Kimora

Kimora
Bab 1


__ADS_3

"Selamat pagi mom!" ucap Kimora dengan mencium pipi sang mommy yaitu Kinara. lalu Kimora duduk di sebelah Kinara.


"Pagi juga sayang" jawab Kinara sambil tersenyum.


"Hanya mommy saja, Daddy nya gak ?" ucap Rangga dengan penuh iri kepada sang putri.


Kimora pun tersenyum menatap Rangga. lalu ia berdiri mendekati Rangga.


"Daddy juga donk, kan Daddy kesayangan Mora juga seperti mommy" ucap Mora dengan mencium pipi milik Rangga.


Pagi itu terlihat begitu damai di kediaman tuan Wijaya, keluarga kecil itu sedang sarapan pagi seperti biasanya.


Setelah selesai sarapan pagi Kinara berencana akan mengantar Kimora ke sekolah karna hari ini adalah hari pertama Kimora masuk sekolah. Kimora merupakan siswa kelas satu di sekolah menengah atas.


Kimora berbeda dengan yang lainnya ia menyembunyikan identitasnya krna ia tidak ingin orang-orang mendekatinya atau menjauhinya karna orang tuanya memiliki kekuasaan.


Mendengar permintaan Putri kesayangannya, Rangga tidak menyetujuinya namun Kimora bersikeras agar identitasnya di sembunyikan. jika sang putri memberikan permintaan sambil merengek Rangga pun tak bisa melakukan apapun, apalagi melihat putri kesayangannya yang merengek. sambil tersenyum Rangga mengabulkan permintaannya tapi dengan syarat Kimora akan di antar jemput oleh supir.


Kimora mencoba menolak namun Rangga terus menawarkan permintaannya jika Kimora tak melakukannya maka Rangga sendiri yang akan mengantarnya ke sekolah.


Dengan begitu kesal Kimora pun menerima tawaran Rangga.


"Tapi pagi ini biarkan Daddy dan mommy mengantar Mora ke sekolah" ucap Rangga


"Tapi Daddy"


Kinar hanya tersenyum ketika melihat suami dan putrinya itu beradu permintaan, sikap Rangga setelah kejadian di masa lalu berubah menjadi seseorang yang sangat berhati-hati dengan miliknya salah satu adalah keluarganya terutama putri bungsunya.


Musuh berlomba-lomba ingin mencelakai Kinara sehingga membuat Kinara harus melahirkan Kimora belum waktunya. sehingga Kimora terlahir prematur.


Rangga selalu berhati-hati dari Kimora masih bayi sampai saat ini walaupun ada Anand yang selalu membantunya menjaga Kimora.


"Mom, Dad, turunin Kimora di sebelah situ yaa" ucap Kimora dengan menunjuk.


"Kenapa gak sekalian Daddy antar di depan sekolah sayang" tanya kinar.


"Gak perlu mom, Kimora mau sampai di situ saja."


"Tapi sayang"

__ADS_1


"Ayolah dad. ini adalah hari pertama Mora masuk sekolah loh dad" ucap Kimora dengan membujuk


"Baiklah demi putri kesayangan daddy, tapi ingat jika terjadi sesuatu di sekolah katakan ke Daddy ya sayang"


"Daddy tenang aja, semua akan baik-baik saja" ucap Mora dengan pamit sambil mencium pipi Kinara dan juga Rangga.


Akhirnya bisa sekolah di sini juga, kamu hebat Mora bisa membujuk Daddy. ucap Mora dengan tersenyum


Kimora begitu bahagia bisa bersekolah di sekolah yang ia pilih, karna terlahir prematur dan begitu banyak musuh Rangga dan Kinara menyewa guru les dan guru privat agar Kimora bisa belajar di rumah tanpa harus masuk ke sekolah.


Kimora selalu memimpikan dirinya bersekolah seperti layaknya orang normal tanpa harus di ikuti oleh pengawal, dan di jaga, memiliki teman banyak adalah impian Kimora dan satu lagi yang tidak ingin ia lewatkan yaitu memiliki seorang kekasih nanti di sekolah.


"Rasanya hidupku begitu sempurna" ucap Kimora sambil tersenyum dengan memejamkan matanya, membayangkan semuanya.


******


Rangga dan Kinara menuju ke tempat kerja namun sebelum Rangga menuju ke kantornya ia akan mengantarkan Kinara ke kantor lebih dulu.


"Kamu gak perlu begitu khawatir sayang, Kimora akan baik-baik saja" ucap Rangga dengan memegang tangan Kinar.


