
" jangan percaya sama mantu , siapa tau mantunya nilep uang jualan. " ucap ibu ibu di pasar. Aku nggak habis pikir kenapa bisa bicara begitu ya? apakah karena Sakin kepergok menyimpan uang untuk dirinya sendiri atau karena dia tidak suka dengan kehadiran dia ya? Aku lihat lihat, Sakin mantu yang baik dan tidak menampilkan sifat buruk, tapi aku juga harus waspada deh dengan dia, siapa tau apa yang dibilang ibu ibu itu benar lagi.
" mah.." suara Sakin membuyarkan lamunan ku.
" eh ya sebentar. "ucapku yang belum sampai di depan tempat jualan.
" kamu pasti capek kan nak, istirahatlah dulu, minum atau makan makanan yang kamu inginkan, di seberang sana ada yang jual makanan!" perintah ku pada mantuku itu.
" Sakin belum lapar mah, lagi pula dari tadi pembeli banyak yang membeli sayuran kita.
ucapnya penuh semangat dan terlihat bahagia .
" apakah ada yang dipikirkan ? kok Mama bengong terus? apakah Sakin berbuat Salah ? " tanyanya lagi membuat ku panik.
__ADS_1
karena memang sedari tadi aku sedang memikirkan sesuatu tentang dia yang di bicarakan ibu ibu dipasar tadi.
****
beberapa jam kemudian berlalu , dagangan sudah hampir habis , akhirnya aku mengajak Sakin pulang.
dan aku melihat kebahagiaan di raut wajahnya setelah kami makan siang, dia juga sibuk membersihkan ruangan di rumah ini sehingga rumah menjadi bersih dan rapih.
Sakin bukan Mama nggak percaya sama kamu tapi Mama masih belum kenal kamu sepenuhnya , sehingga rasa curiga itu ada , maka dari itu Mama hitung semua uang jualan, tapi sepertinya kamu orang yang jujur karena hari ini antara dagangan dan uang yang di dapat sesuai sekali. Semoga saja mamah nggak pernah kamu bohongi ya nak." ucapku dalam hati setelah menghitung uang dagangan hari ini, dan hari esok aku akan mengajak Sakin lagi untuk berjualan.
ada orang yang memanggil .
" ada apa Bu? suaranya sudah menyahut.
__ADS_1
" Kamu itu ya tipu saya, katanya sayuran masih bagus,kok ini udah hampir busuk? ucap seorang ibu marah marah.
" Bu, ibu tadi tidak membeli terong loh, yang ibu beli itu kangkung ke saya. " jelas Sakin.
" Alah,udah Jangan bohong Sakin jelas itu terong kamu, dan kangkung yang saya beli itu dari warung Tiara." ucap ibu itu .
" ini kenapa ya Bu? " aku mencoba mencari tahu masalah yang ada.
" ini loh mantumu jualan terong busuk ke aku, aku minta ganti rugi 15 ribu." ucap ibu itu.
" oh ya maaf Bu ,ini uangnya. " aku sodorkan saja apa yang dia mau. Lalu ibu itu pergi.
"mah maaf mah , Sakin nggak bohong loh itu bukan ulah Sakin , Mama tau dagangan kita masih seger kan , ibu itu yang tidak jujur mah." Sakin meminta maaf atas kesalahan yang tidak dilakukan.
__ADS_1
" udah biarkan saja nak, Mama paham kok. kamu jangan sedih ya ." Aku mencoba menenangkan dia yang terlihat sedih dan shok akibat kejadian itu.
memang benar adanya bahwa dalam berbisnis kadang ada saja masalah yang muncul dari sini aku paham dengan kondisi warung yang aku jalani sebagai tempat mencari nafkah . Semoga besok besok tidak ada yang menyulitkan keadaan untuk berjualan di pasar, kasihan kalau di persulit bagaimana cara aku bisa menghidupi keluarga yang kini sudah ada menantu pula