Kimora

Kimora
Bab 5


__ADS_3

"Ternyata kalian" ucap Kimora dengan wajah meremehkan Dirga dan Larasati


"Buang-buang waktu saja" ucap Kimora sekali lagi.


Semua siswa terdiam bahkan senior-senior Kimora pun terdiam melihat sikap Kimora yang begitu berani.


Setelah mengetahui ternyata yang mengundangnya ke lapangan basket adalah Dirga dan Larasati. Kimora berbalik dan akan pergi meninggalkan mereka namun dengan langkah kedua Dirga melemparkan bola basket yang melewati Kimora.


Melihat bola basket tersebut Kimora menghentikan langkahnya. ia menghela nafasnya dengan keras.


"Hey,...!!" teriak Dirga


"Kamu pikir kamu bisa begitu saja pergi dari tempat ini" ucap Dirga dengan mendekati Kimora.


Mendengar ucap Dirga. Kimora berbalik ke arah Dirga dan Larasati.


"Ck, kamu pikir kamu siapa, bisa menahanku pergi dari sini?"


"Aku? aku adalah orang yang akan menjadi mimpi burukmu di sekolah ini" ucap Dirga dengan kalimat mengancam


"Haaaa ?! gak salah tuh, bukannya aku adalah mimpi buruk kalian karna apa yang sering kalian lakukan akan berakhir"


"Memangnya kamu siapa?"


"Aku ya aku" jawab Kimora


"Sudahlah ngomong dengan kalian membuang-buang waktuku saja, gak ada pentingnya" ucap Kimora dengan pergi begitu saja.


Larasati menatap Dirga dengan kesal.


"Koq di biarkan pergi begitu saja sih" ucap Larasati kesal


"Kita harus menyiapkan rencana dengan matang, dia bukanlah orang yang bisa kita remehkan, dia memiliki keberanian dan silat lidah yang tak terkalahkan" ucap Dirga dengan terus menatap Kimora sampai punggung Kimora tak terlihat.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Dirga?" tanya Larasati yang begitu tidak sabaran


"Biarkan aku yang mengurusnya, kamu cukup melakukan apa yang harus kamu lakukan, okey " ucap Dirga dengan menatap Larasati dan memegang dagu Larasati sambil tersenyum.


Kimora berjalan dengan di lihat oleh semua siswa, bahkan ada beberapa siswa memberikan jempol pada Kimora dan menyebut Kimora hebat. melihat semua itu membuat Kimora bahagia dan berasa ingin terbang karna mereka memujinya.

__ADS_1


Elinda dan Rere mendekati Kimora sambil tersenyum dan memeluknya.


"Kamu membuat kami begitu khawatir" ucap Rere


"Iya benar, kamu membuat kami khawatir bahkan aku tidak bisa bernafas kamu pergi ke lapangan basket" ucap Elinda dengan memeluk Kimora


"Wuaaaaa makasih walaupun sedikit terdengar sedikit berlebihan sih" ucap Kimora dengan membalas pelukan mereka.


Kantin terlihat begitu ramai, Kimora dan Rere sahabatnya itu sedang asyik mengobrol. sedangkan Elinda pamit ke kamar mandi.


"Koq Elinda lama ya Re" ucap Kimora khawatir


"Elinda kalau ke kamar mandi emang suka lama Kimora. jadi gak perlu mikir yang aneh-aneh, paling bentar juga dia balik" ucap Rere


"Benarkah? tapi koq ini udah dua puluh menit loh dia pergi ke kamar mandi" ucap Kimora yang masih khawatir dan terus menatap ke arah pintu


Tak berapa lama seorang siswa berlari sambil ngos-ngosan mendekati Kimora.


"Maaf mengganggu kalian" ucap siswa itu dengan suara ngos-ngosan


"Iya gak apa-apa" jawab Rere yang terus menatap siswa itu. sedangkan Kimora menunggu siswa itu mengatakan sesuatu.


"Atur dulu nafasmu, baru kamu bicara" ucap Kimora


"Itu, di kamar ma-mandi Larasati dan teman-temannya"


"Kalau ngomong yang jelas jangan bikin kita penasaran" ucap Rere dengan kesal.


"Larasati dan teman-temannya sedang menyiksa Elinda"


"Sial" ucap Rere dengan bergegas beranjak dari duduknya. dan di ikuti oleh Kimora dan juga siswa yang tadi.


