
Jangan lupa LIKE π and COMMENT π.
Oke readers, jadi part ini kayaknya khusus buat Alin dengan Dika ya...
"Cha cepatan, kakak tunggu di dalam mobil" Ucap Tiara bergegas pergi tanpa pamit dengan kedua orang tua nya.
"Kamu ga makan dulu" Ucap Melda, dan ngomong-ngomong keluarga dari bapak Tiara sudah pulang dari dua hari kemaren, katanya Yuda ada ulangan, jadi terpaksa harus pulang cepat.
"Udah kenyang ma, makan ocehan tadi malam".
Lukman hanya diam dan tidak mau membalas perkataan anak sulung nya itu.
"Echa udah selesai makan nih pa,ma. Echa pergi dulu ya, Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam, hati-hati ya sayang" - Melda.
"Yang giat belajar nya" - Lukman.
School Permata.....
"Lo kenapa cemberut aja" Tanya Alin.
"Gue benci dengan semuanya".
"Why".
"Gue kena marah kemaren".
"Seriusan" Tanya Serlin tiba-tiba nongol dan langsung beralih duduk di bangku depannya Tiara.
"Lain kali gue ga mau ikutan deh, tau ga kalian, gue sempat diancam tau".
"Apaan" - Serlin.
"Semua fasilitas yang diberikan bakal diambil dan gue mau disekolahkan ke tempat paman gue di London".
"Bagus dong" - Alin.
"Apanya coba yang bagus".
"London loh gess, itu tempat yang sudah lama gue idam-idamkan" Jawab Alin.
"Ya udah, kalau gitu lo aja yang gantikan peran nya si Tiara" - Serlin.
"Elehh".
"Oh iya, btw gimana hubungan lo sama Dika" Tanya Tiara tiba-tiba.
"Belum baikan dia gess" Malah Serlin yang jawab.
"Mau baikan ga" - Tiara.
"Caranya".
"Lo tanyain baik-baik ke dia, ini malah ngehindar. Lo harus tau kebenaran nya sebelum bertindak kayak gini" Nasihat Tiara.
"Bijak juga kakak kita ya" - Serlin.
"Oke, liat dulu ya".
Bel istirahat.....
"Lo nyariin siapa sih" Tanya Tiara ke Alin.
"Nyari Dika lah" Jawab Serlin.
"Yaelah, yang ditanya siapa yang menjawab siapa" - Tiara.
"Gue males nanyain masalah kemaren ke dia".
"Malas kenapa sih" - Tiara.
"Takut sakit hati? Atau takut tau kebenaran nya?. Tapi gue rasa dia ga kayak gitu deh, dia benaran sayang kok sama lo" - Serlin.
"Aduhh, gue pusing".
__ADS_1
Saat mereka tengah menyelesaikan acara makannya, datanglah rombongan Harun dan langsung duduk di kursi depan mereka.
"Lagi ngapain" Goda Dika.
"Duduk" Jawab Alin singkat.
"Oh ya, sambil apa".
"Pikir aja sendiri".
"Pasti sambil mikirin aku ya".
"Ga".
"Yang banyak ya makannya, biar makin gede".
"Apanya yang gede" Tanya Ahmad tiba-tiba.
"Dasar ambigu lo" Jawab Kevin, lalu menoyor kepala Ahmad.
"Eh tapi benar juga, biar gede apa nya" Tanya balik Kevin.
"Yaelah, lo sama aja ternyata, 11 12 sama Ahmad", lalu Dika menoyor kepala Kevin dan Ahmad.
"Aku balik ke kelas dulu" Ucap Alin, lalu diikuti Tiara dan Serlin di belakangnya.
"Cewek sukanya dikejar, padahal kita sebagai cowok juga capek mengejar terus-terusan" Ucap Harun dingin.
"Masa lalu biar lah berlalu, sekarang tinggal masa depan yang harus lo kejar, ingat tu Run" Ucap Kevin sok bijak.
"Tumbenan lo bijak Kev" - Ahmad.
"Gini-gini gue ada benar nya juga ya, jangan liat sisi buruk gue tanpa tau sisi baik gue".
"Siap bosquh, mantap".
"Ya udah, sekarang lo susul deh Alin nya" Ucap Harun menepuk pundak Dika.
"Temenin" Cengir Dika.
"Ya udah yok" Jawab mereka serempak, lalu mereka bergegas menuju kelas XI IPA 2.
"Ngapain" Tanya Alin dingin.
"Kamu kenapa".
"Pms kali" Jawab Ahmad ceplas-ceplos.
"Sok tau".
Lalu hening beberapa saat, keadaan hening tersebut akan dimanfaatkan Ahmad untuk menggoda Tiara. Berhubung Alin duduk bersebelahan dengan Tiara, jadi segerombolan temannya Dika mengelilingi meja nya Tiara dan Alin.
