadap dunia percintaan, sungguh kepo banget ya, maklumi saja karena dia belum tau apa\-apa tentang cinta.
LIKE π and COMMENT nya jangan lupa.
HAPPY READING GAIS π
Salam kenal.
__ADS_1
@**fifafirah.27**