Ketika Cinta Bersemi

Ketika Cinta Bersemi
8. Bar-Bar


__ADS_3

Jangan lupa LIKE πŸ‘ and COMMENT πŸ˜‡.


"Pagi Pa, Ma" Sapa Tiara.


"Pagi nak" Jawab Melda.


"Gimana sekolah kamu Ra" Tanya Lukman.


"Baik-baik aja kok pa".


"Kamu Cha" Tanya Lukman ketika melihat Echa juga ikutan turun ke bawah.


"Baik juga kok pa".


"Yang rajin belajar nya, biar papa sekolahin kalian ke luar negeri".


"Iya pa" Jawab Tiara dan Echa barengan.


Setelah hampir kurang 10 menit sarapan pagi, Tiara dan Echa pamit sekolah ke kedua orang tuanya. Seperti biasa, Tiara membawa mobil dan mengantarkan Echa dulu ke sekolahnya.


Tiara berjalan santai di sepanjang koridor, banyak pasang mata melihat kedatangan Tiara dengan tatapan suka, cinta, iri, benci, dan juga biasa aja. Tiara merasa kalau dia udah terkenal aja, sampai banyak netijen yang tidak suka dengan nya, kebanyakan sih para cewek di sekolah itu.


Tiara tetap berjalan santai sampai di depan pintu kelas, saat Tiara ingin masuk ke dalam kelas langkahnya terhenti, dia melihat Harun dengan cewek lain berdiri di ambang pintu kelas sebelah, kelas XI IPA 1.


"Dasar kang cuek, ada juga toh pacarnya" Ucap Tiara langsung masuk ke dalam kelas dengan wajah berseri-seri.


Tiara mengambil buku pelajaran nya, membuka halaman yang akan dipelajari nanti, mengeluarkan handphone, lalu memakai earphone ke telinga nya. Sungguh berasa sekolah itu miliknya, bisa dibilang suka-suka dia aja mau melakukan apapun.


Saat asik-asik nya mendengarkan lagu di earphone, datanglah Alin dan Serlin yang mengejutkan aksi Tiara.


"Baa....." Kaget Alin dan Serlin


"Astagfirullah....." Ucap Tiara spontan.


"Ishh, bisa ga sih jangan ngagetin gue, kalian selalu kayak gitu" Kesal Tiara.


"Cie marah, bisa juga mbak ceria marah?" Ucap Serlin.


"Kami minta maaf deh, tadi gue diajak Serlin buat kagetin lo".


"Iya udah gue maafin, lain kali jangan diulangi, jantungan anak orang kalian tanggung jawab ya".


"Hehee" Kekeh Serlin.


Lalu mereka kembali ke tempat duduknya masing-masing dikarenakan Buk Dewi sudah masuk. Mereka semua tampak tegang, pasalnya dari awal masuk tadi Buk Dewi membawa setumpuk kertas jawaban ulangan dan dengan ekspresi garang.


"Baiklah, selamat buat Tiara kamu mendapatkan nilai tertinggi di ulangan kemarin, pertahanan ya nak" Ucap Buk Dewi lembut.


"Makasih buk" Tiara juga tidak menyangka bahwa dia bisa meraih nilai tertinggi.


"Dan yang tuntas hanya sekitaran 25 orang, yang lain nya gimana nih, kurang mengerti atau tidak mengerti sama sekali" dalam kelas Tiara terdiri dari 40 siswa.


"Gatau buk" Ucap mereka serempak.


"Memang lah kalian ini, ya udah kalau kalian gatau atau ga faham bisa tanya-tanya dengan Tiara, Alin, dan juga Serlin. Mereka kan pintar, cobalah kalian bertanya yang kurang faham itu ke orang yang pintar, ini malah bersikap bodoamat dengan materi yang belum dipahami, ngerti semuanya?".


"Ngerti buk" Jawab mereka serempak.


Bel istirahat.....


"Kantin skuy" Ajak Serlin.


"Males" - Alin.


"Mager" - Tiara.


"Yaelah, lo masih marah sama gue Ra, terus lo kesal ya sama gue Lin".


"Au" Ucap mereka serempak.


"Ya udah deh, gue pergi sama yayang bebeb dulu ya" Ucap Serlin.

__ADS_1


"Eh tunggu, gue ikutan deh" Ucap Tiara.


"Tadi katanya mager, ya udah skuy lah".


"Lo Lin, ikut ga" Ajak Serlin lagi.


"Ga deh, gue bawa bekal", lalu Tiara pergi ke kantin bareng Serlin, Stevan, dan juga Bima.


Saat di kantin.....


"Kita duduk di situ aja" Tunjuk Stevan, lalu mereka menuju ke sana, tapi langsung di ambil alih dengan rombongan nya Harun.


"Yah bro, tadi kami duluan yang mau duduk disini" Ucap Stevan.


"Lo kalah cepat sih" Jawab Harun.


Akhirnya mereka memuat-muatkan duduk di sana. Cukup muat sih, karena kursi nya memanjang.


