Kisah Abdi Negara

Kisah Abdi Negara
nadila marah


__ADS_3

hari itu salsa menjagak nadila jalan dan main main dimall.nadila sama salsa sangat bahagia,mereka berdua kayak ibu sama anak.


saat jam menujukan pukul 12 siang,salsa mengajak nadila kekosnya,salsa bukan berasal dari manado. salsa berada dimanado hanya karena kerjaan dan salsa ngekos.


salsa asli orang gorontalo tapi salsa punya tante yang tinggal dimanado,salsa ngak mau tinggal bersama tantenya dan salsa lebih memilih ngekos yang dekat sama tempat kerjanya salsa.


salsa mengajak nadila kekosnya karena nadila tertidur dipelukan salsa,salsa belum mengantar nadila pulang dan nanti sore hari salsa mengantar nadila pulang kerumah orangtuanya lasmini.


setelah nadila sudah bangun dari tidurnya,salsa menyuapi nadila makan,memandikan nadila dan setelah mandi.


salsa memperlakukam nadila kayak anak sendiri. mereka bercanda dan sangat bahagia


setelah nadila sudah mandi dan salsa bersiap siap untuk mengantar nadila pulang tapi nadila menangis ngak mau diantar pulang.


"nadila ngak mau pulang bun,nadila mau bersama bunda dan tidur bersama bunda kayak barusan, saat nadila tidur siang.nadila mau tidur bareng bunda, nadila sudah lama ngak tidur bersama ibunya nadila dan ketika bersama bunda. nadila merasakan sesuatu yang sama kayak tidur bersama ibunya nadila."ujar nadila sambil menangis membuat salsa ikut menangis.


"maafin bunda nak,bukan bunda ngak mau nadila disini tapi bunda ijin sama ayahnya nadila dan semua keluarganya nadila hanya mau ajak jalan.apalagi bunda disini tinggalnya ngekos sayang,kalau bunda pergi kerja siapa yang jagain nadila."ujar salsa sambil memangku nadila dan membujuk nadila agar nadila mengerti.


"emangnya nadila ngak boleh ikut bersama dan tidur bareng bunda lagi,apa bunda ngak kasihan sama nadila.nadila itu hanya kangen sama sosok ibu. nadila mau kayak teman teman nadila,apa jangan jangan bunda ngak mau,kalau nadila mau lebih dekat sama bunda."ujar nadila.

__ADS_1


"nadila sayang,bunda sayang sama nadila,karena bunda sayang sama nadila,itu sebabnya bunda harus antar nadila pulang.kalau nadila nginap disini, entar ayahnya nadila atau oma sama opanya nadila marah sama bunda karena nadila ngak pulang.mereka ngak akan lagi ijin bunda ajak nadila jalan jalan bareng sama bunda.emang nadila mau kayak gitu,bunda sih ngak mau."ujar salsa


"nadila harus mengerti ya,bunda ngak mau berpisah dari nadila.makanya bunda harus antar nadila pulang."ujar salsa sambil tersenyum dan menghapus air mata nadila.


"kalau bunda ngak mau berpisah dari nadila,kenapa bunda ngak jadi ibunya nadila ajah??nadila kasihan sama ayahnya nadila yang kesepian membutuhkan sosok istri.nadila mohon sama bunda temani ayahnya nadila ya?bunda harus menjadi istri untuk ayahnya nadila dan menjadi ibu untuk nadila."ujar nadila yang membuat salsa kaget dan binggung mau jawab apa.


salsa juga kaget,kenapa anak kecil yang baru tiga tahun,sudah berani ngomong kayak gini dan sudah mengerti.kalau ibunya sudah meninggal dan nadila membutuhkan sosok ibu yang mendampingi ayahnya.


