Kimora

Kimora
Bab 2


__ADS_3

Bel masuk telah berbunyi, seluruh siswa masuk ke dalam kelas namun Dirga terus berdiri berhadapan dengan Kimora.


Rere yang begitu risih melihat para siswa laki-laki menghalangi pandangannya ke depan, ia langsung beranjak dari duduknya tapi Erik menahan Rere dengan memegang pundaknya dan memberikan isyarat agar Rere duduk kembali kalau tidak ingin mendapat masalah Rere harus menuruti mereka.


Dengan kesalpun Rere duduk di tempat duduknya sambil melihat apa yang Dirga lakukan pada Kimora.


"Kamu punya nyali juga yaa, kamu gak tau sedang berhadapan dengan siapa?" ucap Bass


"Memangnya dia siapa? apakah dia orang penting di sekolah ini?" tanya Kimora dengan menatap Dirga sambil melipat kedua tangannya sejajar dengan dadanya.


Dirga mendengar ucapan Kimora membuatnya ingin menampar Kimora dan mempermalukannya, namun Dirga menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.


"Aku tidak mengenal kalian, dan kalian juga tidak begitu penting jadi menghilanglah dari hadapanku karna aku mau belajar" ucap Kimora dengan mengusir Dirga dan juga teman-temannya.


"Ck, lancar sekali mulutmu ngomong seperti itu" ucap Erik yang sudah mulai emosi dan ingin menampar Kimora. namun semua tidak terjadi sesuai yang di inginkan erik karna guru telah tiba di kelas.


"Silahkan duduk di tempat masing-masing, dan tidak ada yang ribut. hari ini kita mulai dengan pengenalan dulu" ucap ibu intan selaku wali kelas Kimora.


"Baik Bu" ucap seluruh siswa serentak


Kelas itu terdengar ribut karna seluruh siswa melakukan pengenalan termasuk wali kelas. ketika Kimora memperkenalkan dirinya mereka menertawakan Kimora karna identitasnya terdengar aneh, namun Kimora masa bodoh ia terus berbicara di depan kelas.


Kimora adalah gadis yang memiliki tubuh kecil, namun ia tidak suka di remehkan apalagi di rendahkan. Kimora memiliki keberanian seperti ibunya, Kinara.


Bel istirahat telah berbunyi, seluruh siswa keluar untuk istirahat, beberapa siswa hanya ada di kelas, yang lain pergi ke lapangan untuk melihat siswa yang lainnya latihan, dan yang lainnya duduk-duduk di taman, sedangkan Kimora dan Rere mereka pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.

__ADS_1


Perjalanan menuju ke kantin Kimora dan Rere di hadang oleh beberapa siswa yaitu siswa kakak kelas, yang tak kalah cantik dari Kimora.


Kimora menatap mereka lalu tersenyum dan lewat begitu saja.


"Permisi kami mau ke kantin ya kak" ucap Kimora dengan sopan


Laras tak terima dengan sikap Kimora yang tak menghargai dirinya sebagai kakak kelas. dan teman-temannya pun mengatakan sesuatu yang membuat Laras marah. Laras menghela nafas lalu berbalik menatap Kimora dan Rere pergi menuju ke kantin.


"Ayo Rere, kita pesan makanan dulu" ajak Kimora dengan bahagia sambil menarik tangan Rere


Rere pun mengikuti Kimora sambil tersenyum. Rere memperhatikan sikap Kimora seolah dirinya baru saja di bebaskan dari penjara sampai terlihat begitu bahagia bahkan Kimora tak melewatkan satu momentpun di sekolah, dari lapangan basket, taman sekolah sampai di kantin. namun Rere tidak pernah menanyakan atau menegur Kimora. ia mengikuti apa yang Kimora katakan selagi itu tak merugikan orang lain.


Kimora dan Rere duduk menikmati makanan kantin namun entah datang dari mana tiba-tiba sesuatu jatuh ke meja makan mereka. dan membuat makanan Kimora tumpah ke meja.


"Makananku" ucap Kimora sedih melihat makanannya tumpah


makanan orang lain.


