Ketika Cinta Bersemi

Ketika Cinta Bersemi
4. Curhat


__ADS_3

Jangan lupa LIKE ๐Ÿ‘ and COMMENT ๐Ÿ˜‡.


"Pagi pa, ma, Cha" Sapa Tiara saat berada di meja makan.


"Pagi juga nak" Jawab Melda.


Tiara hanya memakan sepotong roti dan meminum segelas susu, lalu langsung tancap gas menuju ke sekolahnya. Tidak lupa juga mengantarkan Echa duluan ke sekolah nya.


"Gimana dengan rapat kemaren?" Tanya Alin saat Tiara baru saja datang.


"Gue calonin diri menjadi ketua OSIS, doain gue dan jangan lupa pilih gue saat acara permusyawaratan dua minggu lagi".


"Oke siap".


Bel istirahat berbunyi, Tiara memutuskan untuk ke kantin karena saat berangkat sekolah dia tidak sempat sarapan pagi, hanya memakan sepotong roti dan segelas susu tidak cukup untuk mengganjal perut sampai siang.


"Ke kantin yok Lin" Ajak Tiara.


"Seperti biasa, gue bawa bekal".


"Yah, jadi gue harus ke kantin sendirian nih".


"Hehee, gimana lagi. Kapan-kapan deh gue ga bawa bekal gue temanin lo ke kantin".


"Ya udah gue ke kantin dulu ya", lalu Tiara menuju ke kantin untuk mengisi perut nya yang sudah berbunyi sejak tadi.


"Dia siapa ya, kok seperti asing bagi gue".


"Anak baru ya, wah kok cantik".


"Wawww, biasa aja".


"masih cantik kan gue kok".


Masih banyak lagi gosip-gosip dari para siswa-siswi yang berada di kantin. Tiara acuh saja dengan semua itu, toh tujuan awal dia ke sini hanya untuk mengisi perutnya dan dia langsung cap cus menuju ke perpustakaan untuk menghilangkan rasa bosan nya.


Tiara berjalan santai di sepanjang koridor sambil bersenandung ria. Sempat lengah, akhirnya Tiara menabrak seseorang dan membuat orang tersebut terjatuh ke bawah.


"Eh maaf, gue ga sengaja" Ucap Tiara menyesal atas kelengahan nya.


"Oh iya gapapa kok" Ucap nya, lalu dia dibantu berdiri dengan teman satu nya lagi.


"Oh iya, nama lo siapa" Tanya cowok yang jatuh tadi.


"Nama gue Tiara".


"Lo anak mana, kok kayak nya kita belum pernah liat".


"Gue anak baru, pindahan dari School Cemara".


"Oh salken ya nama gue Dika" Ucap teman yang jatuh tadi.


"Kalau yang lo tabrak ini, namanya babang Ahmad".


"Idih norak lu, oh iya lo kelas berapa" Tanya Dika.

__ADS_1


"Gue kelas XI IPA 2, kalau kalian" Tanya Tiara ramah.


"Kami berdua kelas XI IPA 1" Jawab Dika.


"Lo anak baru yang banyak diomongin sama semua siswa di sini ya" Ucap Ahmad.


"Gatau juga, ya udah gue duluan ya", lalu Tiara langsung ke kelasnya saja. Lagian waktu ke perpus dia kepotong gara-gara berbincang-bincang sama orang yang baru di kenal tadi.


Saat berada di kelas.....


"Lo kemana aja" Tanya Serlin.


"Habis dari kantin, emang kenapa".


"Gue udah buat visi misi nya, ni" sambil menyerahkan sebuah kertas yang terdapat visi misi yang dibuat Serlin.


"Oh ya udah, nanti punya kita berdua gue gabung menjadi satu. Pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masih ada waktu untuk beberapa hari lagi, jadi kita harus bisa tampil maksimal".


*****


"Hallo everybody" Teriak Ahmad yang membuat isi kelas mengumpat-umpat dirinya.


"Berisik lo" Ucap Kevin.


"Ada berita bagus gess" Ucap Dika.


"Apaan" Ucap Kevin bingung ditambah penasaran.


"Ada anak baru, cantik lagi. Nak kelas XI IPA 2, kelas tetangga".


"Udah ketemu nya ga bagus pulak" Ucap Ahmad sebal.


"Owh... Siapa namanya".


"Kalau ga salah Tiara, ya Tiara namanya" Jawab Ahmad.


"Mau lo apakan, gebet lagi" Ucap Dika sinis.


"Kok lo tau aja".


"Dasar playboy" Ucap Ahmad.


"Lagian lo kan udah punya pacar, kita-kita juga udah punya pacar. Biarkan anak baru itu untuk babang ganteng Harun" Ucap Dika sambil melirik ke arah seorang cowok yang sedari tadi sibuk berkutat dalam buku tebal berumus-rumus.


"What?" Ucapnya yang merasa tadi namanya disebut-sebut.


"Lo dengar ga sih apa yang kami bicarakan" Ucap Ahmad jengah dengan sikap kecuekan si Harun.


