Kimora

Kimora
Bab 9


__ADS_3

Kimora terdiam ketika mendengar sapaan nama itu, nama itu hanya orang rumahlah yang tau. dan suara yang ia dengar seperti suara yang ia kenal.


Tak menunggu lama Kimora mengalihkan tatapannya ke arah suara itu, dan betapa terkejutnya Kimora melihat pria itu.


"Kak Adit..!!!" ucap Kimora terkejut


Pria itu adalah Aditya Wijaya, ia sengaja datang kesekolah Kimora, ia berencana menjemput dan memberikan kejutan kepada adik kecilnya itu.


"Kenapa? kaget yaa?!" ucap Aditya tersenyum


Semua siswa menatapnya dan juga kedua sahabatnya.


"Nanti aku jelaskan yaa" ucap Kimora dengan wajah menyesal


"Aku yang kesana atau kamu yang kesini?" tanya Aditya


Kimora hanya diam saja dan menatap semua siswa-siswa itu dan kedua sahabatnya. wajah Kimora terlihat begitu kesal terhadap Aditya. sedangkan Aditya terus tersenyum menjahili adiknya.


Aditya sengaja menemui Kimora. untuk menjahilinya dan benar saja dengan kedatangan Aditya di sekolah membuatnya kesal.


Dengan kesal Kimora mendekati Aditya.


"kak Adit kenapa datang ke sekolah sih?" tanya Kimora kesal ingin memukul Aditya


"Buahahaha..., kenapa kamu gak suka yaa?"


"Iya, aku gak suka kak Adit datang ke sini"


"Tapi aku ingin memberimu kejutan, ayolah dek wajahnya jangan seperti itu" ucap Aditya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Kimora


Kimora mencoba menghindarinya karna saat ini teman-temannya melihat mereka.


"Tapi kan kak Aditya bisa memberiku kejutan di rumah" ucap Kimora dengan sangat kesal


"Aku maunya di sini sekalian aku mau lihat sekolah yang di pilih adik kecilku dan juga teman-teman yang dekat dengan adik kecilku" ucap Aditya dengan mengalihkan tatapannya ke arah sekolah dan juga ke teman-teman Kimora yang saat ini sedang menatap mereka berdua.


Menatap teman-teman Kimora wajah Aditya menjadi serius, ia bisa melihat beberapa siswa yang tidak begitu menyukai adiknya namun ia berpura-pura tidak mengetahuinya.


"Kamu mau berdiri saja atau mau masuk ke mobil?" tanya Aditya dengan membuka pintu mobilnya


Dengan sangat kesal Kimora masuk ke dalam mobil Aditya.


"Udah gak usah cemberut seperti itu, hari ini kak Adit mau ngajak kamu belanja" ucap Aditya mencoba membujuk Kimora. namun Kimora hanya cuek saja


"Baiklah ku transfer jajan kamu seratus juta" ucap Aditya sambil menatap ke arah depan


"Udahlah ngambeknya nona kecil, kak Adit minta maaf"

__ADS_1


"Lima ratus juta" ucap Kimora dengan serius


"Okey, deal" ucap Aditya tersenyum


Aditya menelfon asistennya yang ada di Amerika dengan meminta agar mentransfer uang lima ratus juga ke rekening adiknya Kimora Aurora Wijaya.


Melihat SMS banking Kimora tersenyum lebar dengan ke arah Aditya.


"Sikap kak Adit aku maafkan" ucap Kimora dengan menatap handphonenya.


Aditya menghela nafasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sesampainya di tempat pembelanjaan, Kimora menggandeng lengan Aditya. semua orang menatap mereka berdua bahkan memuji ketampanan Aditya.


"Kamu dengar gak nona kecil, kalau kakakmu ini begitu tampan bahkan banyak yang menatapku" ucap Aditya penuh percaya diri.


"Bukan kak Adit yang tampan tapi mata mereka bermasalah" ucap Kimora setelah menghela nafasnya.


Hari itu Kimora dan Aditya jalan-jalan menelusuri semua tempat untuk bersenang-senang, waktu sudah menunjukan sore. Kimora dan Aditya memilih untuk kembali ke rumah.


Sepanjang perjalanan Aditya membujuk Kimora agar menceritakan tentang sekolahnya. namun Kimora menolak untuk berbicara


"Nanti aja kak Adit, Mora capek mau istirahat"


"Ayolah nona kecil" paksa Aditya


Wajah Aditya tadinya terlihat begitu jahil, tiba-tiba wajah itu berubah menjadi serius, Aditya menatap Kimora dengan tatapan tak terbacakan. lalu tiba-tiba Aditya tersenyum tipis dengan tatapan tak terbacakan.