"nadila juga sudah membicarakan ini sama ayahnya nadila dan ayahnya hanya diam.nadila juga sudah ngerti, kalau ibunya nadila sudah meninggal dan ngak akan pernah kembali.nadila kangen sosok seorang ibu.bunda mau kan, jadi ibunya nadila dan menjadi istri untuk ayah niko."sambung nadila menatap salsa


"kalau hanya mau jadi bundanya nadila,bunda mau kok tapi bunda ngak bisa jadi istri dari ayahnya nadila karena bunda ngak cinta sama ayahnya nadila begitupun sebaliknya sama ayahnya nadila."ujar salsa membuat nadila kembali menangis.


"bunda ngak sayang sama nadila,bunda ngak kasihan sama nadila.nadila sayang sama bunda tapi bunda ngak sayang sama nadila.nadila ingin bunda jadi ibunya nadila karena nadila ngak mau lagi berpisah dari bunda."ujar nadila sambil marah dan menangis.


"bukan begitu nak,bunda juga susah mau jelasin ini sama kamu nak.kamu ngak ngerti dan kamu masih kecil."ujar salsa sambil membujuk nadila


"antar nadila pulang bun,nadila mau pulang lama lama disini."ujar nadila sambil ngambek


"tapi sayang,janganlah marah marah sama bunda. kalau nadila masih marah sama bunda,bunda ngak akan anatar nadila pulang."ujar salsa sambil membujuk nadila tapi nadila selalu membuang muka dari salsa.

__ADS_1


"nadila akan telpon dan minta ayah jemput nadila, nadila kan punya hp sendiri.jadi kalau nadila sudah pulang,bunda jangan temui nadila lagi."ujar nadila sambil mengotak atik hpnya sendiri.


"janganlah menelpon ayahnya nadila,ayahnya nadila kan lagi kerja dan gimana ayah mau jemput nadila. ayah mau kesini itu butuh waktu 4 jam,ayah kan tinggalnya diasrama sayang.masa sih ayah harus bolak balik dan ayahnya nadila besok pagi harus dinas lagi nak.ayah akan cape sayang."ujar salsa


"kalau begitu bun, antar nadila pulang dan anggap ini pertemuan terakhir kita.nadila mau ketemu bunda lagi,kalau bunda sudah mau jadi ibunya nadila."ujar nadila dengan nada suara keras


"baiklah bunda jelasin nak tapi nadila harus jawab pertanyaan bunda ya,"ujar salsa


"baik bun,bunda mau beri pertanyaan apa??"ujar nadila.


"nadila sayang ngak sama ibu lasmini??"ujar salsa sambil menatap wajah nadila.


"nadila sangat sayanglah sama ibu lasmini dan ibu lasmini ngak akan tergantikan dihati nadila kecuali bunda."ujar salsa membuat nadila tersenyum


"kalau nadila sayang tapi kenapa nadila ingin mengantikan sosok ibu lasmini??nadila itu ngak boleh egois,nadila tau kan, ibu lasmini sudah meninggal dan ibu lasmini belum setahun loh meninggal.kenapa nadila mau bunda jadi ibunya nadila?apa nadila ngak memikir perasaan ibu lasmini?emang mama lasmini ngak bersama kita tapi ibu lasmini bisa lihat loh sayang."ujar salsa


"ibu lasmini itu,emang sudah meninggal tapi itu hanya tubuhnya yang ngak bisa bersama kita tapi rohnya masih bersama kita nak."sambung salsa membuat nadila berpikir


"tapi ibu lasmini juga harus ngerti perasaan nadila. nadila butuh sosok ibu,sosok yang bisa nemani nadila makan,tidur,siapin seragam sekolahnya nadila,mandiin nadila,jalan bareng sama nadila,main main,ketawa,bercanda dan semua bersama nadila."ujar nadila

__ADS_1


"sudahlah bunda,kalau bunda ngak mau jadi ibu untuk nadila dan menjadi istri untuk ayahnya nadila. jangan banyak alasan bun,bunda mau antar ngak??"sambung nadila membuat salsa kaget dan langsung mengantar nadila pulang.


selama perjalanan,nadila ngak banyak ngomong sama salsa meski mulut salsa sudah mau berbusa mengajak nadila ngobrol tapi nadila masih bungkam.


__ADS_2