Kisah Abdi Negara

Kisah Abdi Negara
niko dan salsa salting


__ADS_3

nadila baru ajah tiba dirumah bersama mami dan papinya. claudia mengajak nadila jalan jalan bersama anaknya claudia.


pagi pagi mereka sudah berangkat karena semalam claudia bersama keluarga kecilnya nginap dirumah niko dan niko kemarin piket.


"assalamulaikum bunda, ayah." ujar nadila yang baru ajah nyampe dirumah.


niko dan salsa keluar kamar menghampiri mereka. nadila menyalimi salsa dan niko.


" cuacanya panas dan bikin gerah ya bun?? sampai sampai ayah sama bunda keramas berbarengan loh. tumben ajah." ujar nadila membuat claudia dan suaminya otaknya langsung traveling.


" kalau pun ayah turun piket, nyampe rumah ayah langsung mandi dan kata ayah ngak suka mandi disiang hari."sambung nadila membuat claudia sama suaminya tersenyum menatap niko dan salsa.


"mbak nadila, kita main dikamarnya mbak yuk." ujar anak keduanya claudia namanya Dea.


nadila dan dea pergi kekamarnya nadila.


"emang ngak ngantuk ya bang, tadi pagi kan baru turun piket. turun piket dari pos lanjut lagi piket dirumah ya." ujar suaminya claudia membuat niko dan salsa salting.


" benar apa kata nadila, dulu kata mbak lasmini, bang niko ngak suka keramas dising hari." ujar claudia membuat salsa dan niko malu


" apa sih kalian ini, otak kalian terlalu jauh mikirnya. orang tadi aku bantuin salsa nyuci baju dan salsa menyiram aku dengan air." ujar niko


"kenapa sih harus menutupi kayak gitu, jujur ajah bang. "ujar claudia


"diam, kalian tadi dari mana??" ujar niko

__ADS_1


"yah, abang sudah memutar topik ceritanya." ujar claudia membuat mereka saling menatap dan mereka berempat ketawa bersama.


" kalian berdua pura pura tidak tau."ujar niko membuat mereka kembai ketawa.


"gitu dong bang, kan kalau gitu kami ngak kepo." ujar suaminya claudia


" dasar kalian berdua suami istri kepo."ujar niko


" biarin emang ayah juga ngak kepo."ujar salsa membuat niko terdiam.


"bunda, malah dipihak mereka." ujar niko langsung merangkul bahu salsa


" kita keruang makan yuk, kita makan siang bareng."ujar salsa


mereka kembali ketawa mendengar perkataan suaminya claudia.


"kamu itu bukan lagi menginterogasi pelaku pemerkosaan sampai harus sedeteil, aku harus menjawabnya ??" ujar niko yang membuat mereka ketawa yang lagi duduk untuk makan.


"siap salah bang, ampun bang ampun."ujar suaminya claudia


" kan sudah nikah, kamu rasain sendiri, kita kan sama sama abdi negara."ujar niko yang sedikit ngegas.


"ayah santai ajah, jangan ngegas." ujar salsa membuat niko terdiam


" sudah sudah kita makan ajah, kasihan bang niko selalu diberi pertanyaan." ujar claudia

__ADS_1


"dasar suami kamu tuh, masih ditanya aku cape. dia lupa kalau aku dan dia sama. sama sama pria dan sama sama abdi negara yang sama harus piket." ujar niko


" kalau ayah masih mau ngomel ngomel terus. ayah ngak usah makan, ayah tidur ajah geh. kan kata ayah, ayah cape." ujar salsa membuat niko terdiam dan langsung mengambil makan sendiri tanpa satu kata pun.


"kenapa diam bang??" ujar claudia membuat claudia dan suaminya tertawa.


niko memberi kode agar mereka diam, niko pun berbisik.


"diam, salsa kalau marah galak tau." ujar niko berbisik ditelinganya claudia


"salsa, kata bang niko,kamu galak kalau marah." ujar claudia becanda membuat niko kaget.


" iya aku galak, galaknya aku hanya bang niko doang yang takut."ujar salsa meledek bang niko


" aaaa..bang niko suami takut istri."ujar suaminya claudia


" kamu juga suami takut istri, iya kan claudia." ujar niko


"benar bangat bang." ujar claudia membuat suaminya caludia terdiam.


" sudah sudah, kalian mau makan atau mau ngobrol. kalau mau ngobrol, makannya aku simpan ajah. kalau mau makan ya sudah makan, stop ngobrolnya, ceritanya nanti lanjut habis makan." ujar salsa membuat semua kaget.


" galak juga ya kamu salsa." ujar suaminya claudia


"benar kan." ujar niko dan mereka pun makan.

__ADS_1


__ADS_2