
Gavin terus diam di depan ruang Kimora di rawat. Tatapannya begitu tegas dan tak terbacakan. Gavin adalah putra sulung yang lahir beberapa menit dari Aditya. Namun semua keluarga tahu Gavin sosok pria yang seperti apa, sifatnya lebih dominan mengikuti karakter pamannya Anand dan juga Kakek Robert. Sekali berbuat ulah atau mengganggu kehidupannya tak ada maaf bagi orang tersebut.
Kimora dan Rangga menjaga semua yang terjadi pada mereka di ketahui Gavin termasuk yang menimpah adik satu-satunya yang ia miliki yaitu Kimora. Namun semua sudah terlanjur di ketahui oleh Gavin tak ada lagi yang bisa mereka sembunyikan selain mereka menceritakan semua yang teradi kepada Kimora.
Kinara, Rangga dan Aditya pun tahu dengan tatapan Gavin kepada mereka. Namun Kinara tak mengatakan satu kalimat pun, saat ini Kinara hanya bisa menangis melihat putri kesayangannya menahan sakit.
Gavin melihat mommy nya menangis bahkan tidak ingin makan, ia mengepalkan kedua tangannya. Gavin begitu marah. Tiba-tiba handphone Gavin berbunyi semua orang menatap Gavin bahkan kakek Robert dan Rangga menatap Gavin dengan tatapan berbeda.
Rangga tidak ingin putra sulungnya itu melakukan sesuatu yang bisa merugikan dirinya. Berbeda dengan kakek Robert. Kakek Robert menginginkan Gavin membalaskan apa yang mereka lakukan kepada cicitnya Kimora. Dan Anand pun tahu apa yang akan di lakukan keponakannya itu. Sehingga Anand terlihat biasa saja bahkan ia tidak perlu turun tangan untuk membalaskan dendam.
Dengan tatapan tegas dan dingin wajah Gavin tak terbacakan, ia mendapatkan telfon dari orang suruhannya kalau saat ini mereka menemukan seseorang yang sudah membuat Kimora seperti iini.
__ADS_1
“Jangan biarkan mereka lolos”ucap Gavin tegas
“Baik boss” jawab orang suruhanya.
Kinara melihat raut wajah Gavin sudah berubah dan pergi. Kinara memanggilnya dengan menghampiri Gavin.
“Gavin...!!!” panggil kimora dengan wajah sembab dan juga mata yang bengkak karna menangis.
“Mommy beristrahatlah terus pantau dan temani Mora, biarkan ini menjadi urusan gavin.” Ucap Gavin dengan pergi meninggalkan rumah sakit dan juga mereka.
“Tapi Gavin. mommy...”ucapan Kinara terhenti ketika melihat Gavin terus berjalan meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Saat ini Gavin menuu ke tempat di mana orang suruhannya menelfon.
Bass dan Benny terus meronta-ronta agar beberapa orang berotot melepaskan mereka berdua setelah mengetahui kalau mereka di culik, sedangkan elinda dan juga rere merasa kettakutan melihat sekeliling tempat mereka di sekap. Namun mereka berdua tetap tenang dan mencari cara agar kabur.
Beberapa orang datang berbadan besar menghampiri Bass dan juga Benny. Orang berbadan besar tersebut itu menutup mulut Bass dan juga Benny dengan Lakban.
Benny dan Bass terus merontak-rontak. Namun orang besar itu mengabaikan mereka.
Elinda dan juga Rere diam ketakutan. Namun beberapa orang besar itu hanya melihat mereka saja seperti perintah Gavin.
Beberapa menit Gavin datang ia berjalan menuju ruangan tempat Bass dan juga Benny di sekap. Dengan wajah datar, tegas, dingin, dan tak terbacakan mengubah ruang itu menjadi ruang yanmenyeramkan.
__ADS_1
Rere dan Elinda terkejut melihat pria yang datang memiliki badan tegap, dan berotot itu adalah kakak sahabat mereka yaitu Kimora. mereka berdua saling bertatapan. Mereka tidak menyangka kalau rumor yang mereka dengar benar. Kalau putra sulung atau kakak kimora adalah seorang mafia yang kenal ampun.