
Jangan lupa LIKE π and COMMENT π.
Tiara mengawali hari ini dengan bahagia, saking bahagianya dia selalu tersenyum dengan siswa yang tidak dia kenal sepanjang koridor. Alin yang melihat tingkah Tiara yang berbeda hari ini, hanya bisa geleng-geleng kepala. Tiara pun juga tidak tau kenapa sebahagia ini, mungkin akibat berhasil menjahili kang cuek.
"Ra" Panggil Pak Yuda tiba-tiba saat Tiara melewati kantor guru.
"Ada apa pak" Tanya Tiara sopan.
"Bapak pengen saranin, diacara ulang tahun sekolah setidaknya osis juga berperan mengisi acara ya".
"Baik lah pak, nanti saya bicarain lagi dengan anggota osis yang lain".
"Saya permisi dulu ya pak, mau ke kelas".
"Baiklah". Lalu Tiara dan Alin menuju kelas dengan wajah yang sudah bisa dikontrol. Tapi masih ada rada-rada jutek nya gituh.
*****
Bel istirahat.....
Tiara berniat untuk ke kelas nya Harun tanpa malu. Dia mengajak Alin dan Serlin juga. Saat Tiara ke kelas sebelah, dia menemukan sosok yang pengen dia cari, akhirnya dia langsung masuk dan duduk di depan nya Harun sedangkan Serlin dan Alin ikut masuk juga tapi lebih memilih berdiri saja.
"Woi" Ucap Tiara.
"Maaf siapa ya" Jawab Harun dingin.
"Dasar curut cuek".
"Hahaaa dibilangin curut si Harun" Ledek Ahmad.
"Husstt" - Dika.
"Perlu kenalan ya" Goda Tiara, dia hanya ingin menjahili Harun lagi.
"...".
"Kacang-kacang, siapa yang mau kacang, selagi mahal nih".
"Berisik lo".
"Perkenalkan nama gue TIARA AYU LUKMAN, anak XI IPA 2. Gue orangnya cantik, pintar, baik, alim, sopan, ramah, pokoknya segala yang baik itu ada pada diri gue" Ucap Tiara dengan pedenya.
Temannya Harun dan temannya Tiara hanya diam menyaksikan Tiara yang ngoceh dan Harun yang sok cuek.
"Lo ketinggalan satu sifat".
"Apa".
"Dasar jutek".
"Apa!!!!!".
"Kenapa? Kaget, emang itu kenyataan nya".
"Ga tuh, cuma akting kaget aja. Lagian lo juga ga nyadar ya, kalau lo itu emang dasar nya sok cuek titik".
"Ga usah basa-basi, langsung ngomong mau ngapain lo ke sini" Tanya Harun cuek.
"Siapa juga yang basa-basi, ogah gue basa-basi sama lo".
__ADS_1
"Oh iya, tadi Pak Yuda bilang ke gue, kalau acara ulang tahun sekolah anggota osis harus ikut berpartisipasi dalam mengisi acara tersebut".
"Ya udah lo aja sana".
"Kan lo yang ketua, jadi harusnya lo yang memimpin acara itu".
"Hem".
"Ya udahlah, gue mau balik" Lalu Tiara pergi dari sana disusul oleh Serlin dan Alin.
"Bar-bar kali dia gess, masuk ke kelas ini tanpa izin" - Kevin.
"Kan mau ketemu doi, jadi harus berani dong" - Ahmad.
"Kalian bisa diam ga sih!" - Harun.
"Yah, babang Harun lagi pms, jadi suka marah-marah ga jelas" - Dika.
Lalu Harun bangkit dari kursinya dan menuju ke luar, "Eh mau kemana lo" - Ahmad.
"Kantin".
"Ikut", lalu mereka menyusul Harun menuju ke kantin.
Rumah.....
Hari ini Tiara banyak tugas, jadi setelah pulang nanti dia akan mengerjakan semuanya sampai larut malam.
"Assalamualaikum" Ucap Tiara dan Echa barengan.
"Waalaikumussalam non" lagi-lagi yang selalu jawab Bik Ina, lagian ga mungkin mama atau bahkan papa nya. Karena Tiara juga tau kalau kedua orang tuanya pada sibuk mengurus perusahaan yang tahun ini meningkat.
"Mama udah pulang Bik".
"Ya udah Bik, Ara ke atas dulu ya", lalu Tiara dan Echa ke kamarnya.
