Ketika Cinta Bersemi

Ketika Cinta Bersemi
13. Pengganti Waketos


__ADS_3

Jangan lupa LIKE πŸ‘ and COMMENT πŸ˜‡.


"Ara, cepetan turun kita sarapan sama-sama" Teriak Melda dari arah luar kamar Tiara.


Beberapa menit kemudian, Tiara turun dan langsung duduk di meja makan.


"Papa mana Ma?".


"Udah berangkat kerja".


"Mama ga kerja?" - Echa.


"Bentar lagi mau berangkat, kalian cepat makannya nanti terlambat". Setelah makan, Tiara dan Echa pergi ke sekolah begitu juga dengan Melda, dia pergi kerja.


Di kelas.....


"Ra" Panggil Bima.


"Apaan".


"Berhubung hari ini ada pr dan kebetulan gue lupa ngerjain nya, jadi boleh ga...".


"Boleh apaan".


"Dasar modus" - Stevan.


"Hahaa, Tiara orang nya ga pekaan sih" Ledek Serlin.


"Minjam tugas pr lo boleh ga".


"Tugas Matematika kan?".


"Iya Ra".


"Bawa buku, pensil, sama otak lo sini".


"Maksudnya".


"Bawa aja dulu semuanya, duduk lo di sini" sambil menunjuk kursi di depannya.


"Dah, terus lo mau ngapain" Tanya Bima penasaran.


"Berhubung bel masuk masih lama berbunyi, dan pelajaran matematika jam terakhir, biar kan gue ajari lo dulu".


"Wiss, dapat guru gratis tuh si Bima" Ucap Caca.


"Modus kali dia" - Qlara.


"Syirik ae lo" Kesal Bima.


Lalu Tiara menjelaskan semua cara-cara dari soal nomor 1-10. Lama kelamaan Bima jadi ngerti dan paham.


"Makasih ya Ra".


"Iya, lain kali kalau ga paham tanyain aja sama kami-kami".


"Dan satu lagi, kalau ada pr itu kerjakan nya di rumah bukan sekolah".


"Siap".


Bel masuk berbunyi, XI IPA 2 menjalankan kegiatan belajar nya dengan tenang sampai jam pelajaran istirahat berbunyi...


"Lo bawa bekal Lin" - Tiara.


"Mulai hari ini sampai seterusnya, gue ga bisa bawa bekal lagi deh, soalnya mama gue sibuk kerja. Tapi gue selalu sarapan pagi dan dikasih uang jajan yang lebih kok".


"Oke, cus lah ke kantin" Ajak Serlin.


Di kantin.....


Keadaan di sana sangat ramai, untungnya masih ada kursi yang kosong, jadi Serlin langsung menarik tangan Tiara dan Alin untuk duduk di sana.


"Mau pesan apa, biar gue pesanin" Ucap Alin.


"Tumbenan" - Serlin.

__ADS_1


"Samain aja sama lo" - Tiara.


Beberapa menit kemudian, datanglah Alin bersama Dika membawa dua nampan. Di sana juga ada Harun, Ahmad, dan Kevin yang berjalan ke arah meja Tiara.


"Kami boleh numpang di sini kan?" Tanya Dika.


"Boleh kok" Jawab Serlin.


Lalu mereka semua sibuk memakan makanannya dengan lahap tanpa ada yang membuka obrolan sedikitpun, lalu tiba-tiba Harun berbicara...


"Nanti ada rapat osis, jadi lo harus datang ya".


Tiara yang duduk tepat di depannya Harun hanya sibuk menikmati minuman nya sampai habis.


"Ra" Panggil Serlin.


"Ha?".


"Harun lagi ngomong sama lo tuh".


"Dia ngomong sama gue?, Kirain sama yang lain. Lain kali sebutin dong nama yang lo ajak bicara" Ucap Tiara jutek.


"Dasar neng jutek" Gumam Harun pelan.


"Biarin" Jawab Tiara.


"Kenapa lo bingung, gue tau apa yang lo omongin barusan".


"Gue emang dari lahir jutek, gue balik dulu ke kelas", lalu Tiara pergi sendirian menuju ke kelas.


"Cewek aneh" Ucap Harun terang-terangan.


"Aneh, tapi lo demen kan" Goda Kevin.


"Ga urus", lalu Harun juga pergi sendirian menuju ke kelas nya.


"Jodoh emang" - Alin.


"Doain aja" - Dika.


Pulang sekolah.....


Echa.Putri


Tunggu kakak ya, bentar lagi kakak pulang, ada rapat osis.


Oke, kak


(Read)


"Udah? Yok" Ajak Serlin.


