
Ibu ibu, bapak bapak, saya mau kasih tau nih ya, Saya kemarin beli di tempat Bu Kiki malah dapat sayuran yang busuk Bu, mending beli di tempat Bu Tiara aja Bu seger dan bagus kualitasnya Bu, pak. " ucap ibu yang sedang memprovokasi pembeli.
" Mah , kenapa itu kumpulan seperti membahas tentang kita? " tanya Sakin yang baru datang.
" iya nak, dia bicarakan tentang sayuran kita biar tidak laku." ucap Bu Kiki sedih.
" mah, sebenarnya siapa yang bikin kita dimusuhi dan diabaikan pembeli, apa mamah punya saingan berdagang?" Sakin mulai curiga.
" nggak , nggak ada yang jadi saingan kok biasanya kita selalu bersama sama." ucap Bu kiki.
" Sakin, kalau mamah boleh jujur sih, kemarin memang ada yang membicarakan kamu, katanya siapa tau kamu nilep uang dagangan. " ucap Bu Kiki.
" hah, aku? Nilep uang dagangan? nggak mah, aku nggak mungkin lakuin itu. Mah mamah percaya aku kan? aku nggak begitu orangnya, aku diajarkan jujur dalam suatu apapun mah." ucap Sakin sangat terkejut.
" udah lah mah ayo kita jualan. " ajak Sakin.
Sayuran sayuran Bu pak Sayuran. Murah murah kok ini.
" Alah paling busuk. " ucap seorang ibu.
" ogah murah tapi udah nggak seger." ucap ibu lain.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian belum ada yang beli.
" udah ayo pulang saja , nggak ada yang beli." ucap Bu Kiki.
" ya mah, tapi aku bawa 1 kantong plastik ya mah?" ucap Sakin.
" mau kamu apakan?" ucap Bu Kiki.
" aku mau kasih ke ibu itu , kelihatan dia orang yang tidak punya dan dia butuh sayuran ini untuk di masak." ucap Sakin.
Lalu setelah Sakin memberikan itu, ibu ibu itu sangat berterimakasih.
***
Malam pun tiba, Sakin masih duduk di teras rumahnya, Kasdi pun melihat istrinya sedih , dia pun ikut duduk di samping istrinya , setelah dia pulang kerja.
" In, kenapa di luar? nunggu aku kah?" tanya Kasdi.
" eh iya kangmas , aku sedang menenangkan hati dan pikiran yang sedang terjadi masalah. Aku bingung mencari solusi untuk aku bisa jualan lagi.
" emang mamah larang kamu ikut? Kasdi memotong ucapan Sakin.
__ADS_1
" nggak kok, tapi kami di fitnah jualan sayuran busuk mas, sekarang tidak ada yang beli lagi.Sedikit pun tidak ada yang beli." ucap Sakin sedih.
" kenapa nggak kamu jual keliling saja In?" ucap Kasdi memberikan solusi.
" jual keliling? " Sakin mendapatkan ide yang bagus, tapi kemana aku jualan itu?" Sakin agak ragu.
" Gimana kalau mulai dari tetangga dekat rumah ini?" ucap Kasdi bertanya.
" oke besok , Sakin akan coba mas." ucap Sakin mulai tersenyum senang.
" nah , gitu In ,senyum kangmas jadi makin cinta deh sama kamu In." ucap Kasdi.
" ih Sakin jadi malu mas." ucap Sakin.
" Sama suami kok malu, nggak bisa gitu In, kan sepenuhnya suami harus tau tentang istrinya dan istri juga boleh tau tentang suami.
" Kasdi kamu sudah pulang nak?" Tanya Bu Kiki keluar rumahnya.
" iya mah , sudah tapi pulang di suguhi awan mendung, bukan bulan yang bersinar terang kayak di langit cerah. " ucap Kasdi menggambarkan suasana hati Sakin tadi.
" tapi bulan itu segera bersinar terang kok mas. " ucap Sakin malu malu.
__ADS_1