Kimora

Kimora
Bab 12


__ADS_3

Anand pun telah tiba dengan jet pribadi yang ia miliki, tubuhnya gemetar ketika mendapatkan info bahwa ponakan kesayangannya masuk rumah sakit. iya berjalan memasuki Rumah sakit.


Kinara melihat Anand ia menatapnya dengan mata berkaca-kaca, matanya menggambarkan bahwa saat ini hatinya hancur sebagai seorang ibu karna putri kesayangannya masuk ke Rumah Sakit.


Anand memeluk Kinara dengan erat, begitupun dengan Kinara membalas pelukan itu.


"Paman, Mora paman" ucap Kinara sambil mengusap wajahnya menyingkirkan air mata yang sudah seharian terus membasahi pipinya.


"Sabar Kinara, kita harus tetap tenang" ucap Anand dengan suara tegas dan tenang.


Sudah satu hari Kimora di rumah sakit ia belum sadar juga, dokter mengatakan bahwa Kimora mengalami keterkejutan sehingga membuat jantungnya Sok dan mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi Adit kepada Mora?" tanya Anand yang terus menatap ke ruangan di mana Kimora sedang di rawat dengan memakai beberapa alat yang selalu Kimora pakai ketika penyakitnya kambuh, namun kali ini berbeda penyakit Kimora kambuh karna adanya ulah manusia yang licik.


Seseorang menghampiri Anand dengan memberikan informasi yang menimpah Kimora. kedua tangan Anand mengepal rasanya ia ingin membunuh mereka yang telah melakukan semua ini kepada gadis kecil kesayangannya.


Tak menunggu lama tuan Robert dan Gavin pun telah tiba. ruangan merasa begitu menegangkan Elinda dan Rere yang masih berada di ruangan itupun merasakan betapa menegangkan berada di ruangan itu.


Bi inem terus menjelaskan kepada Rere dan Elinda. saat ini mereka sudah mengetahui siapa Kimora sebenarnya. dengan mendengar penjelasan bi inem Rere dan Elinda menjadi takut mereka takut orang-orang Kimora akan mendatangi mereka dan membunuh mereka berdua karna merekalah Kimora menjadi seperti itu.

__ADS_1


"Rere gimana ini" ucap Elinda panik


"Ada apa denganmu Elinda, kenapa tubuhmu gemetar seperti" tanya Rere ketika melihat tubuh Elinda gemetar


"Aku takut Re, bagaimana kalau kita di bunuh juga sama mereka" ucap Elinda dengan menatap Gavin, Anand dan juga tuan Robert.


"Kamu apa-apaan sih Elinda. kita kan gak salah"


"Tapi ini benar-benar kesalahan kita Re, seandainya Kimora gak ikut campur dan membela kita dia gak akan seperti sekarang ini" ucap Elinda lagi


"Kamu diam saja Elinda gak perlu khawatir, percayalah kalau Kimora pasti akan baik-baik saja" ucap Rere meyakinkan Elinda.


"Aku tidak menyangka Rere, ternyata Kimora anak dari seorang pengusaha terkaya dan juga cicit seorang mafia"


"Iya Elinda, selama kita berteman putri konglomerat dan cicit seorang mafia."


"Tapi kenapa Kimora menyembunyikan identitasnya yaa ?" tanya Rere dengan menatap Elinda.


"Padahal kalau dia menunjukkan identitasnya pasti gak ada yang mengganggunya" ucap Rere lagi

__ADS_1


"Kamu bener Rere"


Rere dan Elinda menghela nafas dengan keras atas menimpah Kimora kemarin dan sampai saat ini belum sadarkan diri.


Dalam perjalanan pulang tiba-tiba Benny dan Bas mengganggu Rere dan Elinda.


"Hay kalian, mau kemana?" tanya Benny dengan wajah licik


"Bukan urusan kalian" jawab Rere dengan terus berjalan.


Benny menarik tangan Rere dengan keras.


"Beraninya kamu mengatakan seperti itu kepada kamu" ucap Benny dengan marah


"Lepasin" teriak Rere


"Apa lepasin? buahahaha kali ini kalian berdua gak akan selamat lagi" ucap Benny tertawa


"Gadis penolong kalian itu tidak akan membantu kalian, karna dia saat ini sedang berjuang melawan kematiannya" ucap Bass tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


__ADS_2