Kimora

Kimora
Bab 8


__ADS_3

Larasati menarik lengan Kimora dan membisikan sesuatu.


"Kali ini kamu beruntung tapi lihat saja, kamu akan memohon ampun di kakiku" ucap Larasati dengan tersenyum jahat


Kimora menghempaskan tangan Larasati yang menggenggam lengannya.


"Kamu pikir aku akan takut" ucap Kimora dengan pergi meninggalkan Larasati begitu saja dengan tersenyum


Raut wajah Larasati berubah ketika mendengar ucapan Kimora.


"Lihat saja nanti"


Elinda dan Rere mendekati Kimora sambil menatap ke arah Larasati.


"Sedang apa lagi dia?" tanya Rere


"Mau apalagi dia?" tanya Elinda ke Kimora


"Entahlah" jawab Kimora dengan mengangkat kedua pundaknya.


"Udah gak usah di pikirin, yuk kita ke kantin udah lapar aku" ucap Kimora dengan menggandeng kedua sahabatnya itu sambil tertawa.


"Hay Kimora" sapa Rio mendekati Kimora dan kedua sahabatnya


"Hay Rio" jawab Kimora sambil tersenyum


"Boleh aku duduk di sini?"


"Oh silahkan"


Elinda dan Rere saling menatap dan saling menyenggol. mereka bisa melihat kalau Rio menyukai Kimora.


Mereka berempat makan sambil bercanda, dan di barengi dengan tertawa lepas oleh tiga gadis itu.


Kimora menikmati hari-harinya di sekolah walaupun begitu banyak masalah dan gangguan pada dirinya namun ia bisa melewatinya tanpa menggunakan kekuasaan kedua orang tuanya.


Setiap masalah di sekolah Kimora bisa mengatasinya, Kimora menghabiskan waktunya di sekolah dan juga pergi jalan-jalan dengan kedua sahabatnya, walaupun ia tau dari jauh ada beberapa pengawal yang selalu menjaganya namun itu tidak membuatnya risih selagi kedua sahabatnya tidak mengetahui semua itu.


Tak terasa Kimora sudah melewati satu semester di sekolah itu, kini ia hanya mempersiapkan dirinya untuk ujian kenaikan kelasnya.


Kimora dan kedua sahabatnya berjalan sama-sama sambil bergandengan, sebelum pulang ke rumah Kimora selalu menyempatkan dirinya mampir ke rumah sahabatnya, hari ini giliran Rere. mereka harus mampir di rumah Rere.


"Hay kak Renata" sapa Kimora


Renata adalah kakak Rere, ia dan kakaknya hanya tinggal berdua rumah kecil itu.


"Kalian sudah sampai, kak Renata baru aja selesai masak loh, kita makan sama-sama aja yaa"


"Gak usah repot-repot kak" ucap Elinda

__ADS_1


"Gak usah banyak basa basi deh kamu, bukannya kamu bilang tadi kamu lapar?" ucap Kimora dengan menatap Elinda


"Sialan kamu, dasar anak gak ada malu-malunya kamu Kimora" ucap Elinda


Mendengar ucapan Elinda, Rere dan Renata tertawa lepas begitupun Kimora.


"Dasar kalian berdua, ya udah skarang makan dulu"


"Betul kak, nanti menyesal kamu kalau gak makan Elinda" ucap Kimora dengan terus mengambil nasi dan lauk.


"Dasar tukang makan"


Ruang makan kecil itu di penuhi keributan dan canda tawa.


******


Seperti biasa Kimora dan kedua sahabatnya pergi kesekolah bersama-sama, di depan pintu gerbang Rio sudah menunggu mereka.


"Kalian baru tiba juga?" tanya Rio ke mereka dengan menatap Kimora. namun Kimora hanya cuek saja


"Iya Rio, kami baru tiba" jawab Rere bersemangat


"Eehh sedikit lagi kita akan masuk, yuk ke kelas" ucap Kimora dengan mengajak kedua sahabatnya


"Kami duluan ya Rio" pamit Rere dengan melambaikan tangannya


Sedangkan Kimora tersenyum menatap Rio.


"Aneh gimana Elinda?"