"Eh ada neng Tiara" Ucap Ahmad cuma bermaksud ingin mencairkan suasana saat ini.
"Lagi sibuk ya neng".
"Panggil nama aja, ga usah embel-embel neng, emang gue neng lo apa" Jawab Tiara jutek.
"Oke neng Tiara, eh Tiara maksudnya".
"Sok grogi lo curut" - Kevin.
"Gue grogi juga karena dekat dengan neng cantik".
"Ingat Salsa bro" - Harun. Salsa adalah pacar nya Ahmad, dia sekolah di School Permata juga, kelas XI IPA 3.
"Weiss, Harun mulai cemburu tuh. Lo sih Mad" - Kevin.
"Apaan sih, gajelas kalian" Kesal Harun.
"Bisa diam ga sih" Bentak Tiara tiba-tiba tidak konsentrasi dengan buku yang sedari tadi dia baca.
"Ga bisa" Jawab Harun datar.
"Siap neng cantik" - Ahmad.
__ADS_1
"Kalau ga bisa keluar aja".
"Fine"
"*Dasar kang cuek" Gumam Tiara pelan.
"Dasar neng jutek" Gumam Harun pelan*.
"Kalian nampaknya jodoh deh" - Kevin.
"Diam" Ucap Tiara dan Harun barengan.
"Oke, gue diam" Akhirnya Kevin bungkam dan ga bersuara lagi. Sedangkan Harun sudah keluar dari sana, ga betah dia lama-lama di sana.
"Udah dramanya" Tanya Dika pelan.
"Gih lanjutin" - Ahmad.
"Lin, aku ada salah apa sih sama kamu. Kok kamu menghindar gitu sama aku".
"Ga ada yang perlu dibicarakan".
"Maksudnya".
"Kamu sadar ga sih, aku itu terlalu astagfirullah buat kamu yang subhanallah".
"Aku ga pernah merasa kayak gitu, aku benar-benar tulus mencintai kamu".
"Tapi aku merasa ga pantas aja dimiliki kamu".
"Tunggu deh, kok kamu jadi bahas ginian. Maksud dari semua ini apa".
"Mantan lo yang ada apa-apa nya" Sewot Serlin.
"Kenapa dia".
"Kenapa dia Lin, kamu diapain nya".
"Ra, si Bella ada ngapa-ngapain Alin ya".
"Sebenarnya...." Tiara menceritakan semua kejadian saat mau berganti baju dan sampai mereka kena hukum.
"Bullshit" Umpat Dika naik emosi.
"Sabar Dik, jangan langsung emosi. Semuanya bisa dibicarakan baik-baik kok" Tenang Tiara.
"Gimana harus tenang, dia bikin Alin menghindar dari gue".
"Coba jelasin semuanya ke aku, apa benar yang diucapkan Bella itu?".
"Kalau boleh jujur, aku udah nyimpan perasaan ke kamu itu dari awal pertama kita bertatapan saat tidak sengaja berpapasan di kantin yang ramai nya subhanallah itu. Saat itu aku jadi jatuh cinta ke kamu pada pandangan pertama. Mungkin bisa di bilang terlalu lebay ya, tapi memang itu kenyataan nya".
"Kalau dulu kamu beneran suka sama aku, kenapa ga nyatain semuanya dan kok bisa jadiannya dengan Bella".
"Dulu itu aku di comblangi sama teman-teman aku, berhubung dulu Bella itu temannya Nabila, jadi Nabila bicara ke Harun kalau Bella teman pacarnya itu suka ke aku".
"Alasan menerima dia?".
"Karena saat itu aku bimbang antara mau mendekati kamu atau lebih baik menjauh saja. Aku akhirnya memutuskan untuk mengubur perasaan aku dalam-dalam dan menerima tawaran teman aku buat buka hati untuk orang baru. Sebenarnya aku mau aja nyatain cinta aku ke kamu, tapi aku takut kamu lebih memilih kesendirian itu dan lebih berfokus ke buku-buku tebal".
"Dan....".
"Aku berusaha membuka hati buat Bella, tapi ga bisa juga, benar kata orang-orang kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan. Sangat susah.... Tapi aku tetap menjalani hubungan itu, tepat di saat itu, aku melihat dia berduaan dan bermesraan dengan cowok lain. Cowok itu teman sekelas nya".
"Saat itu juga aku menyuruh dia putusin aku, dan dia mau-mau aja. Setelah itu dia langsung pergi sambil menggandeng tangan cowok itu tepat di depan aku".
"Maaf ya" Ucap Alin.
"Buat apa sayang".
"Karena aku udah berprasangka buruk terhadap kamu".
"Gapapa kok, kan kamu juga ga tau cerita yang sebenarnya, so....".
"Apa?".
__ADS_1
"Baikan lagi ni kan?".
"Iyaa" lalu Dika mengacak-acak rambut Alin lalu kabur dari sana tanpa memperdulikan wajah kesal dari Alin.