Rapatnya di sebuah ruangan khusus buat osis. Di sana sudah banyak orang berkumpul dan saat Tiara dengan Serlin datang, pas pula Pak Yuda datang dan mengumumkan sesuatu...


"Assalamualaikum, selamat sore semuanya".


"Waalaikumussalam, sore pak" Jawab anak osis serempak.


"Bapak sengaja ngumpulin kalian di sini karena ada problem".


"Apa pak" Tanya anak osis lain.


"Wakil ketua OSIS kita, si Vina anak kelas XI IPA 1, dia akan pindah sekolah, jadi bapak bingung mau cari pengganti nya siapa?".


Lalu semua orang tampak berfikir dan beragumen kepada sesama temannya.


"Bapak liat berkas hasil pemilihan osis dulu ya, jangan ada yang pulang dulu", lalu Pak Yuda pergi sebentar untuk mengambil berkas hasil pemilu kemaren.


"Pasti ga ada yang mau jadi waketos nya si kang cuek" Bisik Tiara ke Serlin.


"Hahaaa, bisa jadi tuh. Tapi cocok juga si Harun dijuluki kang cuek" Kekeh Serlin.


"Julukan baru buat dia".


Lalu datanglah Pak Yuda sambil membawa berkas tersebut, dan "Bapak memutuskan untuk Tiara menjadi waketos dari Harun" Tiara tercengang mendengar penuturan dari Pak Yuda, dia tidak menyangka bisa jadi waketos dari si kang cuek itu.

__ADS_1


"Kok bisa saya sih Pak, yang lain kan masih banyak".


"Bapak ngambil ketua dari urutan nomor 2 saat hasil pemilu kemaren, dan ketua nya itu kamu".


"Harus saya pak?".


"Harus lah, emangnya kenapa? Kamu ga mau ya jadi wakil dari ketua macam Harun. Harun itu udah baik, ganteng, pintar, kurang apa lagi".


"Ishh, bukan masalah itu Pak, ya udah deh saya terima dengan terpaksa".


"Dasar cewek" Ucap Harun pelan.


"Emang gue cewek, terus situ cewek ya" Sinis Tiara.


"Udah udah, kok malah debat. Ya udah lain waktu bapak akan umumin di grup kalau ada rapat osis lagi. Sekarang kalian boleh pulang", lalu semuanya pulang ke rumah nya masing-masing.


Tiara harus menjemput adiknya dulu sedangkan Serlin udah pulang diantar sama Stevan.


SMP Indah Cahya.....


Tin...tin...


Tiara mengklakson mobil nya tepat di depan gerbang sekolah nya Echa. Tiara menunggu hampir 15 menit dan dia masih setia berada di dalam mobil sambil ngoceh-ngoceh kagak jelas.


"Maaf kak nunggu lama" Ucap Echa tiba-tiba langsung nongol di dalam mobil.


"Kamu kemana aja sih".


"Tadi ada ekskul nari dulu kak".


"Kamu ambil ekskul nari?, terus udah bilang sama papa".


"Nanti malam aja deh kak bilang ke papa".


"Ya udah", lalu Tiara menancap gas menuju ke perkarangan rumahnya.


Seperti biasanya, jam-jam sekarang cuma ada mama nya sedangkan papa nya sekitaran jam 20.00 baru pulang.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumussalam non" Jawab Bik Ina.


"Mama mana bik".


"Ada tuh non di kamar, lagi sibuk ngapain berkas-berkas perusahaan".


"Owh ya udah deh bik, Ara sama Echa ke kamar dulu ya", lalu Tiara dan Echa pergi ke kamarnya masing-masing.


Meja makan.....


"Kak bilangin dong" Bisik Echa ke Tiara.


"Bilang apa".


"Yang tadi sore".


"Owh".


"Ekhem-ekhem" Tiara berdehem.


"Pa" Ucap Tiara kepada Lukman yang masih fokus makan.


"Apa".


"Aduhh, bilang apa aja udah bikin gue menggigil nih" Gumam Tiara dalam hati.


"Si Echa boleh ga ambil ekskul tari".


"Buat apa tari?".


"Buat ngembangin bakat lah pa" Jawab Melda.


"Tapi itu kan bisa belajar di rumah, kamu fokus aja sama pelajaran Cha".


"Kasih izin aja lah Pa, kasihan tau dari dulu Echa pengen banget nampaknya ikut ekskul Tari" Bela Melda.

__ADS_1


"Ya udah, tapi jangan sampai telat pulang ya dan jangan lupa untuk belajar".


"Baik pa" Jawab Echa.


__ADS_2