Ketika Cinta Bersemi

Ketika Cinta Bersemi
6. Ulangan


__ADS_3

Jangan lupa LIKE πŸ‘ and COMMENT πŸ˜‡.


Hari ini hari minggu, seperti biasanya Tiara hari ini akan jogging di sekeliling kompleks rumahnya, ditemanin dengan adiknya Echa.


Tiara dan Echa berlari selama 5Γ— putaran dan sekarang mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di caffe dekat sana.


Caffe Sinar.....


"Mau pesan apa mbak" Tanya pelayan di caffe itu.


"Yang ini aja" Tunjuk Tiara di salah satu menu makanan.


"Saya samain aja" Ucap Echa.


15 menit kemudian, datanglah pesanan mereka dan mereka langsung menyantap nya dengan lahap.


Di sela-sela makan...


"Kak..".


"Ya, ada apa".


"Echa heran deh sama Papa, kenapa selalu ngekang kita terus".


"Kakak pun juga ga tau dek".


"Echa takut nanti suatu saat Echa dilarang ini itulah, Echa kan juga pengen merasakan keremajaan seperti yang orang-orang luar lakukan".


"Kamu tenang aja, cukup kakak aja yang papa kekang kamu jangan sampai, kakak jamin itu".


"Tapi Echa hanya takut kak, papa selalu mementingkan apa yang dia mau tapi ga pernah tau apa yang kita inginkan".


"Udah lah, kakak malas bahas ini. Mungkin ini jalan yang terbaik buat kita berdua Cha, biar kita bisa meraih apa yang kita inginkan untuk masa depan".


Setelah berbincang-bincang sebentar dan makanan mereka juga sudah hampir habis, mereka langsung balik ke rumah, takut papa nya khawatir anak nya lama pulang. Di hari Minggu, papa sama mama Tiara libur dan mereka masih sibuk kerja mengurus berkas-berkas di ruangan khusus rumah nya.


πŸ“žCalling... (Alin.Putri)


Assalamualaikum, Ra


Waalaikumussalam, ada apa Lin.


Bisa ga temanin gue jalan-jalan. Gue bosan nih di rumah.


Gue ga bisa Lin, Bokap sama Nyokap lagi di rumah, pasti gue ga diizinin.


Lah, emang lo ga bosan di rumah terus.


Bosan sih, tapi ya gimana...


Ya udah deh, makasih ya Ra.


Maaf ya Lin.


Lo ga perlu minta maaf, bye Ra.


Bye...


Sambungan terputus, Tiara langsung merebahkan diri nya di kasur.


"Astagfirullah, gue lupa kalau besok ada ulangan Kimia" Tiara menepuk keningnya.


Tiara bergegas mencari keberadaan buku kimia nya dan langsung belajar di sore itu juga.


*****


Hari ini adalah hari di mana siswa-siswi merasa senang, karena setelah upacara, guru langsung mengadakan rapat. Setiap senin seperti itu, jadi hari ini adalah surganya para siswa agar bisa makan puas di kantin.


Berbeda dengan Tiara dan Alin, setelah upacara dilaksanakan mereka langsung menuju ke kelas dan lebih memilih membaca buku untuk ulangan nanti.


"Hari ini ada pr?" Tanya Stevan sang ketua kelas.


"Ada" Jawab Serlin.

__ADS_1


"Apa" Ucap Bima.


"Cari tau aja sendiri" Balas Serlin jutek.


"Yaelah bambank, tadi kan lo yang bilang ada, terus kok suruh cari tau sendiri" Ucap Bima.


"Lo apakan cewek gue, merajuk dia tuh" Ucap Stevan.


"Mana ada aku merajuk, si Bima tu aja yang ga pernah tau kalau ada pr, jadi malas ladenin nya" Ucap Serlin kesal.


"*Cewek lo jutek banget yak" Bisik Bima ke telinga nya Stevan.


"Biarin, intinya gue sayang" Jawab Stevan*.


Setelah rapat selesai, Buk Dewi masuk dengan membawakan kertas tebal. Semua siswa tampak tercengang dan bingung kenapa Buk Dewi membawa kertas begitu banyak dan tebal.


"Silahkan letakkan tas nya di depan kelas" Ucap Buk Dewi.


"*Ada apa ni".


"Razia ya, aduh hari ini gue bawa alat make up banyak pula".


"Ulangan kah*?".


Dan ada juga yang santai dan tenang seperti Tiara dan Alin, pasalnya mereka sudah tau kalau hari ini akan diadakan ulangan harian.


"Kita hari ini akan mengadakan ulangan, udah pada mempersiapkan diri kan untuk ulangan hari ini?".


"Belumm" Jawab mereka serempak, lain hal nya Tiara, Alin, dan Serlin. Mereka malah menjawab udah.


"Ibuk ga perduli, intinya kita hari ini ulangan. Kan sebelumnya udah ibuk bilang kalau pertemuan berikutnya kita akan ulangan".


"Baiklah Buk" Ucap beberapa siswa-siswi.


