
Prov Sakin
Kenapa mas Sanu tiba-tiba saja begitu, yang dia sebut jelas jelas itu Iyem si gadis tetangga sebelah yang sudah yatim piatu. Apakah tadi mas Sanu baru dari sana ya, senyum senyum sendiri lagi , kelihatan sangat bahagia. Apakah dia akan jatuh hati sama wanita lain. Sikapnya itu menunjukkan perubahan walaupun demikian ia menutupinya dariku, karena aku tahu betul tentang suamiku.
Mas Sanu bukan suami yang pertama bagiku, sebelumnya aku telah memiliki suami dan keluarganya membuat aku putuskan hubungan itu , lalu akankah hubungan kali ini aku bertahan jika sebenarnya sudah ada wanita lain di antara aku dan mas Sanu.
Lebih baik, aku tidur karena hari sudah larut malam.
ucap Sakin dalam hatinya.
pagi ini Sakin pun sibuk memasak dan membersihkan rumahnya. apalagi kedua anaknya juga harus diurus.
" Mas , udah bangun?" Tanya Sakin pada suaminya ketika sudah berjalan mendekati meja makan.
" iya sudah kok, makanku mana?" Tanya Sanu.
__ADS_1
" itu mas, aku masak nasi sama kangkung tumis. " ucap Sakin sibuk menyiapkan makanan.
" cuma ini aja In?" tanya Sanu.
" iya mas." ucap Sakin.
" CK sialan sih makan gini amat , udah kayak kambing makan rumput." ucap Sanu kesal , lalu berdiri untuk segera pergi.
" Kita manusia mas, kok disamakan seperti kambing, toh kangkung sudah menjadi sayur matang." ucap Sakin dalam hatinya.
Sakit hati memang sangat terasa , namun Sakin hanya diam tanpa melukai balik suaminya itu.
Sanu pun bersikaplah sangat mesra dengan Iyem, di tambah Iyem sudah menyediakan makan pagi ini dengan nasi ditambah lauk ayam goreng kremes dan sayur SOP kesuksesannya Sanu. udah ada teh hangat juga yang tersedia.
Dengan lahap Sanu menghabiskan makan pagi ini.
__ADS_1
Hatinya sangat berbunga-bunga melihat Iyem sang kekasih barunya.
Pacaran pun mulai dilakukan Sanu dan Iyem.Hingga ber jam jam Sanu tidak habisnya mengobrol dengan Iyem, apalagi ini hari libur kerja Sanu yang berprofesi sebagai pedagang.
Karena dia berdagang minuman untuk anak sekolah. Hari Minggu pun libur sekolah, namun sebenarnya minuman itu sering ditanyakan di hari libur, tapi Sanu tidak berjualan karena menurut dia, libur itu perlu dan itu kesempatan yang indah untuk pacaran dengan Iyem.
Sejak itu, Sanu juga mulai jarang meluangkan waktu bersama anaknya Kusna dan Amah.
Bahkan Sakin lupa kapan dia terakhir berhubungan badan dengan suaminya itu. Sakin yang pernah menjanda itu pun merasa seperti ketika janda dulu.
Beberapa waktu kemudian, Sanu pun menikah dengan Iyem tanpa sepengetahuan Sakin dan acaranya di KUA terdekat.
Sakin pun tak mengerti kenapa suaminya jarang sekali tidur di rumahnya.
Sanu pun punya banyak alasan untuk menutupi madunya. Dan suatu ketika Sakin merasa perutnya mual mual ,hingga dia mengingat ingat kapan terakhir haid. Sakin pun segera mengecek kesehatan pada bidan desa dan ternyata benar, bahwa ia sedang hamil 3 bulan, Sakin pun bingung mau merasakan bagaimana, karena Suaminya tidak sebahagia ketika mengandung Kusna dan Amah.
__ADS_1
Sakin pun berusaha bersikap baik kepada Sanu walaupun tidak seperti biasanya. Sakin pun tidak akan pernah berharap apapun kecuali kebahagian dalam hidup dia dengan suaminya dan anak anaknya. Bagi Sakin itu lebih penting daripada menuruti keinginan yang bersifat egois. Sakin pun harus fokus pada kehamilan yang ketiga ini.
bersambung