Kimora

Kimora
Bab 6


__ADS_3

Keseharian Kimora di sekolah tidak begitu baik, ia selalu mendapatkan masalah bahkan Kimora sering di hukum. Kimora pun merasa aneh dirinya yang tidak berbuat apa-apa tiba-tiba di hukum.


Pagi ini adalah pagi kesialan Kimora. ia di undang di ruangan kepala sekolah di sana ia melihat sudah ada Larasati dan teman-temannya.


Larasati menatap Kimora dengan wajah yang aneh. Kimora yang sudah malas berurusan dengan yang namanya Larasati dan teman-temannya, ia memalingkan wajahnya dari mereka


"Bukankah kamu siswa baru di sekolah ini? yang baru beberapa bulan bergabung?" tanya kepala sekolah menatap Kimora dengan tatapan meremehkan Kimora


"Iya bener pak, saya baru berapa bulan sekolah di sini" jawab Kimora dengan sopan


Kepala sekolah mendengar jawaban dari Kimora, ia menghela nafasnya dan bersandar di sofa sambil menatap Larasati.


"Baiklah sekarang kamu harus minta maaf ke mereka terutama Larasati" ucap kepala sekolah menatap Kimora dengan menunjuk Larasati


"Ada hal apa saya harus minta maaf ke meraka?" tanya Kimora dengan wajah sedikit terkejut mendengar ucapan kepala sekolah


"Karna kamu sudah melakukan sesuatu yang merugikan mereka"


"Merugikan mereka?" tanya Kimora dengan menatap kepala sekolah lalu menatap Larasati dan teman-temannya.


Larasati tersenyum puas dengan kepala sekolah yang berpihak pada mereka.


"Cepat minta maaf, saya akan ada tamu hari ini"


"Gak, saya tidak akan meminta maaf ke mereka sebelum saya tahu apa kesalahan saya" ucap Kimora


"Hey sampah kamu harus minta maaf cepat" teriak Larasati dengan menyebut Kimora sampah karna ia berteman dengan siswa buangan yaitu Elinda dan juga Rere.


"Ck, kalau aku sampah kamu tempatnya" ucap Kimora dengan sedikit tertawa


"Apa kamu bilang?" tanya Larasati, karna ia mendengar kalau Kimora baru saja menghinanya.


"Cepat kamu minta maaf ke mereka" ucap kepala sekolah sedikit membentak


"Gak, saya gak akan minta maaf padanya" ucap Kimora dengan pergi meninggalkan ruangan itu


"Mau kemana kamu, dasar nakal." teriak kepala sekolah kepada Kimora. Kimora hanya mendengarkan apa yang kepala sekolah katakan.


"Enak saja aku minta maaf ke mereka" ucap Kimora keluar dari pintu kepala sekolah. iya menatap kembali ke arah ruangan kepala sekolah


"Yang harus menerima kata maaf itu adalah aku bukan mereka" ucap Kimora marah dengan sikap kepala sekolah yang tak adil.

__ADS_1


Kimora masuk ke dalam kelas, ketika ia hendak menuju tempat duduknya Dirga melemparkan bola basket ke tubuhnya.


"Aaauuu" ucap Kimora yang merasakan sakit


"Dirga apa yang kamu lakukan" teriak Rio sebagai ketua kelas.


"Kamu tidak perlu teriak seperti itu kepadaku, aku hanya memberikan sedikit pemanasan padanya. kamu jangan khawatir seperti itu"


"Dia itu perempuan tidak seharusnya kamu melemparkan bola itu ke tubuhnya" ucap Rio menegur Dirga dengan marah


Dirga yang malas dengan sikap Rio yang sok berkuasa padahal Rio hanyalah siswa yang seperti Elinda dan Kimora bedanya Rio adalah siswa yang pintar. dengan malas Dirga pun duduk di tempatnya dan mulai menerima pelajaran pagi itu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rere dengan menatap Kimora.


"Aku gak apa-apa Re" jawab Kimora sambil tersenyum walaupun tubuhnya agak sedikit sakit karna ulah Dirga.


"Kamu di undang ke ruang kepala sekolah ada apa?"


"Gak ada apa-apa, hanya masalah yang tak begitu penting" jawab Kimora yang tidak ingin teman-temannya khawatir ia menyembunyikannya.