"Haii neng Tiara" Goda Kevin.


"Haii" Jawab Tiara ramah.


"Eh cewek gue jangan lo ambil" Ucap Ahmad tak mau kalah.


"Udah-udah, lagian dia ga mau milih kalian berdua, jelas-jelas dia lebih milih babang Harun" Ledek Bima.


"Apa sih lo Bim, ga lucu" Kesal Tiara. Lalu mereka melanjutkan makannya dengan serius dan dalam keadaan hening.


"Alin ga ikut" Bisik Dika ke telinga nya Tiara.


"Dia selalu bawa bekal, jadi kalau mau ketemu dia saat jam istirahat langsung ke kelas aja. Dia susah banget di ajak ke kantin" Jawab Tiara dengan berbisik juga.


"Ekhem-ekhem, kami dikacangin nih. Ngomong apaan sih kalian, kok bisik-bisik gitu" Tanya Serlin.


"Bisik-bisik tetangga kali yang" Tambah Stevan.


Sedari tadi Harun hanya sibuk memakan makanan nya dengan lahap dan menghiraukan pembicaraan tadi.


"Gue ikut boleh" Ucap Dika.


"Dik ingat, si Bella lagi jaga hati tuh" Ledek Kevin.


"Gue ga peduli, dia selingkuh dari gue dan kami udah lama putus".


"Wah berita hots ini" Ucap Ahmad.


"Bodo", lalu Tiara menuju ke kelas diikuti Dika dibelakang nya.


Kelas XI IPA 2.....


"Assalamualaikum ukhti" Ucap Dika ke Alin.


"Waalaikumussalam" Ucap Alin cuek.


"Kok cuek sih mbak".


"Au".


"Ekhem-ekhem, gih lanjutin mesra-mesraan nya, bentar lagi bel masuk" Ganggu Tiara.


Alin hanya menatap Tiara dengan tatapan tajam.


"Aku boleh nanya sesuatu ga kamu" Tanya Dika ke Alin.


"Apaan".


"Kamu belum pernah merasakan pacaran ya?".


"Belum".


"Mau ku ajarin".

__ADS_1


"Aduh mendadak pusing gue" Ganggu Tiara.


"Issh, jangan ganggu napa" Kesal Dika.


"Siap bosquh".


Lalu Dika melanjutkan kalimatnya lagi.


"Mau ga aku ajarin?". Tanya Dika mematikan lagi.


"Caranya".


Lalu Dika berlutut dihadapan Alin dan mengeluarkan sebatang coklat lalu mengucapkan, "coklat ini menjadi saksi bisu diantara hubungan kita, dengan itu, mau kah kamu menjadi kekasih ku" Ucap Dika secara terang-terangan di depan semua teman kelas nya Alin.


"Jawab-jawab" Sorak mereka dengan serempak.


"Gue harus jawab apa Ra" Bisik Alin ditelinga nya Tiara.


"Apa kata hati lo aja, kalau lo bersedia melepaskan ikatan single lo ya udah gih terima, udah capek dia berlutut di depan lo" Jelas Tiara.


"Hemm, gue terima permintaan kamu. Tapi janji sama aku, apapun yang terjadi kita harus jalanin bersama-sama, dan jangan pernah berniat untuk meninggalkan aku tanpa alasan".


"Baiklah, makasih ya sayang" Ucap Dika, lalu mereka berdua berpelukan dan teman kelas Alin menjadi bukti awal dari kisah cinta mereka.


Dika kembali ke kelas dengan wajah berseri-seri, senang, dan juga bahagia. Kevin yang notabene nya teman sebangku Dika hanya bisa mengkerutkan kening tanda orang bingung.


"Lo kenapa" Tanya Kevin.


"Gue senang banget bro" Ucap Dika berteriak.


"Cinta lo diterima?".


"Iya Kev, cinta gue diterima. Sekian lamanya gue mengaguminya dalam diam, akhirnya hari ini, bulan ini, tahun ini, dia terima gue" Ucap Dika kegirangan.


"Selamat ya bro, bar-bar juga kawan kita ya" Ucap Ahmad.


"Bella mau lo apakan" Tanya Harun tiba-tiba.


"Gue sama dia udah end, dia ketahuan selingkuh di belakang gue".


"Jangan sia-siakan Alin bro, dia kayaknya setia banget tuh" Ucap Kevin.


"Iya gue tau kok, intinya jangan sampai ada perusak dihubungan gue".




Bar\-bar juga babang Dika, takut kalah cepat dari Kevin. Kevin kan playboy, nanti semua cewek diembat nya. Hati\-hati juga buat Harun, nanti Tiara nya diambil sama dia. Waspada lah😲



*LikeπŸ‘ and Comment ya readers*.



HAPPY READING GAIS πŸ’™



*Mari berteman,


Follow nanti di follback.


IG \= Fifafirah.27*



Salam kenal.


__ADS_1


@**fifafirah.27**


__ADS_2