"Koq dia perhatian ke kita ya, gak biasanya"


"Dia kan dari dulu memang seperti itu Elinda dan itu sudah tanggung jawabnya sebagai ketua kelas. kamu jangan aneh-aneh deh" ucap Rere


"Mungkin aku aja yang aneh kali" ucap Elinda dengan tertawa


"Kamu kan memang aneh" ucap Rere dengan tertawa


Bel berbunyi menandakan waktunya pulang, keluar dari kelas Elinda menatap Kimora.


"Selama ini kita belum ke rumah kamu loh Kimora. ke rumah kami berdua sudah" ucap Elinda yang masih penasaran dengan rumah Kimora yang sampai saat ini Kimora belum mengajak mereka.


"Iya bener ucapan kamu itu elinda. Kimora belum ada ngajak kita ke rumahnya sampai saat ini" tambah Rere


"Aku akan ngajak kalian suatu saat nanti, kalau sudah waktunya"


"Kenapa sih harus nunggu dulu, sekarang aja Napa, kita juga pengen coba masakan ibu kamu" ucap Elinda yang ngotot ingin pergi ke rumah Kimora.


"Tapi kapan-kapan aja yaa"

__ADS_1


"Gak kami berdua maunya sekarang, iya kan Rere ?"


"Iya Kimora, bener apa yang di katakan Elinda. kita kan udah lama bersahabat kenapa sih kita gak di ajak ke rumah kamu"


"Aku bukannya gak mau ngajak tapi"


"Tapi apa?" tanya Rere dan Elinda bersamaan


"Huuffttt baiklah kita ke rumahku sekarang, tapi kalian janji apapun yang kalian lihat kalian harus merahasiakannya, jangan sampai orang lain tau. jika sampai orang lain tau berarti kalian mengkhianati aku" ucap Kimora dengan mempertegas ucapannya kepada dua sahabatnya itu.


"Kamu tenang aja Kimora, kami akan merahasiakan rumah kamu"


"Janji yaa"


"Janji"


Kimora dan kedua sahabatnya pergi meninggalkan sekolah, ketika di depan sekolah langkah mereka terhenti dengan melihat di depan mereka semua siswa berhenti dan berkumpul.


"Itu ada apa di depan yaa?" ucap Rere bertanya-tanya


"Yuk kita kesana" ucap Elinda


"Udahlah gak usah, ngapain ke sana sih" ucap Kimora malas


"Ayolah Kimora aku penasaran loh, ada apa di sana" ucap Rere dan Elinda


"Kalian ini masih aja seperti ini"


"Sekali ini saja yaa" bujuk Rere dan Elinda kepada Kimora.


"Baiklah, ini sekali aja tapi besok-besoknya sekali lagi dan lagi" ucap Kimora malas dengan mendengar janji Rere dan Elinda.


Rere dan Elinda berlari mendekati kerumunan itu, mereka menyingkirkan siswa satu persatu agar memberikan mereka jalan. sesampainya di depan mereka terkejut dan terpanah melihat seseorang yang sedang berdiri sambil bersandar di mobil sport berwarna hitam.


"Tampan skali" ucap Elinda penuh kagum.


"Ya Allah sungguh ciptaanmu begitu tampan" ucap Rere


Larasati dan teman-temannya pun seperti Elinda dan Rere. mereka terkagum-kagum melihat ketampanan pria itu, dengan tubuh tinggi dan kekar terlihat begitu sempurna sehingga menjadi impian semua gadis-gadis.


Dengan wajah malasnya Kimora menyusul kedua sahabatnya itu sampai di depan. ia melihat kedua sahabatnya seperti orang yang baru saja melihat hantu.


"Kalian berdua kenapa sih?" tanya Kimora memukul kedua sahabatnya, Kimora yang terlihat cuek dan malas ia belum melihat apa yang ada di depannya.


"Kamu bikin kaget aja Kimora"


"Kalian sih aneh-aneh" ucap Kimora.


Seorang pria yang sedang menggunakan kacamata hitam, yang bertubuh tinggi dan kekar menatap ke arah Kimora. pria itu terlihat keren di lengkapi dengan mobil sportnya berwarna merah. ia tersenyum ketika melihat Kimora yang baru saja datang.

__ADS_1


"Hay nona kecil" sapa pria itu dengan tersenyum ke arah Kimora


Semua siswa menatap Kimora ketika pria itu menyapa Kimora yang baru saja datang, Larasati dan kedua teman-temannya pun terkejut.


__ADS_2