Belum juga 20 menit, semua nya tampak grasak-grusuk, melihat kanan kiri, dan sibuk bertanya kepada temannya. Tiara, Alin, dan Serlin masih dalam keadaan tenang mengerjakannya.


"Hufftt, akhirnya selesai juga" Ucap Lala.


"Yey, bisa keluar dari panasnya api neraka" Ucap Bima


"Bisa kok, kalau kamu" Tanya balik Serlin.


"Bisa kok sayang, ya udah kantin yok".


"Kamu duluan aja sama Bima, aku mau kumpul bareng sama Tiara dan Alin dulu", lalu Serlin menuju ke meja nya Tiara dan Alin.


"Kantin yok" Ajak Serlin.


"Yok" Jawab Tiara dan Alin barengan.


Di sela-sela makan, "Ra" Panggil Serlin.


"Ya".


"Acara pemilihan ketos dan waketos di percepat menjadi lusa".


"Kok cepat banget" Kaget Tiara.


"Harusnya kan seminggu lagi, tapi Pak Yuda selaku pembimbing OSIS mengusulkan untuk secepatnya di ganti ketos waketos dengan yang baru".


"Oh ya udah, setelah ini kita bicarain lagi tentang visi misi kita di perpus".


"Sipp".


Kini Tiara dan Serlin berada di perpustakaan, sedangkan Alin memilih untuk ke kelas saja.


Tiara dan Serlin memilih duduk di meja yang menghadap langsung ke belakang halaman sekolah, suasana di sana bisa dibilang indah dan dikarenakan dekat dengan jendela, jadi udaranya langsung menerpa mereka berdua.


Sedari tadi Tiara sibuk menjelaskan visi misi nya sambil melihat ke arah meja seberang. Serlin yang merasa bahwa Tiara terus saja memperhatikan arah lain, langsung bertanya "Lo liatin apaan sih" Tanya Serlin bingung.


Lalu Serlin melihat ke arah yang Tiara lihat, dan "Lo naksir ya sama dia" Tebak Serlin.


"Engga, gue cuma pengen liat muka nya aja, bikin hati gue adem".

__ADS_1


"Bikin hati lo adem atau berbunga-bunga" Goda Serlin.


"Pacaran aja sono, dia lagi jomblo juga tuh".


"Tapi hati-hati ya, mantan nya ganas, anak IPS 2".


"Lo mau tau ga".


"Ga perlu, lagian gue ga suka sama dia dan lagi ga pengen pacaran dulu".


"Gue boleh cerita sedikit ga tentang dia" Ucap Serlin.


"Terus visi misi ini gimana, emangnya lo paham yang gue jelasin tadi".


"Nanti di rumah gue fahamin".


"Jadi gini Ra, dulu saat MOS, gue pernah kenal sama dia, itu karena Stevan ngajakin gue ikut ngumpul dengan teman-teman nya..."


"Eh tunggu deh, lo sejak kapan sih pacaran dengan Stevan" Tanya Tiara penasaran.


"Sejak gue kelas IX SMP".


"Jadi dulu kalian satu SMP, langgeng ya ternyata".


"Iya dong, lanjut ke topik. Jadi Stevan kenal Harun karena berawal dari MOS, sampai sekarang mereka tetap temanan. Cuma jarang ngumpul aja gara-gara mungkin beda kelas".


"Lalu saat awal-awal masuk sekolah, gue udah dengar berita aja kalau Harun pacaran dengan Nabila nak IPS 2. Iya sih dia cantik, tapi salahnya hati nya licik dan jahat. Gue udah ga suka dia dari semenjak dia pacaran dengan Harun".


"Bukan apa-apa ya, gue perhatiin dari tatapan nya setiap bertemu gue, cara bicara dia yang tidak baik, dan di hari itu terbukti, dia selingkuh dari Harun, aneh nya orang seperti Harun dia sia-siakan demi Kakel badboy".


"Emang apa kelebihan dari si Harun" Tanya Tiara.


"Selama ini lo ga tau ya".


"Apaan".


"Dia itu famous di sekolah ini, seantero sekolah ini tau kalau dia anak pintar dan anak yang baik-baik".


"Seriusan lo" Kaget Tiara.


"Iya, kok lo kaget".


"Kirain badboy".


"Gue sih dulu ngira nya juga gitu, karena dia biasa-biasa aja. Kayak nya dia itu ga mau menampakkan kalau dia itu kaya dan pintar, terbukti dari sikap dan perlakuan nya".


Bel istirahat pun berakhir digantikan dengan bel masuk, Serlin memberhentikan pembicaraan nya dan mereka memutuskan untuk masuk ke kelas nya.




Ciee, Tiara kepo gess dengan kepribadian Harun. Kirain Tiara si Harun itu badboy, ternyata si kutu buku ya ges.



Jangan lupa Like πŸ‘ and Comment πŸ€—.



HAPPY READING GAIS πŸ’™



Follow me \= Fifafirah.27


Nanti di follback kok:\)



Salam kenal.


__ADS_1


@**fifafirah.27**


__ADS_2