
Setelah selesai mengurus rumahnya dan anaknya, maka Sakin akhirnya memiliki waktu luang ke dukun beranak. Lalu ia menitipkan anak anaknya dulu ke ibunya sebelum pergi.
Saat di jalan, Sakin bertemu segerombolan ibu ibu,dan ibu ibu itu menyuruh Sakin berhenti terlebih dahulu.
" kenapa ya Bu?" tanya Sakin seketika menghentikan langkahnya.
" In, kamu tuh sebaiknya lebih menjaga ******** hubungan keluarga kamu , kan sekarang suamimu bukan lagi suami Iyem , kenapa selalu berduaan sih, nggak ada malu bener, kenapa harus cerai kalau masih ingin bermesraan kayak abg aja, berduaan. " ucap ibu itu.
" iya bener tuh kata Bu Titi, kamu tidak cemburu apa suaminya sama mantan madu mulu, bahkan nggak pernah nampak berduaan dengan kamu yang masih istrinya. " ucap ibu lain.
__ADS_1
" Ya gimana lagi ya Bu, saya setiap hari ngurus rumah , anak anak dan juga jualan kangkung. " ucap Sakin.
" haha segitu sibuknya nih, sampai suami cari tempat penggantian. " ucap ibu itu mengejek.
" ya maklum sibuk Bu.anak 3 ." ucap ibu lain.
" Pantesan suami bosan, dandan cantik aja nggak pernah,, mandi aja paling sehari hari. " ucap ibu lain.
Sakin pun pergi begitu saja karena sakit hati akibat cibiran ibu ibu itu . Air mata di tahan, namun dia tetap tidak sanggup menahan hingga akhirnya menangis juga di tepi jalan. Namun Sakin segera menghapus air matanya dan menuju ke rumah dukun beranak untuk memastikan kehamilan yang ke empat.
__ADS_1
Sakin pun akhirnya mengetahui bahwa benar, dia sedang hamil.
Prov Sakin
begitu banyak yang belum aku tahu tentang takdir hidup yang harus ku jalani, namun ketika lelah semangat ku kembali hadir ketika ku menatap anak anakku, sekarang kamu kembali ada dalam perut ibumu ini nak, ibu berharap setelah kamu lahir bapak kamu menjadi lebih baik dan tidak ada luka hati yang di buat untuk ibu lagi. Semoga ibu kuat yang sayang untuk kamu dan kakak kamu. Tujuan ibu hanya ingin membuat hubungan kita harmonis walaupun banyak hal yang membuat akan hancur. Ibu harus kuat, ibu nggak akan lemah dan putus asa. Karena ibu bukan orang yang akan menyerah dengan keadaan. Ibumu ...Sakin terhenti berbicara . Karena dia sadar akan melewati segerombolan ibu ibu yang tadi ketika dia hendak pulang. Setelah itu Sakin segera menemui ke tiga anak yang dimiliki . Sakin memeluk satu persatu anaknya hingga anak-anak bertanya mengapa demikian ibunya berperilaku. Sakin pun memberikan informasi tentang kehamilannya yang membuat mereka akan memiliki adik lagi.
Kusna dan Amah yang sudah paham pun bersuka cita, sedangkan Wati belum paham karena usianya baru 3 tahun.
Saat bertemu suaminya , Sakin pun menjelaskan kehamilan, namun ekspresi Sanu justru tidak suka karena menurut dia, kebanyakan anak akan merepotkan kehidupan yang dijalaninya. Terlebih Sanu masih ingin menikmati masa bermesraan dengan pasangan layaknya abg yang sedang jatuh cinta. Dia tidak suka mengurus anak atau pekerjaan rumahnya. Namun dia mau menikah karena beharap istrinya bisa menggantikan sosok orang yang dirindukan untuk melayani kehidupan yang dijalaninya sehari-hari. Bagi Sanu semua wanita harus mengerjakan tugas rumah dan manjakan suami tanpa ada halangan apapun. Bahkan mencari nafkah sekarang jarang sekali dilakukan oleh Sanu karena menurut dia istrinya bisa mencarinya sendiri tanpa harus minta bantuan terhadap dirinya.
__ADS_1
bersambung