Ketika Suami Ku Kembali Padaku

Ketika Suami Ku Kembali Padaku
part 7 Ketika Menjadi Janda


__ADS_3

Cerai, mau tidak mau itu harus, ketika sudah tidak ada yang bisa dipertahankan, terlebih sejak aku pulang ke rumahnya orang tua, keluarga mantan suami membicarakan aku tentang hal buruk. Menurut mereka aku cuma wanita bodoh yang tidak tamat sekolah dan tidak bisa memberikan keturunan yang membuat nama baik keluarga tercemar. Dia bahkan berharap segera mendapatkan mantu baru , setelah ini. Sakit... hati ini sungguh sangat sakit, namun apa mau di kata, hidup harus terus berjalan dan aku pun harus bisa bahagia walaupun tanpa kang Kasdi. Dia Adalah masalalu , dan segera dilupakan , walaupun bayangan dan ucapannya masih sering terngiang-ngiang namun anggap saja itu angin lalu. Dengan menyibukkan membantu orang tua mengurus kerjaan rumah dan Berjualan, aku pun mencoba melupakan masalah yang telah berakhir. Dengan membantu Berjualan kangkung di pasar, aku yakin aku bisa bahagia. Walaupun hanya kangkung , namun lumayan untuk makan sehari-hari. Setengah jam perjalanan menuju pasar dengan membawa 20 ikat kangkung, semoga rezeki untuk aku ada selalu.


Kangkung kangkung, seger seger , baru di petik Bu pak murah seiket 2.000 saja Bu pak. " tawar Sakin.


" kangkung 5.000 3 iket boleh nggak neng." tanya seorang ibu menawar barang dagangan Sakin.


" oh ya boleh Bu, mau berapa iket Bu?" tanya Sakin .


" beli 6 iket aja ini 10.000 ya. " ucap ibu itu.


" iya Bu makasih. " ucap Sakin ramah .


1 jam berlalu, namun belum ada yang beli lagi.


" nak kangkung berapa harganya? " Tanya nenek nenek tua.


" 2000 nek." ucap Sakin.


" tapi nenek hanya punya 1000 nak." ucap nenek itu.


" udah nggak usah bayar. ini 1 ikat buat nenek." ucap Sakin.

__ADS_1


" oh ya terimakasih banyak nak." ucap nenek itu.


Di kejauhan tanpa sadar seorang memperhatikan Sakin. Dan dia baru ingat bahwa Sakin adalah mantu Bu Kiki.


" Neng, kok disini?" tanya ibu itu.


" iya siapa ya?" Sakin lupa dengan orang itu.


" Aku Arni tetangga Bu Kiki yang dulu pernah pinjam uang 50.000.


" ucap Arni.


" Alhamdulillah baik, kamu sejak beberapa bulan lalu tidak kelihatan. Kasdi juga sering bersama wanita lain yang katanya bakal jadi istrinya." ucap Arni.


" ya semoga kang Kasdi segera menikah dan memiliki anak. Ibunya kan sudah sangat ingin cucu, namun aku belum bisa kasih." ucap Sakin.


" iya In , mungkin Kasdi bukan jodoh kamu, dan akan ada jodoh yang lebih baik lagi saat waktu yang tepat. " ucap Arni.


" iya BI, kangkung ni?" tanya Sakin.


" boleh 2 iket , ini 5.000 ya ." ucap Arni.

__ADS_1


" kembali 1000 BI." ucap Sakin.


" nggak usah, aku buru buru , suamiku sudah nunggu. " ucap Arni segera hilang dari pandangan Sakin.


Alhamdulillah rezekinya lumayan , hari ini aku sudah dulu Berjualan nya, esok aku akan lanjutkan lagi. 20 ikat lagi.


" ucap Sakin.


Lalu setelah itu Sakin pulang.


Dirumah, dia pun sibuk mencuci pakaian dan piring juga membersihkan rumahnya. Apalagi adiknya yang banyak, sehingga rumah terlihat berantakan Dengan barang barang yang berserakan di lantai dan seisi rumahnya.


" huhh akhirnya selesai juga. " ucapannya Setelah semua selesai di kerjakan.


" Sakin..." ucap Kang Dul, kakaknya yang baru pulang dari luar.


" iya kang , ada apa? " tanya Sakin.


" ambilkan aku minum sama makan , aku lapar." ucap Kang Dul.


Sakin bergegas melakukan hal itu. bersambung

__ADS_1


__ADS_2