Kimora mengangkat kepalanya lalu mencari seseorang yang sudah menumpahkan makanannya. Kimora melihat seseorang tertawa tidak jauh dari tempat duduknya yaitu Laras dan anak-anak gengnya. tak terima dengan sikap Laras. Kimora bangun dari duduk dengan membawakan sepatu entah milik siapa. dengan begitu kesal Kimora mendekati Laras dengan melemparkan sepatu itu yang hampir saja mengenai wajah cantik yang Laras miliki.


"Kamu pikir kamu siapa? seenaknya kamu melakukannya dengan melemparkan sepatu di makananku" ucap Kimora dengan marah sambil menunjuk Laras.


Semua siswa terdiam melihat sikap Kimora yang begitu berani kepada Larasati. sejauh ini tak ada satupun siswa berani melawan Larasati apalagi sampai menunjuk-nunjuk seperti yang Kimora lakukan.


Rere sebagai teman Kimora saat ini, ia mencoba menahan Kimora agar tidak perlu meladeni Larasati. karna semua hanya buang-buang waktu dan tenaga saja.

__ADS_1


"Kimora, sudah. biarkan saja" ucap Rere


"Tidak Re, dia udah keterlaluan" ucap Kimora yang tetap meladeni Larasati. dengan menatap Larasati.


"Sudahlah, dengarkan apa yang temanmu katakan jangan sampai kamu menyesal nanti" ucap Sinta kepada Kimora


"Apa kamu bilang tadi, aku bakal menyesal? apa aku gak salah dengar, udah jelas-jelas dia yang salah kenapa aku yang harus menyesal" ucap Kimora


"Udah Kimora, ayo kita pergi dari sini" ucap Rere dengan menarik paksa Kimora agar pergi meninggalkan kantin


"Ingat, kali ini kamu ku biarkan karna permintaan sahabatku Rere. tapi suatu saat nanti tidak akan ku biarkan ini terjadi lagi" ucap Kimora dengan menunjuk Larasati sambil memberi peringatan.


"Dasar pengecut, sini lawan aku" teriak Larasati emosi karna mendengar ucapan Kimora.


Dengan begitu marah Larasati melemparkan semua yang ada di meja kantin, bahkan ia berteriak-teriak sambil memarahi siswa-siswa yang sedang memperhatikannya.


"Apa yang kalian lihat haaaa, kalian mau seperti Elinda teman kalian haaaa" ucap Larasati.


Elinda adalah salah satu siswa yang tak mampu, ia bersekolah di sana dengan mendapatkan biaya dari pemerintah. namun hidup Elinda begitu memprihatinkan, ia selalu mendapatkan perlakuan yang begitu buruk di sekolah selama dua bulan lebih hanya karna dia bukanlah putri dari orang kaya tapi melainkan putri dari tukang bersih-bersih yang ada di sekolah.


Elinda saat ini sedang di rawat di rumah sakit karna beberapa kali ingin melakukan bunuh diri. dengan kejadian terhadap Elinda semua siswa takut melawan Larasati. bahkan semua siswa selalu memberikan setengah jajan mereka kepada Larasati dan juga teman-temannya.


Kimora merupakan adalah siswa yang baru saja masuk, ia tidak mengikuti Pramos dan MOS yang ada di sekolahnya. bahkan ia pun masuk setelah tiga bulan pembelajaran aktif. sehingga Kimora tidak mengetahui tentang Elinda. dan tempat yang Kimora duduki saat ini tepat di belakangnya adalah tempat duduk Elinda. namun Kimora tidak mengetahuinya.


Kimora dan Rere pergi menuju ke kelas dan dalam perjalanan menuju ke kelas semua orang menatap Kimora dengan tatapan memprihatinkan. bahkan ada salah satu siswa mengatakan sesuatu sampai terdengar oleh Kimora dan itu membuat dirinya bingung.

__ADS_1


"Kasian sekali hidupnya, aku yakin dia akan menjadi mainan Larasati dan teman-temannya." ucap salah satu siswa yang tak sengaja di dengar oleh Kimora.


Sesampainya di kelas Kimora duduk di kursinya, dirinya terus memikirkan ucapan siswa yang tadi. tapi ia mengurungkan niatnya bertanya ke Rere. karna menurutnya itu tidak terlalu penting.


__ADS_2