
Pagi ini Kimora sampai di sekolahnya dengan hati bahagia, dan ia berencana ingin mentraktir sahabat-sahabatnya. Namun pagi itu mood Kimora berubah dengan melihat kedua sahabatnya di tindas lagi oleh mereka.
Larasati melihat Kimora yang baru saja sampai, ia berdiri sambil tersenyum sinis.
"Ternyata si pemberani baru aja sampai teman-teman" ucap Larasati
"Kalian apakan sahabat-sahabatku" teriak Kimora marah
"Beraninya kamu meninggikan suara di depanku" ucap Larasati dengan menampar Kimora
Melihat tingkah Larasati. Kimora pun membalasnya dengan menamparnya.
"Aku sudah peringatkan padamu jangan pernah menyentuh wajahku" ucap Kimora dengan suara yang begitu serius.
Dengan ingin terlihat menakutkan Sinta pun ikut menampar wajah Kimora. sampai wajah Kimora memerah dan mengeluarkan darah segar di bibirnya.
Kimora langsung menatap wajah Sinta.
"Kamu telah melakukan kesalahan besar karna sudah menamparku" ucap Kimora begitu marah
"Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu itu, hey siswa pindahan dan siswa miskin seharusnya kamu tuh diam aja dan Nerima apa yang kita lakukan bukan sok jagoan ataupun sok pahlawan di sekolah ini, kamu tau gak skolah ini khusus untuk anak-anak kaya bukan orang miskin yang sok kaya seperti kamu" ucap Sinta dengan mendorong Kimora.
Kimora yang tak mau kalah ia pun mendorong Sinta. namun dengan melihat bass datang Sinta berpura-pura terjatuh agar mendapatkan pembelaan dari bass. melihat Sinta terjatuh Bass berlari menolong Sinta.
"Kamu lihat kan Bass, dia mendorongku dengan keras sampai aku terjatuh" ucap Sinta merengek ke Bass.
Bass pun berdiri dengan menatap Kimora.
"Sudah ku peringatkan padamu jangan pernah membuat onar di sekolah ini, ingat kamu hanyalah siswa pindahan di sini" ucap Bass dengan menunjuk Kimora
"Ck. biar ku lakukan" ucap Kimora dengan mendorong Sinta terjatuh
Semua siswa terkejut melihat Kimora melakukan itu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bass terkejut
"Aku hanya melakukan apa yang dia katakan padamu" ucap Kimora dengan berbalik dan akan pergi meninggalkan mereka
"Kamu lihat kan Bass, dia mendorongku dengan keras"
__ADS_1
Melihat Sinta meneteskan air mata membuat Bass menjadi gila, ia berdiri dan menarik Kimora dengan melemparkannya ke dinding dan juga menendang punggung Kimora.
Kimora terlihat kesakitan sehingga tak ia sadari air matanya keluar.
Rere dan Elinda tidak bisa melakukan apa-apa karna saat ini mereka begitu takut, dengan keadaan mereka dari orang yang tidak memiliki apa-apa.
Bass menarik rambut Kimora dengan begitu marah, sehingga Kimora terlihat meringis dan kesakitan.
"Kamu pikir aku sedang bercanda denganmu haaa" teriak Bass yang kesetanan ingin membunuh Kimora
Sinta tersenyum bahagia melihat Kimora terlihat kesakitan.
"Rasain kamu, kamu pikir bisa menyentuhku dengan begitu saja. kamu salah Kimora" ucap Sinta penuh kemenangan
Dirga dan Larasati mendekati Bass dan menahannya.
"Lepaskan aku Dirga. aku ingin memberikan dia pelajaran" ucap Bass dengan melepaskan tangan Dirga
"Dia bukan lawanmu"
"Tapi dia menantang kita, dia tak pantas berada di sekolah ini" ucap Bass dengan suara tinggi.
Laras dan Dirga pergi meninggalkan Kimora yang terlihat pucat.
Rere dan Elinda berlari menghampiri Kimora. tubuh Kimora terlihat lemah bahkan wajahnya pucat. mereka begitu panik dengan membawah Kimora ke UKS namun dokter di UKS menyarankan agar Kimora di bawah ke rumah sakit.