"Ku pikir kenapa" ucap Rere


"Tenang saja mereka tidak akan berani mengganggu kita lagi" jawab Kimora dengan tersenyum


Bel istirahat berbunyi seperti biasa Kimora dan teman-temannya pergi ke kantin, di kantin lagi-lagi ia harus bertemu dengan Larasati. Larasati yang selalu mengganggu mereka, lalu dia akan melaporkan mereka ke kepala sekolah.


"Huuffftt, sungguh melelahkan" ucap Kimora ketika melihat Larasati.


"Ketemu lagi kita, bagaimana apa kamu masih melawanku?" ucap Larasati dengan begitu percaya diri.


"Jika kamu berani menyentuh mereka, aku tidak segan-segan akan melawanmu dan mematahkan tanganmu" ancam Kimora dengan nada suara sedikit berbeda.


Kimora dan teman-temannya pun pergi mencari tempat duduk untuk mereka. setelah istirahat telah selesai seluruh siswa masuk ke kelas seperti semula.


Dengan begitu tiba-tiba guru mengumumkan akan ada pemeriksaan karna salah satu guru kehilangan sebuah dompet, yaitu ibu Veronika.


"Kenapa kita harus di periksa juga, kan dewan guru berjauhan dengan kelas kita" ucap Kimora keheranan


"Gak tau, ya begitulah paling juga dompetnya ada di bawah meja ibu Veronika sendiri." ucap Rere malas


"Iya benar Re, paling juga sandiwara" tambah Elinda

__ADS_1


Kelas Kimora sedang menunggu giliran, kini giliran kelas Kimora telah tiba, semua siswa di berdirikan di depan dan meninggalkan tempat duduk mereka sendiri.


Wali kelas mulai memeriksanya dan mereka tidak mendapatkan dompet tersebut. tapi tiba-tiba Larasati berteriak-teriak mengatakan kalau tas Kimora belum di periksa.


Kimora menghela nafasnya dengan keras ketika melihat sikap Larasati yang berlebihan.


Ketika salah satu guru memeriksa tas Kimora, ia terhenti dan tak menyangka dompet tersebut berada di tas Kimora. semua siswa terkejut bahkan kedua sahabatnya pun terkejut.


"Kimora" panggil guru wali kelasnya, mendengar namanya di panggil Kimora menjawab panggilan itu


"Iya Bu guru" jawab Kimora


"Apa ini?" tanya wali kelasnya dengan wajah kecewa


"Kimora tidak tau kenapa dompet itu bisa berada di tasnya Kimora Bu" jelas Kimora yang mencoba menjelaskan ke wali kelasnya


"Maksud kamu dompet itu berjalan sendirinya kepadamu" ucap ibu Veronika dengan suara keras dan marah


"Tapi Bu, Kimora benar-benar tidak tau kenapa dompet itu" ucapan Kimora terhenti ketika tangan ibu Veronika menempel ke pipinya.


Plaaakkk, ibu Veronika menampar Kimora dengan keras. semua siswa terkejut melihatnya bahkan Kimora pun terdiam.


"Sudah kedapatan tapi tidak mau jujur, masih mencari alasan, kamu pikir kamu bisa membohongi semua guru di sini haaa" ucap ibu Veronika dengan marah.


"Tapi Kimora tidak mencuri dompet itu" ucap Kimora bersikeras


"Diam kamu, kalau tidak aku akan menamparmu kembali, dasar anak tidak tau di untung, apakah ibumu tidak mengajarimu dengan baik. dasar" ucap Veronika dengan marah


"Jangan pernah menyebut nama ibu saya"


"Kenapa ? kamu gak suka ?"


"Sudahlah Bu, dompetnya kan sudah di temukan" ucap wali kelas Kimora yang mencoba menenangkan ibu Veronika.


"Saya tidak mau tau pokoknya kalian harus menghukumnya" ucap ibu Veronika pergi meninggalkan kelas Kimora


Dari luar kelas Larasati dan teman-temannya tertawa sepuasnya.


"Dasar maling" ucap Larasati


"Cantik-cantik koq maling" ucap Dirga dan juga kawan-kawannya.

__ADS_1


__ADS_2