Kinar membalas tatapan Rangga sambil mengeratkan pegangan tangan mereka.


"Percayalah padanya, Kimora bukan anak kecil lagi" Rangga mencoba menghibur Kinara dengan meyakinkan kalau Kimora akan baik-baik saja bersekolah di sekolah umum.


"Iya aku percaya padanya tapi" ucap Kinara yang tidak di lanjutkan, karna Rangga langsung memotong pembicaraan itu dengan mencoba merayu Kinara.


"Aku mencintaimu" ucap Rangga tersenyum dengan menghentikan mobilnya


"Sayang...!" panggil Kinara dengan tersenyum karna Rangga membuatnya begitu malu.


"Aku sangat mencintaimu dan mereka, percayalah aku sudah menyiapkan sesuatu hal, demi putri kita demi menjaga keselamatannya. kamu tidak perlu khawatir" ucap Rangga sambil merapikan rambut Kinara lalu mencium kening Kinara.


"Makasih mas" ucap Kinara tersenyum lalu memeluk Rangga dengan tidak ingin melepaskan pelukan itu.


"Kita sudah sampai" ucap Rangga dengan mengelus-ngelus punggung milik Kinara


"Oh iya, astaga mas" ucap Kinara malu, Kinara terus memeluk Rangga dan tidak ingin melepaskan pelukan itu.


Kinara pun turun dari mobil sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Makan siang nanti ku jemput" teriak Rangga ketika Kinara akan masuk ke dalam kantornya.


*****


Kimora berjalan menuju ke kelasnya dengan menebarkan senyuman, dan siswa-siswapun membalas senyuman Kimora. beberapa siswa tertekun melihat senyuman manis dan wajah cantik Kimora.


Namun ada beberapa siswa menatap Kimora dengan tatapan sinis, namun itu tak membuat Kimora takut. Kimora tetap tersenyum dan menurut dirinya jika mereka tak menyukainya itu urusan mereka bukan urusannya.


Sampai di dalam kelas Kimora berhenti tepat di pintu masuk, ia melebarkan pandangannya sambil mencari tempat duduk yang cocok untuknya. setelah menemukan tempat itu ia tersenyum dan mendekati tempat duduknya.


Kimora duduk bersebelahan dengan salah satu seorang siswa yang menurutnya siswa itu cocok menjadi temannya.


"Hay, kenalin aku Kimora panggil aja Mora" ucap Kimora sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan siswa yang duduk di sebelahnya.


"Aku Rere" siswa itu membalas uluran tangan Kimora dan menyebutkan namanya.


"Senang berkenalan denganmu Rere" ucap Kimora sambil tersenyum


"Aku juga"


Beberapa siswa mendekati tempat duduk Rere dan juga Kimora. bahkan siswa tersebut duduk di atas meja Kimora.


"Apakah kamu tidak ingin berkenalan denganku?" tanya salah satu siswa yang merupakan ketua geng pertemanan mereka.


"Boleh-boleh, aku Kimora" ucap Kimora bersemangat dengan berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengulurkan tangannya.


Namun uluran tangan Kimora tak mendapatkan balasan dari laki-laki tersebut.


Dengan ulah siswa itu semua orang di dalam kelas tertawa terbahak-bahak. mereka menertawakan Kimora.


"Kamu pikir kamu siapa, bisa bersentuhan tangan denganku" ucap pria itu dengan judes


Kimora melihat orang-orang di kelas tertawa, dan dirinya pun ikut tertawa. dengan ikut tertawa membuat siswa laki-laki itu kebingungan.


"Gak apa-apa kalau kamu gak mau, lagian tanganku juga gak Sudi memegang tanganmu, yaa asal kamu tau aku hanya membantumu agar tidak malu ketika aku menolaknya" ucap Kimora dengan membalas perlakuan laki-laki itu.


Siswa laki-laki itu merasa kesal dengan ucapan Kimora. bahkan beberapa siswa perempuan di kelas itu ingin menarik rambut Kimora dan menghajar Kimora karna sudah berani menghina Dirga. ya pria yang sedang beradu mulut dengan Kimora namanya adalah Dirga. laki-laki yang begitu sombong yang tidak ingin di kalahkan.


Dirga adalah laki-laki yang ingin menang sendiri, dan tidak ingin seseorang merendahkannya. Dirga adalah salah putra seorang pengusaha bahkan orang tua Dirga salah satu donatur di sekolah itu.

__ADS_1


__ADS_2