Dokter melihat Kimora terlihat begitu lemah membawanya ke rumah sakit. mendengar Kimora di bawah ke rumah sakit Laras dan Dirga beserta teman-teman gengnya panik. mereka takut terjadi apa-apa ke Kimora
"Bagaimana ini, jika terjadi sesuatu kepadanya kita harus bagaimana?" ucap Laras yang terlihat begitu panik dan ketakutan
"Iya bener kata Laras. jika terjadi sesuatu apa yang harus kita lakukan" sintapun terlihat panik
"Tenangkan kalian, tidak akan terjadi apa-apa kepadanya." ucap Dirga yang mencoba tenang
"Kalian tenanglah ini bukan kesalahan kita tapi kesalahan dia sendiri, siswa baru itu harus di beri pelajaran agar tidak melawan kepada kita." ucap Bass
"Jadi tenanglah, dia mau meninggal pun itu bukan urusan kita, seharusnya kita berpesta karna sudah berhasil menyingkirkan siswa miskin yang ada di sekolah" ucap Bass lagi dengan mengajak mereka berpesta
Dengan ide yang Bass tawarkan mereka yang panik berubah menjadi bahagia dan memilih bolos sekolah dengan pergi ke tempat hiburan merayakan keberhasilan mereka.
__ADS_1
Rere dan Elinda ikut menemani dokter sekolah ke rumah sakit. kepala sekolah pun ikut mengantarkan Kimora ke rumah sakit. namun sebelum itu ia menelfon seseorang dan menceritakan yang terjadi di sekolah.
Sesampainya di rumah sakit dokter sekolah itu menunggu di luar bersama dengan Rere dan juga Elinda. dokter Herlin terlihat begitu khawatir dengan keadaan Kimora yang sedari tadi belum sadar juga.
Dokter Herlin mencoba menghubungi kerabat dekat Kimora namun nomor ibunya yang waktu itu datang kesekolah tidak aktif. tidak dapat di hubungi.
Dokter Herlin menanyakan nomor yang bisa di hubungi ke Rere dan Elinda namun mereka pun tidak tau, karna selama bersahabat dengan mereka Kimora adalah siswa yang tertutup bahkan mereka belum di ajak oleh Kimora ke rumahnya.
Rere dan Elinda langsung berfikir dan mencoba mencari sesuatu dari internet.
"Dapat" ucap Rere
Rere mendapatkan informasi Aditya, pria yang menemui Kimora kemarin di sekolah.
Rere tak sengaja melihat di internet kalau pria yang menemui Kimora kemarin adalah putra dari pengusaha di kota yang ia tinggali. dengan biodata yang ada Rere menghubungi nomor yang tertera.
Mendapatkan kabar dari rumah sakit Aditya bergegas pergi menuju ke rumah sakit, Aditya pun menghubungi mommy dan Daddy nya.
sesampainya di rumah sakit Aditya menanyakannya pasien di meja administrasi. lalu ia menuju ke ruangan UGD.
Dokter Herlin terkejut melihat Aditya berada di rumah sakit.
Rere berdiri menghampiri Aditya dan menunjuk ke arah ruangan di mana Kimora di rawat.
Dengan begitu khawatir Aditya memegang pundak Rere dan berjalan menuju ke arah UGD dengan menatap Kimora dari luar.
Dokter Herlin menghampiri Aditya.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya dokter Herlin.
Aditya mengalihkan pandangannya ke arah dokter Herlin.
"Kamu sedang apa di sini?" Aditya bertanya balik ke dokter Herlin.
"Aku kesini membawah salah satu murid di sekolah aku bekerja sedang sakit" ucap dokter Herlin dengan menunjuk Kimora.
Dokter Herlin menatap ke arah Kimora lalu menatap kembali ke arah Aditya.
"Murid perempuan itu adalah adikku" ucap Aditya ketika melihat wajah dokter Herlin bertanya-tanya.
__ADS_1
Dokter Herlin terkejut ia tidak menyangka kalau siswa yang selalu masuk ke UKS adalah Adik bungsu dari sahabatnya yaitu Aditya Wijaya.