
Setelah seharian penuh beraktivitas, akhirnya Sakin selesai makan malam dan bergegas ke kamar untuk istirahat.
Sakin sudah menarik selimut dan segera tidur.
"Dek, udah mau tidur kah?" tanya sang suami.
" eh iya mas Kasdi, ada apa ya?" tanya Sakin malu malu.
" Malam ini dingin sekali udaranya, aku ingin minum kopi." ucap Kasdi.
"tunggu sebentar, aku buat kopinya dulu." ucap Sakin ke dapur.
Di dapur Sakin sibuk membuat kopi.
" buat apa In? " tanya ibu Kiki yang baru saja selesai dari kamar mandi.
" bikin kopi buat mas Kasdi mah." ucap Sakin malu malu.
" oh ya In , mamah juga mau buat 2 gelas lagi ya In!" perintah ibu Kiki.
"oh ya mah siap ." Sakin pun membawa kopi untuk suaminya ke kamar.
" ini kopinya, Sakin ke dapur dulu, bikin kopi untuk mamah ." ucap Sakin lalu pergi lagi.
Setelah selesai , Sakin ke kamar lagi.
" Dek udah selesai? " tanya Kasdi.
" udah mas." jawab Sakin.
__ADS_1
" sini kamu!" perintah Kasdi.
" iya mas" ucap Sakin.
Sekarang coba lagi yuk!" ucap Kasdi.
" coba apa mas?" tanya Sakin tidak mengerti.
" coba hubungan suami istri. " ucap Kasdi.
" memang mas ingin bagaimana? " ucap Sakin polos.
" Sini , tiduran dekat aku." ucap Kasdi.
" oh ya baik mas." ucap Sakin.
namun ketika itu Sakin berteriak kesakitan karena kini yang pertama kali di alaminya.
" akhhhh, sakit..." ucap Sakin menahan rasa sakit.
" Sabar Dek , besok kamu nggak selalu sakit gini kok.
" Memang dengan cara ini dapat membantu kita bikin anak mas?" tanya Sakin polos.
" iya, jelas In, bakal punya anak kalau ada takdir punya anak. " ucap Kasdi dengan bahagia.
Beberapa menit kemudian.
" terus sekarang Sakin nggak suci lagi?" tanya Sakin polos.
__ADS_1
" iya, biar suci mandi In,mau mandi bareng nggak In?"ucap Kasdi.
" emmm." Sakin menatap wajah suaminya.
" emang boleh?" tanya Sakin yang lugu.
" boleh kok kalau mau. " ucap Kasdi.
Malam itu Sakin bercinta dengan suami dan dia pun merasa sesuatu yang berbeda, apalagi di usianya yang masih muda. Dia menikah juga karena perjodohan.
Dan memang itu hal yang wajar karena tahun ini masih tahun 1960an Sakin juga tidak tamat sekolah dan selalu membantu kedua orang tua mencari nafkah untuk keluarganya dan saudara-saudaranya yang berjumlah 10 bersaudara.
Sedangkan ia adalah anak kedua.
Prov Kasdi
Betapa senangnya hati ini , akhirnya aku bisa merasakan betapa indahnya cinta yang tulus dari seorang wanita, dia juga lugu dan polos, tidak tau banyak tentang cinta. Sakin Sakin apakah kita akan selalu bersama? aku harap kamu menjadi milikku selamanya. tapi jika tidak, tidak ada lagi tujuan ku. Sejak malam pertama sampai Sekarang tidak henti aku memandang wajahnya walaupun dia sedang tidur pulas.
Bahkan saking polos dia berteriak kaget karena tiba-tiba saja tidur bersama aku.
Sakin Sakin.
Betapa senangnya hati yang kurasa , apa kamu juga rasa apa yang ku rasa?" ucap Kasdi dalam hatinya menatap Sakin yang tidur pulas.
Karena seharian penuh sudah beraktivitas.
Tubuhnya pun lelah.Kasdi pun mencium pipi Sakin dan tidur Dengan nyenyak di pelukan Sakin.
Beberapa jam berlalu dan Akhirnya pagi itu Sakin mandi bersama suaminya yang akan bergegas kerja.
__ADS_1