Ketika Suami Ku Kembali Padaku

Ketika Suami Ku Kembali Padaku
Part 10 Suamiku Tidak Di Sisiku


__ADS_3

Sejak saat itu, aku jadi semakin jarang bersama dengan Mas Sanu, mas Sanu selalu saja menginap di luar rumahnya, dan bicara bahwa dia tidur di rumah temannya yang sangat baik dan kesepian karena sudah duda.


Mas Sanu juga tidak pernah bermain-main dengan Kusna dan Amah lagi , padahal biasanya Amah sangat dekat dengan bapaknya itu.


" Mah, bapak dimana? " tanya Kusna yang melihat aku diam sambil memperhatikan Kusna dan Amah bermain-main di ruang tamu ini.


" Entahlah , Mama tidak tahu sayang." ucap Sakin yang memang tidak tahu keberadaan suaminya karena sudah 2 hari ini tidak pulang ke rumahnya.


" Sakin... sini!" perintah Sanu tiba-tiba saja datang.


" iya mas, kamu baru pulang. " ucap Sakin.

__ADS_1


" Sekarang aku tidak akan pernah berbohong lagi, aku mau bicara ke kamu kalau aku sudah menikah lagi dengan wanita yang cantik dan membuat aku semakin jatuh cinta. " ucap Sanu.


Bak di sambar petir di siang bolong, hati Sakin begitu tersayat dan kesakitan tidak bisa dipungkiri mengisi hatinya.


tes tes tes butiran bening keluar dari matanya.


" pak, bapak ayo main sama Kusna dan Amah." ucap Kusna yang sangat rindu dengan bapaknya itu. Kusna yang baru berusia 7 tahun dan Amah yang berusia 4 tahun akan memiliki seorang adik . Dan mereka pun tidak tahu betapa kini ibunya merasakan sakit karena bapaknya, di tambah Sakin segera menghapus air matanya dan menutupi kesedihan yang dia rasakan.


" Sakin... Sakin. " panggil Kakaknya.


" iya kenapa kang." ucap Sakin.

__ADS_1


" bapak , In. Bapak meninggal dunia. " ucap makanya yang lelah akibat berlarian dari sawah.


" Hah bapak meninggal. " ucap Sakin terkejut. Hatinya semakin hancur , karena bapaknya kini meninggal dunia. Sakin pun segera berlari ke tempat dimana jazad bapaknya berada. Sanu pun ikut istrinya dan membawa serta anak-anak.


" bapak. " ucap Sakin sambil memeluk jazad bapaknya yang selama ini menguatkan hatinya.


" Sakin yang sabar ya nak, ucap ibu ibu yang sudah datang melayat.


Air matanya mengalir begitu deras dan juga menyayat hati. Pilu begitu terasa di dalam hatinya. Kesedihan akibat bapaknya meninggal dunia lebih menyakitkan dibandingkan ketika seorang suami selingkuh.


Tetangga dekat pun berdatangan dan menyemangati Sakin dan keluarganya. Sanu pun tidak merasa bersalah atas perselingkuhan yang dilakukan. Sanu datang ke tempat mertuanya karena dia merasa perlu mengantarkan anak anak saja , lalu Sanu pun pergi dari tempat itu. Dia malah menemui Iyem dengan bahagia. Iyem pun merasa menang karena Suaminya lebih sering bersama dengan dia walaupun dia belum juga dikaruniai anak. Bahkan menurut dia , lebih baik belum memiliki anak ,karena waktu berhubungan dengan suaminya akan menjadi lebih banyak. Dibandingkan ketika sudah memiliki seorang anak. Walaupun dia tahu kalau Sakin akan memiliki 3 orang anak namun Iyem tidak takut suaminya akan meninggalkan dirinya. Bahkan dia sangat yakin jika suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak akan menolak apapun yang dia mau

__ADS_1


__ADS_2