Sesampainya di rumah Aditya melihat mobil kedua orang tuanya sudah berada di garasi.


"Mereka sudah pulang ternyata" ucap Aditya menatap mobil Kirana dan Rangga.


Aditya menggendong Kimora keluar dari mobil, tiba-tiba Kimora terbangun dari tidurnya ketika mereka berada di ruang tamu.


"Turunin aku kak Adit" teriak Kimora yang terkejut di gendong Aditya.


Aditya tertawa dengan terus menggendongnya.


"Kak Adit, aku bilang turunin aku. aku udah gede kak" teriak Kimora dengan terus merontak-rontak.


"Buahahaha...., kamu masih nona kecilku sampai kapanpun"


"Kak adiiiiiitttttt...." teriak Kimora dengan keras


Kinara dan rangga yang mendengar suara Kimora berteriak, mereka bergegas menemui Kimora dengan menuruni anak tangga, karna saat ini mereka berada di lantai dua.


Langkah Kinara terhenti ketika melihat Aditya.

__ADS_1


"Mommy, kak Adit." Kimora mencoba mengadukan Aditya. namun Kinara hanya tersenyum dan langsung memeluk Aditya.


"Kamu kapan sampainya Adit?" tanya Kimora dengan menyentuh wajah Aditya.


"Aditya sampai pukul 1 tadi mom, Aditya langsung pergi menjemput Kimora." jelas Aditya


"Kenapa gak ngabarin mommy dan Daddy?"


"Aditya mau memberikan kejutan untuk Daddy, mommy dan juga adik kecilku itu" ucap Aditya tersenyum.


"Ya udah sekarang kamu mandi dan istrahat dulu, nanti malam kita makan malam bersama." ucap Kinara dengan mengelus punggung putranya itu.


Wajah Kimora terus cemberut ketika dirinya di abaikan, ia memonyongkan bibirnya.


Kinara yang sadar dengan wajah cemberut putrinya itu langsung memeluk Kimora.


"Sudahlah, Mora kan bilang kalau Mora kangen kakak-kakak Mora. nah sekarang mereka datang tapi Mora seperti tidak menyukainya." ucap Kinara dengan merapikan rambut putrinya yang menutupi wajah cantik Kimora.


"Tapi Mora kesel dengan kak Adit, mom." ucap Kimora kesal


"Apa yang bikin Mora kesel dengan kak Adit. hmmm?" tanya Kinara


"Kimora udah gede mom, tapi kak Adit terus menggendong Mora. " jelas Kimora


"Memangnya kenapa? bukankah dengan sikap seperti itu menandakan kalau Aditya menyayangi Mora" ucap Kinara


"Daddy setuju dengan apa yang mommy katakan"


Makan malam pun telah tiba, malam itu menjadi rame yang awalnya hanya bertiga sekarang berempat, walaupun Gavin belum bisa berkumpul dengan mereka karna masih banyak yang harus ia selesaikan.


Pagi telah tiba, seperti biasa Kimora bersiap-siap berangkat ke sekolah, namun sebelum berangkat Aditya berdiri di depan mobil sportnya.


"Mommy, Daddy. Mora pamit pergi dulu" ucap Kimora dengan mencium pipi mereka berdua.


"Gak sarapan dulu sayang?"


"Gak mom, nanti Mora terlambat. lagi pula di sekolah ada kantin nanti Mora sarapan di kantin." jelas Mora lalu pergi namun langkahnya terhenti ketika melihat Aditya sedang berdiri di depan mobil sportnya.


Kimora melewatinya begitu saja, dan itu membuat Aditya bingung bahkan kedua orang tuannya hanya membiarkan Kimora naik taksi.


"Mommy koq membiarkan Mora pergi naik taksi?" tanya Aditya dengan mendekati Kinara


"Itu permintaan Mora. mommy dan Daddy tidak bisa berbuat apa-apa" jawab Rangga


"Tapi Daddy kalau terjadi apa-apa dengan Mora bagaimana?" tanya Aditya khawatir.


"Sudahlah gak perlu khawatir Daddy sudah mengutus beberapa pengawal untuk menjaga Kimora dari jauh." jelas Rangga ke putranya, bernama Aditya Wijaya.

__ADS_1


__ADS_2