Setelah berganti pakaian, Tiara langsung mengambil buku pelajaran hari ini dan untuk hari besok, lalu belajar di ruang tengah. Tiara langsung mengerjakan tugas-tugas nya dan dia belum makan nasi seharian ini.
19.00 WIB.....
"Assalamualaikum" Ucap Lukman.
"Waalaikumussalam Pa" Jawab Echa.
"Kakak kamu mana".
"Itu pah, lagi belajar di ruang tengah" Tunjuk Echa.
"Kamu udah makan".
"Udah pa", lalu Lukman ke kamarnya untuk berganti pakaian dan turun lagi ke bawah untuk menemui anak sulung nya.
Ternyata Tiara sedang tertidur pulas dengan posisi masih memegang sebuah pena dan semua buku nya terbuka lebar.
Lukman yang melihat semua ini, hanya bisa prihatin liat anaknya yang harus giat belajar akibat suruhan dari dirinya. Lukman ingin membangunkan Tiara untuk makan malam, tapi dia juga ga tega karena takut menganggu istirahat anaknya.
Lalu datanglah Melda, "Kayaknya capek banget dia Pa".
"Iya Ma, dia udah makan belum ya?" Tanya Lukman.
__ADS_1
"Kata bibi sih dari pulang sekolah tadi dia ga makan tapi malah langsung ngerjain tugas-tugas nya".
"Bik...." Panggil Lukman.
"Iya pak ada apa".
"Tolong ambilkan selimut dari kamarnya Ara ya bik".
"Baik pak".
Beberapa menit kemudian, datanglah Bik Ina dengan membawa selimut yang disuruh Lukman tadi.
"Ni pak" menyerahkan selimut tersebut.
Bik Ina kembali ke tugasnya yang belum selesai, Melda sibuk memasak di dapur dan Echa masih rebahan di kamarnya.
Lukman berjalan ke arah ruang tengah, lalu mengusap lembut kepala anaknya dan menyelimuti nya.
"Papa sayang banget sama kamu" Lirih Lukman.
"Papa ga maksa kamu buat belajar terus menerus, tapi papa juga ga mau kamu lalai dalam meraih masa depan".
Lalu Lukman membuka aplikasi food dan memesan beberapa makanan.
Hampir 15 menit, datanglah kang food tersebut dengan membawa pesanan Lukman.
Setelah membeli, Lukman kembali ke ruang tengah dan meletakkan nasi goreng spesial + teh dingin dan martabak jagung kesukaannya Tiara.
Sebelum ke kamar, Lukman mengecup singkat kening anaknya dan memperbaiki selimut Tiara lagi sampai ke dada. Jam menunjukkan puku 20.00, Lukman masih ada berkas-berkas penting yang harus di cek, jadi dia memutuskan untuk balik ke kamarnya.
Tiara tidur nyenyak sampai jam 21.30 dan terbangun sambil mengucek-ucek matanya perlahan.
"Hoahhhh...." Tiara menguap.
"Aduh, gue ketiduran", lalu dia duduk dan membereskan buku-bukunya yang berserakan.
Saat setelah membereskan buku, dia tersadar dengan selimut yang masih melekat ditubuhnya. Dia bingung, pasalnya tadi dia tidak membawa selimut apalagi memakainya.
"Apa jangan-jangan papa ya yang pakaikan selimut ini" Tanya Tiara dalam hati.
"Ga mungkin lah, biasanya papa kalau pulang langsung ke kamar tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya".
"Tapi entahlah, pusing mikirin nya".
Saat Tiara bangkit dari duduk, dia melihat ada kantung kresek di meja. Dengan penasaran, dia melihat isi di dalam kantung tersebut, dan ternyata "Punya siapa nih" Tiara bertanya-tanya.
Lalu lewatlah Bik Ina dan Tiara dengan sigap menghampiri Bik Ina.
"Bik, Ara boleh nanya ga".
"Nanya apa non".
"Kantung kresek yang di meja itu punya siapa ya bik".
"Itu buat non Ara dari bapak".
"Seriusan papa beli buat saya Bik".
"Iya non, bapak juga yang menyelimuti non".
__ADS_1
"Owhh, makasih ya bik", lalu Bik Ina kembali ke kamarnya.
"Makasih Pa" Lirih Tiara, lalu dia langsung memakan makanan yang di kasih papanya dengan senang hati sambil senyum-senyum ga jelas.