Elinda saat ini sedang di siksa oleh Larasati dan teman-temannya, Elinda terus melawan namun perlawanannya malah membuat dirinya terluka. Elinda menangis ketika kancing bajunya di buka dan di video.


"Apa yang kalian lakukan padanya" teriak Rere yang tengah menghampiri Elinda


"Eeehh kamu mau kemana" ucap teman Larasati dengan menarik rambut Rere.


"Aaauuu" teriak Rere kesakitan

__ADS_1


Rere di lemparkan di dekat Elinda yang sudah tak berdaya dan menangis dengan pakaian yang sudah terbuka.


"Elinda...!!" panggil Rere dengan memperbaiki pakaian Elinda dan mengancingnya.


Elinda menangis sambil memeluk Rere.


"Maafkan aku Elinda. terlambat menolongmu" ucap Rere


Larasati yang tertawa bahagia melihat Rere dan Elinda. dengan kejam Larasati menendang Rere. sehingga Rere dan Elinda terjatuh. dengan terjatuhnya mereka berdua membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


"Dasar sampah lemah" ucap teman Larasati.


Kimora yang baru saja datang dan melihat kedua temannya di perlakukan seperti layaknya hewan, membuat dirinya marah. dengan pelan Kimora berjalan mendekati Rere dan Elinda. namun tiba-tiba Larasati menarik tangan Kimora dan mencoba mengangkat tangannya dan ingin menampar Kimora.


Dengan sigap Kimora menangkap tangan Larasati dan menampar Larasati kembali.


"Kamu pikir kamu siapa, berani-beraninya kamu melakukan semua ini kepada sahabatku" teriak Kimora dengan marah dan suara keras


Larasati terkejut ketika Kimora menamparnya. melihat semua itu teman Larasati menarik rambut Kimora dan menyeretnya sehingga Kimora hampir saja terjatuh.


Kimora menatap teman Larasati itu dan berjalan mendekatinya, tanpa basa basi Kimora menamparnya dan menarik rambutnya dan mendorongnya ke tembok.


"Maju kalian semua, kalian pikir aku takut dengan kalian" ucap Kimora sangat marah


Semua siswa yang melihat mereka terdiam bahkan mereka tidak menyangka kalau Kimora menampar dan memukul teman-teman Larasati.


Rere pun terdiam melihat Kimora yang begitu marah, ia tidak menyangka Kimora akan menampar dan memukul Larasati hanya demi mereka berdua.


Setah berteriak Kimora berbalik menatap Larasati dan mendekatinya, Kimora menarik rambut Larasati agar bangun. lalu menamparnya kembali berulang-ulang kali.


"Aku peringatkan sekali lagi ke kalian, jangan pernah menyentuh sahabat-sahabatku jika kalian tidak ingin ku buat seperti mereka" ucap Kimora ke semua siswa dan menunjuk Larasati dan teman-temannya.


"Ingat, aku bisa membunuh kalian dengan menyiksa kalian perlahan sampai kalian merasa ingin mati. aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, jika kalian ingin mencoba menyentuh sahabat-sahabatku silahkan saja tapi jangan sampai kalian menyesal seumur hidup kalian" ucap Kimora memberikn peringatan sekaligus mengancam mereka dengan ucapannya.


"Dan kalian bertiga, jika sampai aku melihat kalian mendekati sahabat-sahabatku, aku tidak segan-segan menghilangkan sesuatu yang begitu berharga di tubuh kalian" ucap Kimora dengan mengancam.


Kimora membantu Rere dan Elinda berdiri, dan menuntun mereka berjalan menuju ke arah UKS.


Setelah Kimora dan sahabat-sahabatnya pergi, Larasati menghentakkan kakinya dan melempar tasnya ke arah cermin yang ada di kamar mandi. Larasati berteriak sambil mengacak-acak rambutnya, ia terlihat begitu malu dan tidak terima di permalukan di depan siswa-siswa yang ada di sekolah tempat ia bersekolah.

__ADS_1


"Aku akan membalas kalian semua, akan ku buat kalian membayar semua ini dan terutama kamu Kimora aku Kana membuatmu menangis dan memohon ampun sambil berlutut di bawah kakiku" ucap Larasati marah dan kesal.


__ADS_2