"Bodoamat", lalu Harun kembali berkutat pada buku-buku nya itu.


Pulang sekolah.....


Tiara ingin sekali setelah pulang sekolah jalan-jalan dulu, tapi nyatanya dia harus menuruti perkataan bokap nya dan harus pulang tepat waktu. Percuma kabur, nanti juga bokap Tiara menanyakan kepada Bik Ina kapan anak-anak nya itu pulang, apakah tepat waktu atau telat pulang.


Lalu dia mengusulkan buat mengajak Alin saja bermain ke rumahnya, dengan alasan kerja kelompok, dijamin bokap nya percaya dan mengizinkan Tiara membawa nya main ke rumah.

__ADS_1


Tiara berjalan tergesa-gesa mengejar kepergian Alin yang baru beberapa menit yang lalu. Setelah ketemu, dia mengatur terlebih dahulu nafas nya.


"Lo kok cepat banget jalannya" Ucap Tiara.


"Hehee, gue memang pengen cepat-cepat pulang, mau istirahat".


"Lo keberatan ga kalau gue ajak main ke rumah, biar kita makin akrab aja".


"Emm..." Alin tampak berfikir sejenak.


"Mau ga?" Tanya Tiara memastikan.


"Ya udah deh boleh, lagian rumah gue juga sepi, bokap sama nyokap keluar kota ngurusin perusahaan nya". Lalu mereka pulang menaiki mobil nya Tiara, tidak lupa juga Tiara harus menjemput adiknya dulu, si Echa.


Setelah sampai di rumah, mereka berdua seru-seruan, tentunya di kamar Tiara, iya kali Tiara mengajak Alin bermain-main puas di ruang tamu, bisa bahaya, nanti singa mengamuk(papanya๐Ÿ˜‚).


"Oh iya, lo kenapa sih ga dibolehin keluar rumah, berarti lo anak rumahan dong yang ga pernah keluar mencari udara segar" Ucap Alin saat mereka sudah memberhentikan aksi gila nya dan mereka sekarang memilih duduk santai di balkon kamar nya Tiara sekali-kali melihat sunset.


"Bisa dibilang begitu, gue juga ga tau kenapa bokap selalu ngekang gue, adik gue pun juga mau dikekang. Kasihan sih liat adik gue yang baru menginjak masa SMP ga bisa menikmati masa muda nya".


"Untung orang tua gue ga kayak gitu, tapi orang tua kita berbeda ya" Ucap Alin sedih.


"Maksudnya".


"Iya, orang tua kita berbeda banget, ga seperti orang-orang di luar sana".


Tiara lebih memilih diam dan penasaran dengan kelanjutan cerita dari Alin.


"Lo punya orang tua pengekang dan ga sibuk dengan pekerjaan nya, berarti mereka peduli dan masih sayang banget sama lo, mama lo selalu menyempatkan pulang kerja lebih awal, jadi kalian bisa ngumpul di sore hari nya, lah gue apa kabar, ngumpul aja jarang apalagi menyempatkan diri untuk jalan-jalan bersama" mata Alin sudah mulai berkaca-kaca.


"Lo broken home ya?" Tanya Tiara hati-hati.


"Emang kenapa? Lo ga mau ya berteman sama gue, gapapa kok kalau lo ga mau temenan sama gue, udah dari dulu gue selalu ga punya teman dan selalu di jauhi. Alasan mereka semua klasik, mereka takut ketularan jadi anak broken home, i'm fine be strong" Kini pecahlah tangisan Alin, begitupun Tiara, dia jadi ikut menangis mendengar penuturan kata dari Alin barusan.


"Lo ga boleh ngomong kayak gitu, gue akan tetap menjadi teman sekaligus tempat untuk lo curhat, mau apapun itu masalahnya harus kita hadapi bersama-sama. Kalau lo sedih gue jadi ikutan sedih, tapi kalau lo bahagia gue jadi ikutan bahagia".


"Dan ingat, semua itu harus lo jalanin aja. Demi kebaikan lo, semuanya ga akan sia-sia kok. Lagian lo itu udah cantik, pintar, rajin, sholehah, baik, dan lo juga sudah dewasa kan, pasti bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk lo lakukan. Jadi semua nya harus kita jalanin, rencana Tuhan pasti indah" Jelas Tiara yang mampu membuat hati Alin menghangat dan mereka saling berpelukan sambil sesekali tertawa ria mengenai hal konyol yang dilontarkan masing-masing dari mereka.




Ternyata kisah hidup nya Alin juga sad girl yakk. Alin jadi sedikit lega mendengar penuturan dari Tiara, dia bijak ya gais kalau masalah kayak ginian. Iya dong, dia kan pintar dan juga cantik. Makin bertambah deh kesempurnaan nya.



Menurut kalian gimana dengan karakter Tiara, Comment di bawah yaa๐Ÿ˜‰.



HAPPY READING GAIS ๐Ÿ’™



Salam kenal.

__ADS_1



@**fifafirah.27**


__ADS_2